Follow Me

Showing posts with label Masjid Salman ITB. Show all posts
Showing posts with label Masjid Salman ITB. Show all posts

Saturday, June 20, 2020

Secangkir Teh Salman

June 20, 2020 0 Comments
Bismillah.

#blogwalking

Dulu, aku lupa tahun berapa dan bulan apa, ada semacam lomba menulis tentang "teh manis salman". Hari ini, aku membaca sebuah blog yang sudah ku-follow, lupa juga sejak kapan. Dan aku ingin memberitahu admin web salmanitb.com, atau admin ig mungkin, agar tulisan ini bisa disebarkan, tulisannya ciamik, cocok untuk siapapun yang merindu se-cangkir-gelas teh salman.

"Aku sudah mencoba membuat teh dari puluhan merk yang dipajang di rak minimarket komplek perumahan. Tapi rasanya tak ada yang menyamai teh hangat Salman. Mungkin perbandingan gula, teh, dan airnya yang tidak seimbang. Barangkali teh hangat Salman diramu dengan rumus persamaan polinomial orde-n. Terlalu sulit untuk bisa ditiru oleh si pandir sepertiku. Persamaan Schrodinger satu dimensi saja tidak bisa kuselesaikan dengan benar. Akhirnya, kuputuskan untuk menakar sesuai perasaan."
- Teh Melda Taspika, dalam blognya 

Tulisan Teh Melda, *sok kenal banget panggil Teteh padahal cuma follow blog, ga kenal orangnya langsung hehe.

Ehm. Jadi tulisan Teh Melda, ga cuma tentang teh manis salman, tapi juga tentang memori lain.

Selain Tuhan, Salman adalah saksi baik-buruknya diri ini sebagai mahasiswa. Datang ke Salman sebelum masuk waktu salat. Memanjangkan do'a, lalu dilanjutkan dengan makan di Gelap Nyawang. Sebuah misi tersembunyi agar bisa menunda kembali ke Lab. Ikut mabid di akhir pekan setiap awal bulan agar paginya ga perlu beli serapan. Nasi kotak Salman lebih enak dari masakan Ibu Warteg. Selain gratis, gizinya juga cukup dan dilengkapi dengan buah. GSG Salman juga hangat dan menenangkan untuk tidur. Salman adalah ruang rehat ternyaman dan teraman dari kejaran dosen. 
Terlebih saat Ramadhan. Salman adalah tempat bukber sebagian besar mahasiswa ITB. Membatalkan puasa dengan teh hangat dan tiga biji kurma. Memilih tempat salat paling strategis. Makan bersama di beranda masjid. Salat tarawih dalam kondisi belum mandi sejak pagi. Merdunya bacaan Imam Salman sering membuat mata ingin terpejam. Beberapa detik bahkan bisa hilang kesadaran (baca: tidur).
- Melda Taspika, masih dari tulisan yang sama 

Penutup, masih dari tulisan yang sama hehehe. Maaf kalau ini jadi kaya nukilblog hehe.

Teh hangat Salman selalu pas rasa dan takarannya. Tidak terlalu manis, juga tidak hambar. Dihidangkan dalam cangkir plastik sederhana dengan suhu yang paripurna. Menghangatkan hingga ke relung jiwa. Barangkali yang meracik menambahkan bubuk cinta. Setiap teguknya sukses membuat banyak hati terkesima. Tak ada yang menyoal berapa sendok gula atau menggunakan teh merek apa. Semua menikmatinya tanpa pernah bertanya. Setelah lulus, teh hangat Salman akan menghadirkan rindu, memanggil yang jauh agar kembali bertemu. Tapi perjumpaan tak semudah dulu. Jarak, pekerjaan, tanggung jawab, dan banyak hal dalam hidup membuat berkunjung menjadi rumit. Langkah tertahan oleh banyak alasan yang sulit untuk dijelaskan.
- Melda Taspika, tentang kerinduannya berjumpa kembali dengan teh manis salman
Semoga suatu saat diberi kesempatan berkunjung kembali ke selasar itu, mengambil gelas plastik warna apapun, mengisinya dengan teh manis, atau kopi manis, kemudian khusyu' menikmati tiap teguknya sembari melangitkan rasa syukur. Alhamdulillah, alhamdulillah 'ala kulli hal.

Allahua'lam.

Thursday, December 5, 2019

Kuesioner LMD

December 05, 2019 0 Comments
Bismillah.



Aku sebenarnya tidak terlalu suka mengisi kuesioner, jadi saat di sebuah grup ada yang share link-nya, sengaja aku mengabaikan. Kuesionernya ditujukan pada alumni LMD 165-200. LMD, akronim dari Latihan Mujahid Dakwah, aku sebenarnya tidak yakin, huruf M sekarang kepanjangan untuk Mujahid atau Mujtahid. Yang jelas, waktu aku jadi peserta LMD 166, masih Mujahid. LMD itu daurah kepemimpinan yang diselenggarakan di alam, oleh Masjid Salman ITB.

Waktu berlalu, aku pikir aku tidak akan pernah mengisi kuesioner tersebut, sampai sebuah broadcast masuk. Nomer hpku saat ini dan yang tercatat di database LMD masih sama, begitu ucapku dalam hati. Aku akhirnya memutuskan untuk mengisinya.

Kuesionernya lumayan panjang, banyak membuatku mengerutkan kening, sebagian karena aku dipaksa membuka memori lama yang sudah terlupakan.

Apa yang paling kamu ingat dari LMD? - aku menjawab dua kata. cuma itu. berusaha mengingat lebih banyak, tapi ternyata cuma itu yang paling melekat. 

Penilaian kamu terhadap metode pencarian dan penyusunan Kartu? - angkatanku juga ada kah? sepertinya belum, atau sudah, aku lupa. aku ingat saat jadi panitia sih, membuat alur penyusunan kartu, menentukan tempat dimana kartu tertentu diletakkan, sesuai gambaran besar yang dibuat Bang Aad. Tapi sebagai peserta, aku benar-benar sudah lupa. Apa aku berhak memberikan angka penilaian, padahal aku tidak ingat? 

Apa yang pelu dikembangkan dalam LMD untuk bisa menjawab kebutuhan generasi saat ini? - sulit, sungguh sulit pertanyaannya.

Tapi dari sekian pertanyaan, ada juga yang memojokkanku untuk mengambil hikmah.

Seperti pertanyaan esai agar menyebutkan 7 nilai Salman. Aku belum pernah menghafalkannya, dulu sering mendengarkannya, tapi saat ini, sudah banyak lupa. Aku memang harus googling, membaca dari web salmanitb.com, menyalinnya serta menyantumkan sumbernya. Pertanyaan itu cukup membuatku berpikir dan berusaha mengambil hikmah, sudahkan 7 nilai itu ada pada diri? Terutama yang pertama, ada yang tahu nilai pertama Salman?

Menurut kamu orang yang Merdeka itu seperti apa? Jelaskan dengan menyebutkan 3 frasa/kata kunci tentang merdeka

Ya, itu pertanyaan berikutnya, untuk menguji pemahaman nilai pertama salman, merdeka. Ternyata isi kuesioner LMD tidak mudah. Hmm.. Aku dibuat banyak berpikir sebelum menjawab. Bahkan sekarang... membaca pertanyaan itu membuatku berpikir, "Sepertinya, aku tahu mengapa merdeka dipilih sebagai nilai pertama salman". Karena kata 'merdeka' akan menggiring kita pada nilai tauhid. Bahwa kita di dunia ini... adalah seorang hamba. Dan untuk menjadi merdeka, kita harus menghamba pada Allah semata. Karena selain itu, kita tidak akan bisa merdeka. Bahkan bisa jadi kemerdekaan manusia tidak 'diambil' orang lain, atau hal-hal di luar diri. Bisa jadi, justru kemerdekaan diri, dihalangi oleh penghambaan pada hawa nafsu diri. hmm.

Dua pertanyaan lagi yang saling terkait dan ingin kusalin di sini.
Kamu merasa kapasitas diri kamu meningkat nggak sih selama satu tahun ini? 
Pilihan ganda. (a) Ya sangat meningkat (b) Ya tapi meningkat sedikit (c) Engga, sama sama aja kaya dulu (d) menurun daripada sebelumnya
Jika meningkat, apa kapasitas diri kamu yang meningkat?
I've been so sensitive about that question actually. I can't count how many times I wrote about it here. The feeling of stuck, the question 'when will I change my life', and other things. And these two questions above knocking on my 'nearly broken door'. Mungkin aku benar-benar harus berkaca dan berbenah. Mungkin aku terlalu sering menutup mata dan telinga, berpura-pura kalau aku sudah melangkah jauh, padahal kenyataannya.....

***

To sum it up, it's a good quetionnaire. Saya ucapkan terimakasih untuk siapapun yang membuat pertanyaan-pertanyaan kuesioner, juga yang membuat formulirnya, sehingga ga bisa asal ngisi, termasuk di pertanyaan tentang IPK **kuesionernya melanggar SARIP emang wkwkwk. Trus jadi inget, kok jawabanku tentang pertanyaan IPK terakhir ga kerekam ya? Bisa ya, disetting agar tanggapan yang dikirim ke email pengisi kuesioner cuma sebagiannya aja?

Anyway.. Terimakasih juga untuk yang kirim pesan broadcast. Mungkin ia cuma menjalankan jobdesk, tapi pesan itu, yang membuatku memutuskan untuk mengisi kuesioner, setelah sebelumnya berpikir bahwa satu orang sepertiku mungkin tidak akan mengurangi apapun, toh yang lain banyak yang mengisi. Cuma satu pesan yang dikirim ke banyak nomer memang, tapi aku jadi tahu... bahwa bukan 'mereka' yang membutuhkanku mengisi kuesioner tersebut. Bisa jadi, justru aku, yang membutuhkan pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Allahua'lam.

***

PS: Aku pikir aku juga akan menuliskan tentang pilihan mengikuti LMD 166, konflik sebelumnya, dan keputusan akhirnya. Ternyata memang lebih baik fokus ke kuesionernya saja. Memori yang lain, biarlah tersimpan di diary saja. Aku bisa membacanya lagi, jika aku ingin. Toh masih tercatat di sana, setia menunggu untuk dibaca lagi, juga rela untuk tidak dibaca siapapun dan terlupakan.

Sunday, November 25, 2018

Apresiasi Tiga Buku

November 25, 2018 0 Comments
Bismillah.


Kemarin alhamdulillah saya sudah menyelesaikan baca buku "Bukan Galau Biasa", sebuah monolog dua arah karya Teh Tristi. Berarti.. sudah tiga buku, karya anak Aksara Salman ITB yang saya habiskan. Hati yang ikut bangga akan karya tersebut membuatku ingin menulis ini. Bukan resensi, bukan review, bukan pula nukil buku, hanya sebuah apresiasi kecil, dariku.. yang pernah jadi anggota Aksara.

Kontroversial, Aksara Salman ITB, LeutikaPro


Sebuah kumpulan cerpen, dilombakan, menang dan akhirnya diterbitkan. Cerpen-cerpennya kontroversial tapi ciamik. Beberapa yang masih lekat di memori, meski sudah bertahun aku menyelesaikannya. Selain kumcer, buku ini juga menyimpan catatan sejarah terbentuknya Aksara. Lewat buku ini aku jadi mengenal aksara, bahkan sebelum ia terlahir. Termasuk juga tahu urutan pemegang tahta, pengemban amanah menjadi ketua Aksara.

Cerita Terhebat yang Pernah Ada, Aksara Salman ITB, Zukzez Express


Meski bukan termasuk yang 'pertama' membeli, dan agak kikuk membaca fiksi setelah sekian lama, buku ini bagiku, dan bagi penulisnya, bukan cuma sekedar kumcer. Ada perjuangan di sana, lelah, jemu, keringat, bahkan mungkin juga tangis. Aku bukan anggota kelas menulis fiksi, ga pernah dateng, dan karena itu juga, mungkin jadi ga terlalu gaul sama anak aksara lain yang mayoritas ketemu tiap pekan. Tapi aku sedikit banyak tahu drama perjuangannya, agar kelas fiksi istiqomah ada. Buku ini menjadi saksi, bahwa dari perjuangan itu, ada hasil manisnya. J

Bukan Galau Biasa, Tristia Riskawati, Duta Media Tama


Berbeda dengan dua buku sebelumnya yang fiksi. Buku ini non fiksi. Kalau dua sebelumnya kumpulan cerita, ini kumpulan monolog, dua arah. Monolog Teh Tristia Riskawati, berbalas monolog dengan berbagai kenalan, dan kawannya. Temanya macem-macem. Sekilas terkesan random, tapi sebenarnya diawali dari satu hal, keresahan kegalauan di hati Teh Tristi. Buku ini mengingatkan kita, bahwa galau itu tidak sesempit perasaan antara dua manusia lawan jenis. 

***

Aku, meski anggota aksara juga, ikutan bangga atas karya-karya itu. Tumbs up~

Aku... juga ikut malu, karena diri masih stuck di sini, ehm. Niat untuk menelurkan karya sudah ada, tinggal dikuatkan tekadnya, dan diperbanyak kerja ikhtiar dan doanya.

Bantu doain ya hehe. J

Allahua'lam.

