Follow Me

Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Friday, September 12, 2025

You're not Expected to Save Gaza neither Indonesia nor The World

September 12, 2025 0 Comments

Bismillah.

 

I stumble upon this videos on @thefutureofcongo, and I am moved to write the transcript of the video.

 

 

*** 


Since when did "small" means useless?



With the current genocide that is taking place in Gaza… the famine and the war in Sudan, the continuous suffering of innocent people in Congo and the situation of all opressed people around the world--


there's this feeling a lot of us get. that we are supposed to do something huge. That if what we do doesn't end the war or feed thousands of people, then there's no point.


I think the problem is that, we have been taught to judge things purely based off of result, and that is a very problematic framework. Because nowhere in the Quran, nor the Prophetic tradition are we told that Allah Subhanahu wa ta'ala judges us based on what we accomplished.


But Allah does say in the Quran that, "There is nothing for man, except for what he strives for".


So the point is effort, not accomplishment. This might be harsh to say, but you're not expected to save Gaza -- nor are you expected to end the war in Sudan, or rebuild the Congo.


But you are expected to care, you are expected to try, and you are expected to do something-- even if it seems little or insignificant.


We act not because we are guaranteed results-- but because there's a moral and spiritual obligation. Even if you don't see the fruits of your seeds.


The Prophet Sallallahu 'Alaihi Wasalam says that if the day of judgement is established, and a person has a sapling in his hand, and he is able to plant it… then he should plant it. It’s the day of judgement!! You will probably not see the fruits of what you've just planted, but you are still commanded to do so.


Hajar 'alaihi salam did not find Zamzam water by sitting down and crying. She ran through Safa, and Marwa multiple times looking, and seeking for water. And Allah Subhanahu wata'ala blessed her with water, not through her running, but because of it. That is sa'y-- that is effort.


Maryam 'alaihi salam during childbirth, was commanded by Allah Subhanahu wata'ala that she should shake the trunk of the tree towards her-- realistically speaking, not a single human being much less a woman in labour would be able to shake a trunk of a tree to the point that dates would fall from it… the point of the command was not the shaking of the tree, it was about the effort, it was about obeying Allah Subhanahu wata'ala, and most importantly trusting him.


I highly recommended that everybody looks up the concept of Sa'y in Islam, it’s really profound and beautiful. One of the other dillemas we fall into in this regards is we feel discouraged when we don't see an immediate result in the things that we do. But the question is; Are you serving the cause or are you just addicted to seeing the results of your actions? Because I'm sorry to say bro, but.. It's not about you!!


Sumaya radhi Allahu anha never got to see Medina. 

The companions who died during the Battle of Badr and the Battle of Uhud never got to see the Conquest of Mecca.

Does that mean that they failed? Definitely not! We look up to them, we name our children after them, and we say about them radhi Allahu anhum. Because it's never about the accomplishment, it's about the effort.

I say to you: "Share that post to your story, repost the video, talk about it in your school, try and bring as much awareness as you can about all these situations and many others and know that if you died trying, you died successful!

 

***

 

Aku juga coba nerjemahin transkrip di atas, tapi manual dan banyak kekurangan. Barangkali ada yang mau baca, boleh juga dikoreksi kalau ada yang salah.

 

***


Sejak kapan hal kecil berarti sia-sia?


Dengan kondisi genosida terkini di Gaza… kelaparan dan perang di Sudan, dan penderitaan berpanjang pada penduduk di Kongo dan situasi dari semua rakyat yang tertindas di seluruh dunia--


Ada hal seperti ini yang banyak dari kita rasakan. Bahwa kita seharusnya melakukan sesuatu yang besar. Bahwa jika apa yang kita lakukan tidak menghentikan perang atau memberi makan ribuan orang, maka semua sia-sia.


Masalah utamanya adalah, kita terbiasa diajarkan untuk menghakimi sesuatu hanya berdasarkan hasil, dan itu adalah kerangka pemikiran yang sangat bermasalah. Karena tidak ada dalam Al Quran atau sunnah Rasulullah yang mana kita diberitahu bahwa Allah subhanahu wata'ala menghakimi kita berdasarkan pencapaian kita.


Tapi Allah menyebutkan dalam Quran bahwa, "Seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya". (An Najm ayat 39)


Jadi poinnya adalah usaha/ikhtiar, bukan pencapaian. Dan ini mungkin agak kasar untuk dikatakan, tapi kamu tidak diharapkan untuk menyelamatkan Gaza -- (atau Indonesia -pen) atau diharapkan untuk mengakhiri perang di Sudan, atau membangun Kongi.


Tapi kamu diharapkan untuk peduli, kamu diharapkan untuk berusaha, dan kamu diharapkan untuk melakukan sesuatu-- bahkan jika itu terlihat kecil atau tidak signifikan.


Kita melakukan sesuatu bukan karena kita punya jaminan akan hasilnya-- tapi karena ada kewajiban moral dan spiritual. Bahkan jika kamu tidak melihat buah dari benih yang kau tanam.


Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam bersabda bahwa jika hari kiamat terjadi, dan seseorang memiliki biji/benih di tangannya, dan ia mampu untuk menanamnya… maka ia harus menanamnya. Padahal itu hari kiamat!! Kamu mungkin tidak akan melihat buah dari apa yang baru kau tanam, tapi kamu masih diperintahkan untuk melakukan itu.



Hajar 'alaihi salam tidak menemukan air Zamzam dengan duduk diam dan menangis. Ia berlari di antara Safa dan Marwa beberapa kali untuk mencari air. Dan Allah Subhanahu wata'ala memberikan rahmat padanya dengan air, bukan melalui larinya, tapi karena itu. Itulah yang disebut sa-i -- itu adalah usaha.



Maryam 'alaihi salam saat proses melahirkan, ia diperintahkan Allah Subhanahu wata'ala untuk menggoyangkan batang pohon ke arahnya -- jika bicara realistis, tidak ada seorang manusia, lebih lagi seorang wanita yang sedang melahir dapat menggoyangkan batang pohon sampai buah kurma jatuh darinya… poin utama dari perintahnya bukan menggoyangkan pohon, ini tentang usaha, ini tentang menuruti perintah Allah Subhanallah wata'ala, dan yang terpenting percaya dan yakin pada-Nya.


Saya sangat merekomendasikan setiap orang untuk mencari tahu dan memahami konsep Sa-i dalam Islam, konsep ini sangat mendalam dan indah. Salah satu diantara berbagai dilema yang kita tenggelam di dalamnya adalah kita merasa putus asa saat kita tidak melihat hasil langsung/hasil yang segera pada hal yang kita lakukan. Tapi pertanyaannya adalah; apakah kamu melakukan sesuatu untuk tujuan tertentu, atau untuk melihat hasil dari apa yang kamu lakukan? Karena, maaf untuk mengatakannya, tapi ini bukan tentangmu!!



Sumaya radhiyallahu anha tidak pernah melihat Madinah.



Para sahabat radhiyallahu anhum yang syahid dalam Perang Badar dan Perang uhud tidak pernah menyaksikan peristiwa Penaklukan Mekah.



Apakah itu artinya mereka gagal? Tentu saja tidak! Kita mencontoh mereka, kita memberi nama anak-anak kita dengan nama mereka, dan kita menyebut mereka radhiyallahu anhum. Karena ini tidak pernah tentang pencapaian/hasil, ini tentang usaha/perjuangan.



Saya katakan padamu: "Bagian postingan itu di storymu, repost videonya, bicarakan tentang itu di sekolahmu, dan usahakan dan berikan awareness/kesadaran sebisa mungkin tentang situasi-situasi ini (Gaza, dll) dan ketahuilah bahwa jika kamu mati saat sedang berusaha, kamu mati dalam keadaan sukses."

 

***

 

Terakhir, penutup. Teruntuk setiap orang yang sering putus asa karena merasa tak berdaya, yang merasa usahanya terlalu kecil, yang masih begitu peduli melihat berbagai kejadian dan peristiwa di dunia dan Indonesia, tapi juga ragu apa yang harus dilakukan dan sering tergilas arus dan lupa untuk konsisten dalam usaha dan dosa sekecil apapun itu di matamu/di mata orang lain. Semoga Allah memudahkan kita untuk menjadi bagian dari yang berjuang dan berusaha, sungguh lebih baik menjadi debu, pasir, yang semoga jadi adonan semen yang baik untuk membangun peradaban. We might not see the result, but Allah never ignore any effort even the smallest and the hidden one.

 

Wallahua'lam bishowab. 

Thursday, September 9, 2021

Sebelum Agustus Berakhir

September 09, 2021 0 Comments

 Bismilllah.


#latepostbut #it'sokay


Jadi di kepalaku, aku udah niat pengen posting judul ini, kemudian bercerita tentang Agustus 2021 yang berbeda dengan Bulan Agustus tahun-tahun sebelumnya. Tapi karena aku yang nunda-nunda, jadi deh, baru kutulis 8 September ini. Gapapa ya telat? Hehe. It's okay, yang penting blognya diisi. Kasian sebenernya kalau liat kondisi blog ini, sibuk banget juga enggak, bahan nulis juga gak kurang, tapi kok bisa terbengkalai ya? *astaghfirullah.


Anyway, yang beda di Agustus tahun ini adalah, aku sedikit 'merayakan' ulang tahun kemerdekaan indonesia. Bukan, tentunya bukan dengan lomba makan krupuk seperti dulu waktu masih kanak-kanak dan remaja.


*tiba-tiba teringat 17 agustus di asrama 2013 atau 2014 mungkin, Teh Uus ngerencanain nyalain lilin di ruang internet **bukan, tiba-tiba aku lupa nama ruangannya. dulu ruang internet, tempat rak buku, dulu tempat cari wifi carolous. ya, di situ. Trus habis itu lomba macem-macem, termasuk nginjek balon malem-malem bikin heboh astra, sampai di telpon dikira ada apa hahaha. Ahh... kenangan indah^^ kangen semua. Dua tahun bertemu banyak wajah dan mengenal banyak nama. Gak nyesel deh 2 tahun merasakan hangatnya ukhuwah di sana. Semoga semua dalam keadaan sehat, dilindungi Allah, dilimpahkan keberkahan dalam hidupnya. Ingin rasanya mengungkapkan rasa yang sulit diucapkan di lisan, ana uhibbukunna fillah. ***bener gak bahasa arabnya? hehe ***bagian ini dihide aja ya, oke?


Sebelum tahun ini, aku cuek aja, ya lempeng aja kalau Agustus. Tapi tahun ini berbeda. Ada dua cara aku merayakan hari kemerdekaan kita *iya, kita orang indonesia.


Pertama, aku ikut kajian Ustadz Salim A. Fillah bahas tentang sejarah perjuangan rakyat Indonesia untuk merdeka. Yang ngadain Quran Review.


ada rekamannya di youtube, cara dapetin linknya ada di web quranreview17.com

Sebenarnya malu mengakui. Tapi kenyataannya, pengetahuan sejarahku minim banget terkait kemerdekaan Indonesia. Memori yang kuingat ya cuma yang dipelajari di sekolah, itu pun cuma sedikit banget.


Ada banyak banget insight dari kajian sejarah kemerdekaan Indonesia bareng Ustadz Salim A. Fillah. Diantaranya, tentang betapa kita harus bersyukur dan mentadabburi pembukaan UUD 45.


”Atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”


Ustadz Salim memberi contoh tempat lain yang dijajah, kemudian suku asli yang tinggal di tempat tersebut sampai menjadi minoritas, atau bahkan benar-benar 'kehilangan tanahnya'. Amerika dan Australia contoh. Termasuk kita bersyukur, karena yang menyatukan Indonesia, yang membuat suku-suku yang begitu banyak bisa bersatu, ya tidak lain karena berkah dan rahmah Allah yang Maha Kuasa. Pembandingnya, kita bisa melihat ada di tempat lain yang masih satu suku, tapi justru terpecah belah. Intinya, kita harus menengok sejarah kemerdekaan Indonesia dengan hati yang penuh syukur.


Insight kedua, perubahan perspektif. Dulu, waktu sekolah yang digemakan, kita dijajah belanda selama 350 tahun. Tapi paradigmanya kemudian digeser, bahwa sebenarnya selama 350 tahun kita berjuang untuk bisa merdeka, hanya berganti-ganti saja pemain protagonisnya, berganti saja, pahlawan-pahlawan, baik yang namanya kita kenal, atau yang namanya tidak dikenal manusia, tapi terkenal di langit. Semangat perjuangan itu lahir karena iman. *tiba-tiba berkaca-kaca pas nulis ini. Teringat dua ayat, pertama ayat bahwa sebenarnya para syuhada itu tidak mati, kedua, ayat yang berisi doa.


وَالَّذِيْنَ جَاۤءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌwallażīna jā`ụ mim ba'dihim yaqụlụna rabbanagfir lanā wa li`ikhwāninallażīna sabaqụnā bil-īmāni wa lā taj'al fī qulụbinā gillal lillażīna āmanụ rabbanā innaka ra`ụfur raḥīmDan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, Sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.” (Al Hasyr ayat 10) [1]


Dan ini nyambung sama insight ketiga. Aku baru tahu, kalau ternyata 10 November 1945 yang kita peringati tiap tahun sebagai Hari Pahlawan adalah hasil dari seruan fatwa wajib berjihad, untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Begitu banyak yang gugur, tapi sungguh mereka 'tidak mati'. (':


Di sini aku jadi malu, karena masih sedikit banget belajar sejarah. Padahal kalau kita belajar sejarah, tahu sedikit aja, sedikit aja tentang perjuangan para pahlawan 'tanpa nama' tersebut, seharusnya itu bisa menjadi motivasi yang besar, penyemangat supaya kita terus berusaha menjadi manusia yang lebih baik. Kenapa? Karena nikmat kemerdekaan yang kita nikmati sekarang, adalah buah dari pengorbanan begitu banyak orang.


Mungkin, mungkin itulah mengapa Indonesia negara muslim terbanyak ya? Karena doa nenek moyang kita. Sekarang tongkat estafetnya di kita nih, maukah kita mengambil peran. Berat memang, dan gak akan mudah. Tapi kita bisa, lakukan dari hal-hal kecil aja. Misalnya memulai kebiasaan membaca dan terus semangat belajar, karena tanpa semangat belajar, kita mungkin akan lupa tentang pelajaran yang harusnya bisa kita petik dari kejadian di masa lalu.


***


Sebelum tahun ini, aku cuek aja, ya lempeng aja kalau Bulan Agustus. Tapi tahun ini berbeda. Ada dua cara aku merayakan hari kemerdekaan kita. Yang pertama udah aku sebutin di atas ya, yang kedua apa?


To be continued, in syaa Allah [2]


Allahua'lam.


***


Keterangan:


[1] https://litequran.net/al-hasyr


[2] Udah malem, trus gak nyangka bakal jadi panjang gini. Doakan semoga aku diberi kesempatan sama Allah buat nulis "Sebelum Agustus Berakhir (2)" ya. Mohon koreksinya ya, kalau ada yang salah, ini murni karena ditulis dari ingatan, gak nyatet pas kajiannya **jangan ditiru. Anyway, terima kasih sudah membaca sampai selesai^^


PS: posting di 1m1c juga kah? tapi gak sesuai tema? *Udah malem Bell! Publish dulu aja, besok diedit lagi.

Wednesday, April 19, 2017

Program Ramadhan NAK Indonesia

April 19, 2017 0 Comments
Bismillah.

Menulis, tentang menulis di blog ini. Maret kemarin padahal semangat sekali, sampai lima puluh tulisan. April ini... sudah lewat pertengahan, tapi baru sepuluh tulisan. Ada apa gerangan? Kemana perginya semangat? Mungkin bukan pergi, hanya layu sejenak, menanti kuncup baru untuk mekar lagi.

Sejak muncul kembali, setelah beberapa pekan di privat blog ini, ada satu hal yang ingin aku laksanakan. Jangan menulis curhat, jangan.. jangan di sini. Itu yang aku ingin laksanakan. Tapi susahnya.. susah hehe, ga mudah memang. Rasanya ingin ada kejadian hari yang aku curhatkan. Itulah alasannya, tulisan sebelum ini banyak berisi curhat. Meski aku setengah yakin setengah ga yakin, kalau ada hikmah yang bisa dipetik dari curhatanku.

Pernah aku berpikir, bagaimana kalau aku berhenti menulis? Nonsense.. pertanyaan aneh yang seharusnya tidak pernah hadir di otak. Bukankah baru kemarin.. belum lama, kamu menulis pada dirimu: Tetaplah Menulis. Sudah lupa mengapa tulisan itu dibuat?

***

Anyway.. ganti topik saja ya.. Jadi NAK Indonesia sedang mengadakan Program Ramadhan, temanya tentang ayat favorit. Penjelasan lengkap tentang projek tersebut bisa di baca di sini. Pendaftaran Batch 1-nya terakhir tanggal 21 April, dua hari lagi.. daftarnya di link ini.



Aku kemungkinan ga daftar sih. Tapi jadi ingin menulis tentang ini. Kalau diminta pilih satu ayat dan penjelasannya, ayat mana yang kamu pilih?

Yang pertama muncul di kepalaku, ayat tentang perumpamaan hujan yang menghidupkan bumi, dan hubungannya dengan Quran yang menghidupkan hati. Ini dibahas di dua surat kalau ga salah, Al Hadid dan Al A'raf. Aku pilih yang Al Hadid aja. Gatau kenapa.. keinget penjelasannya, ketika ayat ini dibacakan dan para sahabat menangis. Kamu Bell? Denger ayat ini.. apakah hatimu tergetar? TT

Terus kepikiran ayat lain masih di surat Al Hadid. Ayat 20, bener ga ya nomor ayatnya? Pokoknya ayat yang menjelaskan kalau hidup itu game, entertainment, beautification, dkk. Sebenernya bukan bagian itunya. Aku banyak teringat tentang perumpamaan petaninya, dan di akhir.. daun kering, yang ketika diinjak kreyes-kreyes bunyinya. Hampir setiap hari kalau jalan kaki kemana, pasti nemuin daun kering. Ya.. daun kering yang orang lalu-lalang ga peduli dan asik nginjek. Penjelasan panjangnya cari sendiri ya. Tapi lepas dari daun kering, kita aku masih terseok-seok mengamalkannya. Meski sudah tahu, kalau dunia, pada akhirnya cuma akan jadi seperti daun kering, tapi masih sering dikejar. Kesenangan sementara itu.. masih juga diprioritaskan dibandingkan kebahagiaan yang haqiqi. Hmm.. harus banyak diingatkan TT

Terus kepikiran ayat tentang bintang quran, di surat Al Waqiah. Allah bersumpah atas nama "tempat bintang", apa ya terjemah yang pas untuk mawaqi'innujum? Kalau di terjemah Quran "tempat beredarnya bintang-bintang". Allah banyak menggunakan sumpah pada Quran, terutama juz 30, coba sebutkan surat apa aja? Hehe. Aku inget penjelasan ustadz NAK, alasan penggunaan sumpah. Demi Masa, Demi Waktu Dhuha, Demi Fajar. Dan semua hal yang dijadikan objek sumpah pasti merupakan hal penting. Trus inget, kalau baru pernah.. Allah bahkan menegaskan bahwa sumpah yang ini (yang di Alwaqiah) bener-bener superb. Di ayat berikutnya.. (cek 56:76) ayat paling bawah. Pokoknya suka ayat itu dan penjelasannya. J

