Follow Me

Showing posts with label P3R. Show all posts
Showing posts with label P3R. Show all posts

Thursday, December 1, 2016

Yang Aku Suka

December 01, 2016 0 Comments
#random
 
Bismillah.

Random lagi? Hehe.. Yang aku suka dari rajin mengecek statistik di blog ini adalah... bisa baca tulisan lamaku, yang mungkin sengaja/tidak sengaja dikunjungi orang lain. Sore ini, setelah selesai menulis tentang practice, aku buka statistik, trus lihat ada beberapa tulisan yang dikunjungi seseorang di bumi ini hehe, yaiyalah, masa dari mars hehe.

Rasanya senang.. baca tulisan lama, yang dikunjungi orang lain. Kaya baca ulang nasihat lama, trus memori-memori saat menulis itu bermuculan satu persatu. Lalu aku jadi kangen, lalu jadi berdoa, kalau itu tentang seseorang atau sebuah kepanitiaan, atau lain-lain.

***


Seseorang berkunjung kesana. Aku terhenyak membacanya, tetiba jadi kangen sama ukhti pengajak kebaikan. Ukhti tersebut sudah punya anak yang lucu, aku tahu gara-gara akhir-akhir ini sering buka fb meski cuma membaca dan like beberapa postingan di home. Aku ingat saat itu.. aku merasa hubungan kami renggang, trus rasanya itu ga enak banget, kaya diacuhin, kaya dimarahin, padahal tahu teori ukhuwah adalah cermin iman, makin mellow. Akhirnya memutuskan menulis tulisan di link di atas, lalu mengirimkan link-nya ke message fb *dulu belum jaman wa dan line hehe.

Alhamdulillah teteh tersebut membalas, seperti biasa, dengan kata-kata manis, yang sejuk dibaca. Jadi lega.. karena semua jadi clear. Jujur aku takutnya aku punya salah besar ke si teteh, jadinya ada pesan yang ga dijawab meski udah di-seen. Padahal mah, bisa jadi tetehnya lupa, trus lagi sibuk, bukan bermaksud mengabaikan apalagi mendiamkan. Aku dan teteh-nya memang ada perbedaan di pemikiran, tapi.. alhamdulillah akur kok, dan setiap ingat, masih mau mendoakan.

Wednesday, August 8, 2012

Hikmah di Sekitar Decit Printer

August 08, 2012 0 Comments

Bismillah... 

Lembar demi lembar kertas keluar perlahan dari sebuah printer dengan decit khas miliknya. Deretan huruf dan spasi terjajar rapi membentuk paragraf demi paragraf, tercetak di atas kertas tadi. Ini ketiga kalinya aku harus mencetak surat yang sama dalam satu hari. Kiranya kertas bertuliskan surat undangan ini bisa segera di tandatangani dan segera dikirim ke tujuan, ternyata masih ada beberapa kesalahan yang harus diperbaiki.

Sedikit geram dan kesal memang, saat pertama kali merasakan menjadi sekertaris dan harus mencetak ulang sebuah surat sampai berkali-kali.

***

Satu hari penuh nampaknya belum cukup untuk mengurus surat undangan acara STB (Silaturahim Tokoh Bangsa). Jumlah surat yang dibuat memang lumayan banyak, sekitar seratusan lebih, namun masih kurang dari dua ratus.

Mungkin sekilas terkesan mudah, tinggal memeriksa surat kemudian mencetakk, tapi kenyataannya? :P hehe. Here are some lesson i get from becoming a secretary at STB.

Teliti
Lihat dengan seksama. Selusuri kata demi kata, karakter demi karakter. Kesalahan bisa muncul di mana saja, dibagian yang kita kira tak mungkin terlewat.

Sabar
Salah-salah terus? Harus berulang kali memperbaiki? Pasti ada rasa jenuh, kesal dan mungkin geram. Tapi cobalah untuk bersabar. Tak ada yang bermaksud untuk mengerjaimu. Bisa jadi memang dirimu yang salah dan kurang teliti. Jika sudah agak jenuh, tarik nafas perlahan dan luruskan niat.

Mendengarkan
Mendengarkan adalah ketika bukan hanya telinga yang terbuka, tapi juga hati. Mendengarkan artinya tidak membiarkan pesan demi pesan masuk telinga kanan lalu keluar di telinga kiri. Tapi meresapi dalam hati. Karena setiap kritik atau masukan yang ditujukan pada kita, adalah untuk kebaikan diri kita.