Monday, June 5, 2017

Sensitif lagi Khawatiran

June 05, 2017 0 Comments
Bismillah.

#selftalk #gakpenting

Entah mengapa melihat tumpukan kertas potongan kecil berwarna hijau biru merah kuning itu membuatku ingin membaca isinya lagi. Tertulis di sana, Kamis 9 Mei 2013 + RIHLAH + logo Asrama Salman ITB. Dibuat senyum-senyum sendiri, membaca pesan dari astri yang mayoritas topiknya mirip-mirip.. Dan baca pesan dari astra yang topiknya acak bahkan ada yang singkat tapi dibacanya lucu. Oh ya.. Ini tulisan tentang diri, jadi ga dibaca lebih baik.

Ada dua hal yang entah mengapa kuputuskan sebagai judul tulisan ini. Mungkin karena dua hal tersebut salah satu yang disebutkan dalam pesan-pesan pendek di lembaran kertas yang usianya sudah lima tahun lebih 27 hari, masih berlaku di diriku yang sekarang. Dua sifat itu tidak hilang, makin melekat bahkan, mungkin. Hehe. Izinkan aku kutip beberapa diantaranya.

  • Mba Bella yang sensitif.. Terus optimalkan kesensitifanmu untuk kebaikan sekitar ya. Oiya Bella.. Jangan terlalu serius! Hehe 
  • ..... Jangan terlalu lama terkungkung dalam kekhawatiran yang belum tentu. Jalani dan berdoa saja agar Allah selalu memberikan yang terbaik. 
  • Bela... Dikurangi rasa khawatirnya ya... 
  • Bel, kalau berargumen/komen lebih tenang ya.. (santai kali...)
***

Untukku yang masih sensitif, dan gatau bakal sembuh atau ga yang satu ini. Mungkin sensitifnya beda ya sekarang, kalau dulu jadi mudah marah, dan meledak-ledak, atau ga bisa diajak bercanda. Sekarang juga sih sering seriusan dan ga bisa diajak bercanda. Tapi ketimbang marah, sensitifku yang sekarang jadi lebih banyak mudah mewek, nangis, dan merasa tersakiti.

Pesan untukku.. Jangan lebay Bell.. Bukan pisau, bukan pula ujung yang tajem, kok kamu nyenggol dikit udah sakit? Jangan terlalu sensitif, lalu jadi membenci semua tempat, dan semua keadaan, bahkan "semua orang", karena kamu kira semua itu akan melukaimu. Bukan Bell.. Bukan itu... Mereka, tempat, kondisi, orang, tidak pernah berniat melukaimu, kamu saja yang terlalu sensitif, kamu saja yang hiperbol. Dikurangi ya ke sensitifannya.. Please. Sensitif yang seperti ini tidak akan bermanfaat untukmu maupun orang lain. Sensitif boleh kok, coba di cek lagi, sensitif seperti apa yang baik untuk diri dan sekitar, ok?

***

Untukku yang masih suka khawatiran. Yang ini aku gatau mau komen apa. Aku teringat masa lalumu, which is my past also. Saat di Solo, tanganmu dingin, kau terperangkap rasa khawatir, ingin rasanya menggenggam tangan orang, tapi masalahnya ga bisa wkwkwk. Aku juga ingat, saat siang hujan turun dan kau dengar sajak khalil gibran. Kamu juga mungkin ingat, saat selembar kertas asli membuatmu jungkir balik dengan perasaanmu, saking terlalu khawatirnya. Dan kini.. Mungkin kekhawatiran itu akan lama bergelut dengan hati dan pikiranmu. Tidak akan mudah, meski kau tahu teorinya, tetap saja praktik berbeda dengan teori yang kau mungkin hafal quotesnya.
"Bukan masalah yang menjadi raksasa, namun kekhawatiranlah yang membuat dirimu mengerdil sehingga masalah terlihat sangat besar."
Intinya... Semangat menjalani hari-hari penuh kekhawatiran, satu, dua, mungkin hingga tiga empat bulan lagi. Mungkin memang kau harus melalui ini, agar kedepannya, kau bisa tahu kapan khawatir itu wajar, dan kapan rasa khawatir itu sudah harus dihentikan.

***

Terakhir, izinkan aku bagi-bagi beberapa kutipan unik dari Astra tentangku. Yang ini boleh dipercaya boleh tidak. Banyak benernya sih. Buat humor saja untukku, baca komen-komen dibawah selalu berhasil merekahkan senyum di bibirku. Gatau, kalau orang lain yang baca, mungkin ga lucu.
  • Bawel, jutek, rese =P
  • Keliatannya jutek hehe ..... Kok isabela kirei? Nama asli? Hehe
  • Pendiem, kalem, sampe-sampe saya (gak tahu).. Hehe ... -> bukan arti yang sebenarnya
  • Terlalu misterius.
  • Kayaknya galak... Piiiiiiiissss ^^
***

Beneran terakhir, mungkin aku akan mempublish ini, untuk kemudian aku balikin lagi ke draft. Gatau kenapa pengen posting ini, meski ini full curhat dan ga ada manfaatnya untuk pembaca kecuali diri.

Allahua'lam.

***

PS: Kalau ada yang mau nanya, katanya mau ada project after 1000 post? Maaaf ya... kayanya baru bisa dilaksanakan ba'da ied. Itupun kalau masih diberi Allah kesempatan. Saya masih tertatih-tatih ikutan project Inspirasi Ramadhan-nya Salman.. hiks. Doakan ya..

Tuesday, February 14, 2017

Sedikit tentang Pemaknaan Cinta

February 14, 2017 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.

Awalnya baca di fanpage Mata', trus jadi buka blog, akhirnya jadi lihat tulisan yang sama juga di posting di web mata. Izinkan aku mengutip bagian akhirnya ya..
“Jadi di antara mereka,” tanyaku sambil mengepalkan jemari “Siapa yang lebih mengagumkan, siapa yang paling baik akhlaknya, siapa yang paling benar ucapannya?”
Kurasa dia tersenyum lagi, menertawakanku barangkali “Aku telah mendapatkan yang keempatbelas, Laki-laki suci; yang meneladani segala sifat baik yang ada pada insan-insan mulia tersebut, yang mau berusaha untuk terus memperbaiki agamanya. meski jauh dari sempurna, dia mengingatkanku pada sabda Sang Nabi dengan usahanya tersebut; bahwa sebaik-baik lelaki adalah yang paling memuliakan perempuan.”
Aku tersenyum kini, “Tunggu, apakah engkau sebenarnya sedang mengajakku untuk memaknai cinta?”.
- 14 Pria dan Pemaknaan Cinta
***

Sunday, December 25, 2016

Segerakan!

December 25, 2016 0 Comments
#blogwalking

Kyaaa... Seneng aja, akhirnya web Mata' update tulisan. Hasil lomba Mata Menulis Okt 2016 katanya.

Aku kasih kutipan ya, mangga baca lengkapnya dari link di bawah ini,
Sungguh, Allah terima kasih atas pembelajaran yang saya dapatkan hari itu, bahwa penyesalan yang Engkau berikan padaku menjadi saksi bisu dalam diri saya bahwa selanjutnya, niat baik apapun, sungguh harus segera disegerakan,
karena menolong itu bukan tentang dirimu, tetapi saudaramu. karena menolong itu bukan tentang meringankan derita, tetapi membangun cinta. karena menolong itu bukan tentang hubunganmu dengannya, tetapi hubunganmu dengan-Nya. karena menolong itu bukan tentang sekadar membangun ukhuwah, tetapi merajut da’wah. karena disini, di bumi-Nya ini, tempat aku, kamu, dia, kita saling tolong-menolong, dalam kebaikan.
semoga goresan ini bisa menjadi perenungan bagi saya, kamu, dan kita semua.
***

Sunday, December 18, 2016

Empat Macam Galau atau Gelisah

December 18, 2016 0 Comments
#catatankajian

Bismillah.

layout rainbow cake, from canva.com, with some changes from me^^

Disampaikan oleh Ustadz Yani, di MQT (Mata Quranic Talk) kalau ga salah, 15 November 2016 yang lalu dengan tema aslinya tentang ghirah/cemburu karena Allah. Di sesi pertanyaan, ada yang bertanya tentang galau. Ini jawabannya:

***

Gelisah/galau ada empat macam menurut Imam Alghazali
1. Gelisah karena hubuddunnya (cinta kepada dunia)
2. Gelisah karena terlalu mengejar cita-cita / karena tidak tercapainya cita-cita
3. Gelisah karena takut menghadapi takdir esok
4. Gelisah karena terlalu banyak dosa

1. Hubud dunya - benci mata/ terlalu takut mati.

Takut mati itu boleh, tapi terlalu takut mati tidak boleh. Solusi galau karena hubuddunya adalah zuhud. Ketika kita terlalu cinta dengan sesuatu atau seseorang, kita jadi takut mati.

2. Ambisius Tendesius

Ambisinya menjadi tekanan/stress. Seharusnya, ambisi itu menjadikan motivasi, spirit/semangat, ghirah. Kalau jadi tekanan, bisa buat hidup kacau.

3. Ketakutan berlebihan terhadap takdir

Waspada boleh, tapi ga boleh gelisah karena takdir. Solusinya, persiapkan dirimu menghadapi takdir, jangan persiapkan untuk melawan takdir. Facing, not fighting. Siapkan plan A, B, C.

Dalam Al Hikam, Ibnu Ath Thoilah menuliskan, "Terkadang pemberian yang terasa tidak terkabul, padahal itulah pengabulan Allah."

4. Orang banyak dosa tidak akan tenang

Solusinya, menghindari sesuatu yang dilarang. Taubat.
***

Thursday, December 8, 2016

Lampu Kortim

December 08, 2016 0 Comments
#random

Bismillah.


seadanya, tanpa editan
Lampu di kortim salman. Sesekali menikmati menanti isya di salman.
Ada yg sedang mengobrol dengan kawan..
Ada yg berbuka dg makanan bungkus Kajian ifthar...
Ada yg sibuk belajar materi UAS
Ada yg yasinan diujung timur laut
Ada yg tilawah, murajaah, atau menghafal

Dan ada aku... duduk menikmati pemandangan kortim, hehe.

Semoga semua yg di sini niatnya krn Allah
Sehingga apapun aktivitas/kesibukannya, tetap menjadi pahala.. Semoga dimudahkan dan dilancarkan uas-nya bagi yg besok/lusa ujian... Semoga yg sedih, Allah hadirkan hujan penyejuk hatinya... Tak lupa kutitipkan doa, pada mereka yang berjuang mempertahankan kalimat tauhid, di Gaza, Suriah, Arkan, dan di seluruh bumi-Nya.

Aamiin. Aamiin Ya Rabb...
- from my ig
***

Thursday, December 1, 2016

Yang Aku Suka

December 01, 2016 0 Comments
#random
 
Bismillah.

Random lagi? Hehe.. Yang aku suka dari rajin mengecek statistik di blog ini adalah... bisa baca tulisan lamaku, yang mungkin sengaja/tidak sengaja dikunjungi orang lain. Sore ini, setelah selesai menulis tentang practice, aku buka statistik, trus lihat ada beberapa tulisan yang dikunjungi seseorang di bumi ini hehe, yaiyalah, masa dari mars hehe.

Rasanya senang.. baca tulisan lama, yang dikunjungi orang lain. Kaya baca ulang nasihat lama, trus memori-memori saat menulis itu bermuculan satu persatu. Lalu aku jadi kangen, lalu jadi berdoa, kalau itu tentang seseorang atau sebuah kepanitiaan, atau lain-lain.

***


Seseorang berkunjung kesana. Aku terhenyak membacanya, tetiba jadi kangen sama ukhti pengajak kebaikan. Ukhti tersebut sudah punya anak yang lucu, aku tahu gara-gara akhir-akhir ini sering buka fb meski cuma membaca dan like beberapa postingan di home. Aku ingat saat itu.. aku merasa hubungan kami renggang, trus rasanya itu ga enak banget, kaya diacuhin, kaya dimarahin, padahal tahu teori ukhuwah adalah cermin iman, makin mellow. Akhirnya memutuskan menulis tulisan di link di atas, lalu mengirimkan link-nya ke message fb *dulu belum jaman wa dan line hehe.

Alhamdulillah teteh tersebut membalas, seperti biasa, dengan kata-kata manis, yang sejuk dibaca. Jadi lega.. karena semua jadi clear. Jujur aku takutnya aku punya salah besar ke si teteh, jadinya ada pesan yang ga dijawab meski udah di-seen. Padahal mah, bisa jadi tetehnya lupa, trus lagi sibuk, bukan bermaksud mengabaikan apalagi mendiamkan. Aku dan teteh-nya memang ada perbedaan di pemikiran, tapi.. alhamdulillah akur kok, dan setiap ingat, masih mau mendoakan.

Wednesday, November 30, 2016

Kesindir, Maafkan Daku Aksara...

November 30, 2016 0 Comments
#sosmedwalking?

Bismillah.
The Wannabe: She wants to be a writer but doesn’t actually want to do any of the work. So she hangs out with writers and talks the talk instead.
But there's this one type,
The Missing: They registered to join, came once or twice, then they disappeared into the dark.