Terus... lagi Bell? Hehe. Ga.. nanti kalau terus mulu, bisa nabrak tiang. Aku mau menyimpulkan.. ayat-ayat yang aku sebut diatas semuanya tentang perumpamaan. Aku sukaa.. suka aja, bagaimana Allah menjelaskan suatu hal dengan perumpamaan. Tuh kan, jadi inget satu ayat lagi.. tentang kenapa manusia bisa lebih rendah dari hewan ternak, kalau matanya tidak dipakai untuk melihat dan telinganya tidak dipakai untuk mendengar, dan hatinya.. hatinya tidak dipakai. Dengan perumpamaan kita jadi lebih mengerti, trus kalau dipelajari bener-bener, semua perumpamaan dalam Quran itu pasti ada makna indah dibaliknya.

Terus jadi ingat ayat lain, tapi yang ini penjelasannya bukan dari ustadz NAK, tapi baca di buku-nya ustadz Salim Gue Never Die. Tentang bahkan manusia.. sebegitu lemahnya, ga bisa mengambil makanan, yang dimakan oleh lalat. Sayangnya yang ini saya lupa ayat berapa dan surat apa. Ada yang bisa bantu?

Ada yang mau ikutan daftar projeknya NAK Indonesia? Boleh daftar di sini, jangan lupa ya.. ditunggu sampai tgl 21 April (: Pakai ide yang di sini juga boleh. Tapi lebih baik, pilih ayat yang bener-bener favorit menurut pendapatmu.

***

Penutup. Ayat-ayat Allah itu semuanya superb dan dahsyat. Mungkin itulah alasan Allah menjadikan Al Quran mu'jizat terakhir kenabian. Untukku terutama, dan untuk siapapun, apa kabar interaksimu dengannya? Ramadhan.. semoga kita semua diizinkan Allah bertemu dengannya, serta meraih keberkahan dan ampunan di dalamnya. Aamiin.


Allahua'lam.

***

PS: Harusnya bagian blank di atas dihapus. Tapi karena satu dua hal, mungkin sementara tidak dihapus. Kalau suatu saat PS ini hilang, in syaa Allah blank di bagian atas juga hilang. J

Tuesday, November 29, 2016

Aksi Super Damai 212

November 29, 2016 0 Comments
Bismillah.

dari fanpage Masjid Salman ITB
“Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar” (QS. Al Imran [3]: 146)

Betapa pun banyaknya ancaman yang dilayangkan musuh kepada umat muslim saat ini, Allah meminta kita untuk tetap sabar.

Sabar bukan berarti pasrah agama kita dinistakan. Sabar adalah tidak lemah, tidak patah semangat dan tidak menyerah.

Jika kamu mujahid yang dirindukan Allah dan Nabi-Nya, mari bergabung dalam #AksiSuperDamai#AksiBelaIslamJilid3 pada Jum’at 2 Desember 2016 di Lapangan Monas, Jakarta.

Buat kamu yang belum tahu akan pergi dengan siapa, ayo berangkat bersama kami dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  • Niat lurus karena Allah
  • Menyerahkan fotocopy KTP
  • Sehat fisik dan rohani
  • Membawa dresscode: Pakaian Putih
  • Membawa pakaian cadangan dan jas hujan
  • Membawa perbekalan pribadi (snack, minum, obat)
  • Membawa alat sholat (sajadah)
  • Mengisi formulir yang s.id/BelaIslam3
Peserta akan berkumpul di Selasar Teh Masjid Salman ITB Kamis, 1 Desember pukul 11 malam.

Buat kamu yang tidak bisa berangkat, tetapi mendukung aksi bela Islam ini. Kamu bisa tetap berdonasi dengan menyalurkan bantuan ke BNI Syariah 700-700-2002 a.n YPM Salman ITB

Pusat informasi dan pendaftaran : 081572942323 / 081312267636

Tiada kesan tanpa kehadiranmu, wahai para mujahid!
#AksiSuperDamai #AksiBelaIslamJilid3

Salam.