***

Printer dihadapanku menggerung keras, tak lagi berdecit seperti yang biasa ia lakukan. Suaranya parau, membuat setiap telinga yang mendengar khawatir. Termasuk aku yang kini menahan nafas menunggu sebuah kertas keluar dari mulutnya. Aku menghela nafas pelan, saat melihat garis yang seharusnya menyambung itu terputus-putus. Sudah lebih dari tiga kali ku-maintain printer di hadapanku, tapi tak kulihat perbedaan yang berarti. Ku tekan tombol on/off di ujung kiri badannya, 'mungkin ia lelah, take a rest then'.

Wallahu A'lam

Thursday, July 26, 2012

Ramadhan Sibuk, Ibadah?

July 26, 2012 0 Comments
Bismillah..

~Jadi malu sendiri, membaca beberapa posting sebelumnya. Hanya berisi curhat, dan hal-hal yang tak banyak memberi manfaat. Kembali ke jalan yang benar, Better Word for A Better World : tak sekedar kata, ia merubah, menginspirasi, mengajak tuk menjadi lebih baik.~

***

Ramadhan.. Ramadhan.. Bersama P3R,
Ramadhan.. Ramadhan.. Bersama P3R.. :)

Senyum sapa salamku untuk
menyambut datangnya bulan
yang penuh berkah
bersama P3R

Rasakan indahnya ramadhan
di masjid Salman ITB
bersama
"Satukan Hati Merangkul Umat"

Ramadhan.. Ramadhan.
Bersama untuk meraih ridho Yang Maha Kuasa
Ramadhan.. Ramadhan.
Isilah hari-hari kita, dengan ceria
bersama P3R :)

***

Senandung lagu soundtrack P3R 1433 H mengalun pelan dalam gumam. Ramadhan kali ini, keistimewaannya berlipat. Jika kemarin aku hanya menjadi penonton, merasakan asiknya duduk disekitar Masjid Salman ITB menjelang waktu berbuka puasa, kita aku tak hanya diam dan menonton. Mungkin bukan peran utama, tapi paling tidak ambil peran (baca: jadi panitia).
Ramadhan, adalah bulan istimewa.. Bulan dimana, ribuan bahkan jutaan umat muslim berpuasa di siang hari, sholat tarawih di malam hari dan mengisi setiap detik waktunya untuk kebaikan (insya Allah).

Ramadhan ini, bisa jadi menjadi ramadhan terbaik bagi mahasiswa ITB angkatan 2011. Namun tak menutup kemungkinan menjadi ramadhan terburuk. Na'udzubillah. Kok bisa? Pasalnya, ramadhan ini ada banyak sekali kegiatan di kampus (meski sedang masa liburan). Mulai dari yang beraroma ramadhan (P3R), yang beraroma mahasiswa baru (OSKM, Simfoni), sampai.. yang beraroma kaderisasi (apalagi kalau bukan osjur).

Adalah sebuah kebanggan sendiri, bagi mereka.. yang bisa memanage diri, agar ibadah lancar, kegiatan/kepanitian juga oke (semoga kita termasuk di dalamnya). Tak hanya kebermanfatan untuk diri sendiri (ibadah vertical), tetapi ada juga kebermanfaatan untuk orang lain (ibadah horisontal) tentunya.. jika ia meniatkannya untuk Allah.

Adalah sebuah kerugian yang besar, bagi mereka.. yang melewatkan bulan Ramadhan, tanpa amalan terbaik. Padahal di bulan ini, semua amal baik dilipat gandakan pahalanya. Dan lagi, bisa jadi ini adalah ramadhan terakhir kita. Jika bukan di bulan ini, lantas di mana lagi kita bisa mengejar keterketinggalan kita?

Maka terutama pada diri, aku berpesan padamu.

Seberapapun sibuk diri, seberapapun tugas dan amanah bertubi-tubi menghantam.. jangan tinggalkan ibadahmu. Seberapapun kegiatan, tugas dan amanah menyita waktumu.. jangan biarkan ibadah sunah lepas. QL, tilawah, dhuha, sodaqoh, silaturahim, sholat rowatib, baca buku, dan masih banyak lagi.

Jangan sampai kau menyesal di akhir Ramadhan. :) Tetap semangat jalani hari. Tugas yang melimpah bukanlah rintangan, bukankah begitu dendang mars cahimpunan mu? Semoga Allah memberi kekuatan, dan pertolongannya :))

***

"A busy life makes prayer harder, but prayer makes a busy life easier" (anonim)

Wallahu'alam bishowab.