Also this one,
The My Job Is Done: "I'm no longer the administrator, I'm just a regular member now. My role isn't important and my writing still bad. Nothing to do here. No goodbyes." *puffed into smoke
#SAVEAKSARA
- status Syifa, teman seunit di Aksara
Reaksiku membaca itu? Terbatuk, ahhahaha. Kesindir habis. Artinya dah lumayan ngerti lah ya? Aku mungkin termasuk yang terakhir, mungkin kedua juga haha. Tapi jelas bukan yang pertama.

***

Sebenernya status tersebut ga cuma berlaku di aksara, tapi juga di unit-unit lain. Izinkan aku menulis ulang dengan deskripsi diterjemahkan dalam gaya bahasa berbeda.

The Wannabe: Ada yang cuma ingin, ingin bisa panahan, bisa angklung, tapi cuma pengen, ga ngelakuin apa-apa. Percuma, cuma diangan-angan, ibarat mimpi bunga tidur, tapi lebih memilih tidur dibandingkan bangun untuk mewujudkan mimpi secara nyata dan real.

The Missing: Alhamdulillah bukan cuma pemimpi. Sudah aksi mendaftar dan datang satu dua pertemua. Tapi susah yaa.. ternyata komitmen dalam unit, yang dulu daftarnya bejibun, belum lagi diserbu tugas-tugas dan UTS UAS yang menghadang. Akhirnya menghilang deh dari unit tersebut, udah ga pernah dateng, hilang tanpa kabar.

The My Job Is Done: Alhamdulillah aktif, datang, menjabat pula, dapet amanah. Tapi giliran sudah lengser, tiba-tiba menghilang, seolah ga kenal *ah, maaf, bukan maksudku begitu TT*

***

Ini bukan yang pertama, kemarin-kemarin di grup Aksara, teh Fenfen (mentor fiksi Aksara) juga mem-forward pesan dari pengurus Aksara yang sekarang. Duh. Sekali jleb, malam ini baca lagi di fb kali ini, jleb jleb. Akhirnya aku menulis ini, bermaksud minta maaf.

Kalau mau ditanya alasan, akan banyak excuse, jadi nanti dibicarainnya kalau ketemu saja, kalau ngumpul, itupun kalau saya memberanikan diri ikut kegiatan aksara lagi.

Jujur aku kangen MaBuk *jangan diartikan literal. Majelis Buku, bahas resensi buku, banyak tahu buku-buku yang bukan selera mata dan otakku. Banyak dapat pelajaran dan hikmah, tanpa perlu menyantap langsung buku-buku dari negri asing, dan penulis asing menurutku hehe. Yang bahasannya terlalu berat sehingga aku tidak tertarik hehe. Aku ingat, bahkan dulu sempat bahas tentang geologi ya? Keren, semakin heterogen, makin banyak dapat ilmu dari bidang-bidang diluar zone kita.

logo aksara (aslinya hitam putih, tapi semenjak jaman Kang Eko jadi berubah merah putih)

Tuesday, November 29, 2016

Aksi Super Damai 212

November 29, 2016 0 Comments
Bismillah.

dari fanpage Masjid Salman ITB
“Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar” (QS. Al Imran [3]: 146)

Betapa pun banyaknya ancaman yang dilayangkan musuh kepada umat muslim saat ini, Allah meminta kita untuk tetap sabar.

Sabar bukan berarti pasrah agama kita dinistakan. Sabar adalah tidak lemah, tidak patah semangat dan tidak menyerah.

Jika kamu mujahid yang dirindukan Allah dan Nabi-Nya, mari bergabung dalam #AksiSuperDamai#AksiBelaIslamJilid3 pada Jum’at 2 Desember 2016 di Lapangan Monas, Jakarta.

Buat kamu yang belum tahu akan pergi dengan siapa, ayo berangkat bersama kami dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  • Niat lurus karena Allah
  • Menyerahkan fotocopy KTP
  • Sehat fisik dan rohani
  • Membawa dresscode: Pakaian Putih
  • Membawa pakaian cadangan dan jas hujan
  • Membawa perbekalan pribadi (snack, minum, obat)
  • Membawa alat sholat (sajadah)
  • Mengisi formulir yang s.id/BelaIslam3
Peserta akan berkumpul di Selasar Teh Masjid Salman ITB Kamis, 1 Desember pukul 11 malam.

Buat kamu yang tidak bisa berangkat, tetapi mendukung aksi bela Islam ini. Kamu bisa tetap berdonasi dengan menyalurkan bantuan ke BNI Syariah 700-700-2002 a.n YPM Salman ITB

Pusat informasi dan pendaftaran : 081572942323 / 081312267636

Tiada kesan tanpa kehadiranmu, wahai para mujahid!
#AksiSuperDamai #AksiBelaIslamJilid3

Salam.

***

Doa Terhindar Sedih

November 29, 2016 0 Comments
-Muhasabah Diri-

Bismillah.

Ceritanya, tadi sore alhamdulillah menyempatkan mampir ke Mata' Quranic Talk *bener ga? Pokoknya itulah.. dan bahasannya adalah Sabar. Jeng jeng.. disebutkan agar membiasakan baca salah satu doa yang ada di alma'tsurat, yang bacaannya ada di gambar di bawah ini:

doa di salah satu dzikr alma'tsurat
***

Monday, September 5, 2016

Persaudaraan "Muhajirin" dan "Anshar"

September 05, 2016 0 Comments
logo mata dari web P3R 1433

Bismillah.

Adakah yang ingat kisah setelah Rasulullah (shalawat serta salam untuknya) hijrah? Apa yang beliau shalallahu 'alaihi wassallam pertama kali lakukan? Ada beberapa hal seingatku, dan salah satu diantaranya adalah mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar.

Di sini, aku tidak akan membahas lebih jauh tentang persaudaraan para sahabat Muhajirin dan Anshar radhiyallahu anhum. Ini tentang persaudaraan "Muhajirin" dan "Anshar" yang lain..

Berawal dari baca komentar dua orang ukhti di tulisan ini.
Ukhti A: Bbbb, my “muhajirin” sister.. Let’s “berlari” together

Ukhti B: Aaaa, my ‘Anshar’ beloved sister. Let’s berlari together. kangen A, kangen sekali… semoga A selalu baik

Ya, berawal dari sana, aku dibuat iri. Setauku (kalau bukan soktau), ini tentang persaudaraan yang dibentuk di awal pembinaan Majelis Ta'lim Salman (selanjutnya disebut Mata'). Mohon koreksinya ya kalau salah. Dulu kakak-kakak pengurus Mata' membentuk pasangan saudara-saudara, atau saudari-saudari, 'muhajirin' dan 'anshar' untuk para AM[1]. Alhamdulillah, baca komentar dua ukhti 2010, artinya persaudaraan istimewa itu masih terjalin.

Tuesday, August 16, 2016

Wednesday, April 1, 2015

Saturday, November 1, 2014

Masa Tua Kita, Kelak Dimana?

November 01, 2014 0 Comments
-muhasabah diri-

Bismillah..




27 Mei 2014, Penghuni Asrama Salman ITB 2013/2014 berkunjung ke Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi, Bandung.  Panti sosial ini dihuni oleh 28 nenek dan beberapa pengurus panti. I know it's too late.. A very late story to tell. Tapi tidak mengapa, karena kisah lama, bisa jadi baru kita petik hikmahnya sekarang. Ya, sekarang. Saat kita diwajibkan "pemanasan" menulis non fiksi.

***



Sunday, October 26, 2014

1436H : Takbir, Obor, dan Kembang Api

October 26, 2014 0 Comments



"Takbir!!"

"Allahu Akbar"

Kemudian shalawat kembali dilantunkan. Aku memandang ke luar jenla kamarku. Dari sana, aku dapat melihat jalan taman sari diterangi nyala api obor-obor yang dipegang oleh peserta pawai. Itu pasti pawai pergantian tahun hijriah, ucapku dalam benak. Kulihat angka di layar telepon genggamku, sekitar jam 10 mereka melintasi jalan Taman Sari. Aku tidak dapat melihat dengan jelas, tapi samar masih dapat kulihat seragam yang sama dikenakan peserta pawai. Aku asumsikan mereka adalah para santri.

***

Tuesday, October 21, 2014

Menuju Satu Muharram 1436H : Buat, Tulis dan Laksanakan Komitmen

October 21, 2014 0 Comments

*image is taken from this


Bismillah..

Hitungannya tinggal beberapa hari lagi menuju Muharram, bulan pertama di tahun Hijriah. Dan di awal tahun ini... adakah komitmen yang ingin kita buat dan laksanakan?

***

Berawal dari obrolan di grup chat sebuah unit, sebut saja Aksara Salman ITB. Pengurus ditantang salah seorang alumni (Kang Firman), untuk membuat komitmen, mendeklarasikannya di dalam tulisan, dan tentu saja melaksanakannya.

Dan deadline penempelan komitmen di sekre Aksara Salman, Gedung kayu lt.2 adalah hari Jumat ini (31/10) sebelum magrib.

Sunday, October 12, 2014