***

Saturday, September 17, 2016

Indonesia dan Keunikannya

September 17, 2016 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.

Akan ada banyak hal yang bisa disebutkan dan dijelaskan tentang keunikan Indonesia. Dan lewat blogwalking, aku diingatkan tentang salah satu keunikannya.
"My country, Indonesia, can be said a bit weird. We adopt the tons of technologies from the west, it is not weird. We use them daily, it is not weird. We use it our own way, in a a kind of weird way."
- Edgar Drake dalam tulisannya "Indonesia and Our Way of Doing"
***

Tentang Identitas Digital

Teman-teman, berapa alamat email yang kamu punya? Yang pakai nama asli? Nama alias? Nama Alay? Hehe.. ini cuplikan keheranan penulis. Lengkapnya baca di tulisan aslinya.

"I always thought that email address is one way for you to identify who you really are in the internet. Having a real name in email address is very important for serious matter which requires attention. Well, that, my friend, doesn’t apply here." -Edgar Drake
Masih identitas digital, kali ini tentang nomer hp yang kamu gunakan. Punya berapa nomer hp? Sudah berapa kali ganti?
In most developed country, phone number is just like a social security number, your number points to who you really are and vice versa. Well, not here either. Many people either have one, two, or even more than three phone numbers because prepaid card is selling like crazy and neither require authorized activation (not until recently). People use different card for different purpose, like SIM A for internet, SIM B for SMS. LOL.

Thursday, August 18, 2016

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

August 18, 2016 0 Comments
#random

Bismillah.

lirik Indonesia Raya
Menyanyikan lagu "Indonesia Raya" rasanya.... seperti menyanyikan lagu daerah yang sudah lama sekali ga dinyanyikan. Ya, kemarin tanggal 17 Agustus 2016, ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya meski malem-malem, ngikutin streaming dari Olimpiade Rio sebagai bentuk hadiah bagi peraih juara emas.

Menyanyikan lagu "Indonesia Raya" rasanya.... agak ragu-ragu, karena takut salah lirik. -.- payah, padahal setelah dinyanyiin lagi jadi teringat ternyata yang liriknya keren juga ya^^.

***

Tentang cinta, kata orang cinta itu buta. Ah, ya benar cinta itu buta. Meski tahu Indonesia memiliki banyak kelebihan dan lebih banyak lagi kekurangan, tetep aja aku tiap ada pertandingan badminton di Olimpiade Rio berusaha nonton live, meski ga semua karena satu dan lain hal.

Tentang cinta ke tanah air. Ajaib menurutku. Mungkin ini fitrah ya, kita memiliki ikatan gaib yang membuat kita tidak bisa benci pada tanah air. Yang kita benci adalah korupsinya, pemerintahnya, tatanan sosial yang kacau-nya, dll. Jadi teringat, bahwa ketika di Madinah dulu, Rasulullah sering memandangi ke langit karena kerinduannya shalat menghadap Ka'bah.

Tuesday, October 21, 2014

Merangkai Rencana Indonesia 2039

October 21, 2014 0 Comments



*image taken from this


Bismillah..

Indonesia 2039. Sebuah nama negara dan tahun di sampingnya. Jika membaca frasa tadi apa yang terlintas dipikiran kita?

Indonesia 2039, adalah sebuah informasi, prediksi, opini dan berbagai hal lainnya yang terkait dengan Indonesia dan 2039. Seperti halnya manusia yang seringkali membuat rencana dengan target waktu, bagaimana dengan negara? Indonesia 2039 adalah sebuah titik waktu, tempat dimana kita kemudian melayangkan ide bagaimana Indonesia di tahun 2039?

Indonesia 2039

Seperti halnya kita menentukan rencana, dua puluh lima tahun yang akan datang akan jadi apa kita? Seperti itulah frase Indonesia 2039 berdiri saat ini. Di tahun 2039, apa kabar Indonesia?

Untuk menentukan rencana Indonesia 2039, kita butuh beberapa unsur yang harus dicari, digali, dan dikaji.