Follow Me

Sunday, December 7, 2014

Our Woman Were Educated


Our Women Were Educated

There’s a beautiful story from the history of Al Andalus where the Khalifah at the time, he wanted to find someone to marry his son. And the khalifah, he doesn’t just want –you know- anyone to marry his son. He wanted to find the best girl available. So he made a proclaimation in the city of Cordoba. He said if there is a family who has a girl that’s of the age that’s ready for marriage, meaning maybe you know 16-20 years old, and she has memorized the entire Qur’an, put a candle in your window tonight. 

They said the entire city was lit up that night. Because there were so many young girls who have memorized the Qur’an, so he said.. my son can’t marry that many women. 

So he said the next night any of you who has a daughter who’s of the age to marry, who has memorized the entire Qur’an and also one of certain books of maliki-fiqh, put a candle in your window tonight. It was said again that night, not as much as the night before, but almost again the whole city was lit up by candle.

I would dare to say that if we were ask about our entire ummah today to have one girl who’s of the age to marry, who has memorized the entire Qur’an and also one of certain books of maliki-fiqh kholas or any book of fiqh. We would not have a single candle in our windows tonight. 

This shows  the state of the ummah. And this is a sign that we see when our women are educated, the ummah is strong. For the men to be educated kholas, men are always going to be educated. They’re always going to be needed. You’re always going to need an Imam. But the true test for the ummah is when the women are educated. 

You see today, most of our women some parts of the world, women can’t even go into the masjid. They won’t even have a space for them in the masjid let alone educating them. You’ll find kholas she knows how to cook, and clean, perfect! Ma syaa Allah, this is all we need. NO! They must be educated! This is why Andalus it was seen as a high time for the ummah. 

To know about islam, no, I’m not saying for her to go to university and study liberal art and accounting. I’m talking about islam. To come to the islamic sentence and to know about religion. We must have this. Like if she is the one who is going to raise a nation. The husband, you know, the father isn’t there to raise the children. The mother is. If she doesn’t know about her religion, what is she going to pass on? This shows how healthy we are and the reallity as an ummah today, we are very sick. The woman know nothing about islam and our men are very uneducated. So we have to turn this around. 

Dahulu Perempuan Umat Kita Terpelajar

Ada sebuah kisah yang indah dari sejarah Andalusia. Khalifah pada saat itu sedang mencari seseorang untuk menikah dengan anak laki-lakinya. Dan khalifah tidak ingin sembarang orang menikah dengan anaknya. Ia menginginkan seorang gadis terbaik. Maka ia membuat pengumuman di kota Kordoba. Ia berkata, jika ada keluarga yang mempunyai anak perempuan yang siap menikah (kamu tahu.. sekitar 16-20 tahun), dan gadis itu telah menghafal seluruh isi Al Qur’an, letakkan sebuah lilin di jendela rumahmu malam ini. 

Mereka berkata, seluruh kota menyala pada malam itu. Karena saat itu ada begitu banyak gadis yang telah hafal Al Qur’an. Kemudian khalifah tadi berkata, anak ku tidak dapat menikah dengan gadis sebanyak itu.  
Kemudian ia mengumumkan di hari berikutnya. Siapapun yang mempunyai gadis yang telah siap menikah, yang telah hafal Al Qur’an, dan juga hafal sebuah buku tertentu fikih maliki, letakkan sebuah lilin di jendelamu malam ini. Dikatakan lagi bahwa malam itu, meski tidak sebanyak malam sebelumnya, namun hampir seluruh kota kembali di terangi nyala lilin.

Saya berani mengatakan bahwa jika kita ditanya tentang seluruh umat kita sekarang, untuk memiliki satu orang gadis yang siap menikah, telah menghafal seluruh Al Quran dan juga satu buku tertentu fiqh maliki selesai, atau buku fiqh lain. Kita tidak akan melihat sebuah lilin pun di jendela rumah-rumah kita malam ini. 
Hal ini menunjukkan keadaan umat. Dan ini adalah sebuah tanda yang kita lihat saat perempuan-perempuan kita terpelajar, umat menjadi kuat. Untuk laki-laki yang terpelajar, selesai, laki-laki akan selalu terpelajar. Mereka akan selalu dibutuhkan. Kalian akan selalu membutuhkan seorang Imam. Tetapi ujian sebenarnya untuk umat adalah saat perempuan terpelajar. 

Kalian lihat sekarang, sebagian besar perempuan-perempuan kita di beberapa bagian di bumi, mereka tidak bisa masuk ke dalam masjid. Mereka bahkan tidak akan mendapatkan ruangan untuk belajar sendiri di masjid. Kalian akan menemukan mereka selesai tahu tentang memasak dan bersih-bersih, sempurna! Ma syaa Allah, ini adalah semua yang kita butuhkan. TIDAK! Mereka harus terpelajar! Inilah mengapa Andalusia dilihat sebagai waktu ummat kita dalam kondisi yang baik. 

Untuk mengetahui tentang islam, tidak, saya tidak mengatakan perempuan untuk pergi ke universitas dan belajar liberal arts dan akuntansi. Saya bicara tentang Islam. Supaya mereka datang ke pusat pembelajaran Islam untuk mempelajari agama. Kita harus memiliki perempuan-perempuan terpelajar. seolah-olah karena mereka adalah satu-satunya yang akan membangun sebuah bangsa. Suami, kamu tahu, ayah tidak ada di sana untuk membesarkan anak. Ibu yang ada di sana. Jika sang Ibu tidak tahu tentang agama, apa yang akan Ia wariskan? Ini menunjukkah seberapa sehat kita, dan realitas ummat kita sekarang, kita sedang sangat sakit. Perempuan-perempuan tidak tahu apa-apa tentang Islam dan laki-laki sangat tidak terpelajar. Maka kita harus memutar balik situasi ini.

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya