Follow Me

Saturday, September 17, 2016

Indonesia dan Keunikannya

#blogwalking

Bismillah.

Akan ada banyak hal yang bisa disebutkan dan dijelaskan tentang keunikan Indonesia. Dan lewat blogwalking, aku diingatkan tentang salah satu keunikannya.
"My country, Indonesia, can be said a bit weird. We adopt the tons of technologies from the west, it is not weird. We use them daily, it is not weird. We use it our own way, in a a kind of weird way."
- Edgar Drake dalam tulisannya "Indonesia and Our Way of Doing"
***

Tentang Identitas Digital

Teman-teman, berapa alamat email yang kamu punya? Yang pakai nama asli? Nama alias? Nama Alay? Hehe.. ini cuplikan keheranan penulis. Lengkapnya baca di tulisan aslinya.

"I always thought that email address is one way for you to identify who you really are in the internet. Having a real name in email address is very important for serious matter which requires attention. Well, that, my friend, doesn’t apply here." -Edgar Drake
Masih identitas digital, kali ini tentang nomer hp yang kamu gunakan. Punya berapa nomer hp? Sudah berapa kali ganti?
In most developed country, phone number is just like a social security number, your number points to who you really are and vice versa. Well, not here either. Many people either have one, two, or even more than three phone numbers because prepaid card is selling like crazy and neither require authorized activation (not until recently). People use different card for different purpose, like SIM A for internet, SIM B for SMS. LOL.


Untuk email jujur aku termasuk sama seperti kebanyakan orang Indonesia, banyak email dengan nama-nama aneh, ga ada yang pakai nama asli. Tapi untuk nomer hp saya ga pernah berubah, cuma karena satu dua hal nambah satu nomer. Kalau temen SMP saya masih nyimpen nomer hp saya yang dulu, itu nomer yang masih saya pakai sampai sekarang. Meski pernah kehilangan handphone dan SIM card mengalami kerusakan, aku lebih suka mengurus untuk ganti kartu dengan nomer yang sama ketimbang beli kartu dengan nomer yang baru.

Tentang Penggunaan SMS/Media Sosial Dibandingkan Penggunaan Email
"....email did not boom, but SMS were very booming. The reason is simple: to email somebody, you need to have computer tethered to telephone wire (back then, internet using dial up, while GPRS did not gain enough traction), while to text somebody, all you need is prepaid balance and phone which always in your hand." -Edgar Drake
Masih mengutip dari tulisannya tapi aku terjemahkan di sini. Ada istilah/perkataan kaya gini,
Kalau Amerika punya WhatsApp
Jepang punya LINE,
Korea Selatan punya Kakao Talk,
China punya WeChat,
maka Indonesia punya waktu untuk bermain/memakai itu semua.
Aku gatau itu fakta yang menyedihkan atau lucu. Aku ga bisa memungkiri ada banyak sekali sosial media yang kebanyakan orang Indonesia pakai. Aku jujur aja termasuk tipe yang ga bisa/males mengelola banyak akun sosmed. Contohnya blog, aku aslinya punya banyak blog tapi ujung-ujungnya yang rajin diisi yang ini, yang pertama kali dibuat. Beda sama media sosial, aku punya akun di kebanyakan sosmed yang popular, fb, twitter, line, wa, telegram. Tapi yang keurus? Sekarang sih lagi ga keurus semua. Karena sekarang lagi fokus ke blog daripada sosmed. Akunnya sih ada tapi gitu lah.

Sebenarnya mungkin bisa saja seorang rakyat Indonesia memilih tetap menggunakan media komunikasi yang ia sukai. Sayangnya, komunitas, atau lingkungan memaksa kebanyakan dari kita memakai media sosial tertentu. Punya whatsapp karena organisasi X, buka fb karena lingkungan Y, buka line karena kelas Z, dst, dsb. Terbukti saat aku non aktif sosmed, hasilnya? Ga ada komunikasi. Pesan dan telpon bisa dilakukan lewat aplikasi sosmed, kenapa harus bayar mahal pakai SMS dan telepon? Cuma satu dua orang aja yang berkirim sms denganku. Itupun aku selalu bilang padanya, kalau penting sms dulu, nanti kita lanjutin obrolan panjangnya di wa atau line gapapa.

Tapi jujur untuk sekarang aku suka kaya gitu. Jadi kelihatan siapa aja yang mau mengajak aku komunikasi meski pagar tinggi ada diantara kami. Tapi jujur aku merasa bersalah, selalu, atas pesan yang tak terjawab, seolah aku cuma berkomunikasi dengan mereka kalau aku butuh mereka saja. Ah.. padahal basa-basi kan penting untuk sekedar menjalin komunikasi. Need much to learn more about communication in this era.

Terakhir, izinkan aku berdoa di sini. Doa yang ga nyambung dengan tema tulisan ini.

rain drops
Allahumma shoyyiban nafi'an. Semoga hujan yang turun pagi ini memberikan manfaat untuk semua yang ada di bumi, khususnya muslimin (termasuk di dalamnya diriku hehe).

Allahua'lam.

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya