Follow Me

Wednesday, June 28, 2017

Buku Kenangan, La Tansa Male Cafe

June 28, 2017 0 Comments
Bismillah.
#buku

Serial Buku Kenangan, mengenang buku yang dulu pernah di baca. Berawal dari tugas dari Kompilasi, lalu jadi terinspirasi ditulis di blog. Alhamdulillah sudah ada beberapa tulisan, mangga kalau ada yang mau baca, tapi jangan protes kalau ga banyak review malah banyak curhat hehe : Bundel Majalah Bobo, Serial Nomik Catatan Harian Olin, Jangan Jadi Bebek 1&2, Jalan Cinta Para Pejuang & Dalam Dekapan Ukhuwah.

Kali ini, buku kenangan judulnya La Tansa Male Cafe, restoran khusus laki-laki. Ada dua serial, yang kedua judulnya Parcel Mini. Novel yang ditulis Nurul F. Huda ini bercerita tentang lima sekawan, mahasiswa yang belajar bisnis kecil lewat buat kafe. Ada banyak konflik di dalamnya, tentunya.. yang aku sudah tidak terlalu ingat. Tapi kalau yang serial kedua masih keingat, dikit-dikit.

Dari novel ini.. aku sedikit mengenal tentang bagaimana interaksi perempuan dan laki-laki menurut islam, belajar persahabatan juga dari buku. Oh ya, yang unik dari novel ini.. di depan ada pengenalan tokohnya, iya bukan ya? Tapi seingatku ada, ilustrasi, serta pengenalan tokoh.

Novel tersebut diterbitkan oleh Gema Insani, saat SMP dulu.. itu penerbit favoritku, karena dari sana.. banyak buku bagus-bagus, selain DAR! Mizan. Selain menulis novel La Tansa, Nurul F. Huda juga menulis serial novel double F, cerita detektif muslim. Ini juga saya sudah pernah baca, meski cuma satu seri saja, yang tentang misteri rumah loji. Kalau novel La Tansa tentang mahasiswa, serial detektif Double F tentang siswa SMA. Harusnya baca ini lebih nyambung ya untuk usia saya SMP dulu, tapi karena stok serial ini di perpus SMP terbatas, jadi ga banyak baca.

Oh ya, mengingat buku ini otomatis juga mengingatkanku akan buku bacaan yang ngehip saat saya SMP dulu. Teenlit. Teenlit terbitan Gramedia Pustaka, laris deh, baik yang penulisnya orang Indonesia maupun yang terjemahan dari penulis luar negri. Mengingat itu.. aku jadi teringat sebuah quotes, kalau kita tidak bisa mengelak, bahwa apa yang kita tonton, apa yang kita baca mempengaruhi kita.

Yang suka baca teenlit, mayoritas jadi terpengaruh dan punya khayalan cinta monyet yang ingin ia rasakan di masa sekolah, apalagi kalau ditambah rajin nonton sinetron hehe. Aku juga dulu baca teenlit sih wkwk, tapi karena diimbangi bacaan bergizi juga, aku yang sudah mumayiz jadi berpikir dan mencari tahu mana yang baik untuk diri. Alhamdulillah teman-teman yang sering main bareng juga bukan tipe yang suka pacaran, jadi terjaga masa-masa remaja itu. Ah.. jadi kangen Nisa, Ama, Uzi, Imel, Anis, dkk.
 Mengenang buku yang satu ini jadi menambah keinginanku, ingin ngoleksi buku yang bagus-bagus untuk anak-anak. Ditambah lagi, kemarin-kemarin saya suka baca pohon bacaan Teh Elma dan anak-anaknya, Hehe.

Disudahi saja ya, daripada banyak ngelanturnya. Yang sedang balik mudik, selamat menikmati perjalanan, banyakin dzikir dan doa. Katanya malem ini puncaknya ya? Yang sabar. hehe. Ngomong sama siapa bell? Ya.. barangkali ada pembaca yang sedang jadi bagian puncak arus balik.

Sekian, semoga bermanfaat. Sampai jumpa di tulisan buku kenangan berikutnya~

Allahua'lam.

Berlian Pertama, Mutiara Ketiga

June 28, 2017 0 Comments
Bismillah.
#buku

Tulisan dibawah ini disadur atau dikutip dari buku Menjadi Wanita Paling Bahagia, Dr. 'Aidh al-Qarni. Setiap Bab-nya diberi nama macam-macam perhiasan, mungkin karena wanita fitrahnya suka perhiasan ya hehe. Dikutip dari Bab Berlian bagian pertama, dan Mutiara bagian ketiga.

***

Ingatlah Saat Airmata Berlinang dan Hatimu Terluka

Seorang sastrawan berkata, "Bila engkau menuntut waktu untuk memenuhi segala keinginan dan seleramu, atau engkau tidak menginginkan sesuatu kecuali yang engkau sukai, maka bersiap-siaplah untuk terjatuh ke dalam lembah kesedihan. Sebab, engkau pasti akan merintih ketika kehilangan apa yang engkau impikan dan tidak memperoleh apa yang engkau dambakan."

Namun, bila engkau sudah sadar bahwa hari-harimu itu suka mengambil dan menolak, memberi dan menahan, dan mereka tak pernah lupa dengan segala hal yang pernah mereka berikan hingga mereka mengambilnya kembali, maka ringankanlah kesedihanmu! Itulah watak dan dinamika hari-hari bagi anak Adam; baik yang tinggal di istana atau yang tidur di gubuk derita, yang berjalan dengan sandal atau mereka yang berjalan tanpa alas di muka bumi ini. Janganlah engkau menangis berlebih-lebihan dan usaplah airmatamu. Engkau bukanlah wanita pertama yang menderita karena diterjang anak panah zaman. Bahkan, deritamu juga bukan yang pertama menghiasi halaman koran-koran kesedihan dan bencana.

Pencerahan: Berhentilah memikirkan dosa dan pikirkanlah hal-hal baik yang akan engkau perbuat untuk menggantikannya.
***

Yang mutiara ketiga, izinkan aku mengutip sebagiannya saja. Sebenarnya yang membuatku berhenti dan membaca buku ini, bukan berlian pertama, tapi satu kalimat sederhana sebelum judul dan isi di mutiara ketiga.

pearl
 Allah telah memaafkan apa yang telah berlalu
....
Pencerahan: Berbahagialah sekarang juga, dan jangan menundanya besok!
Allahua'lam.

Tuesday, June 27, 2017

Jalan-jalan Blog

June 27, 2017 0 Comments
Bismillah.
#blogwalking
Hanya ingin mengutip beberapa tulisan dari blog lain yang aku rasa bermanfaat untukku.

***

Tentang Ruh, Syakilah, dan Tugas Kehidupan Kita - Teh Elma Fitria
Semoga Ramadhan ini kembali mengingatkan kita bahwa : pertama, hakikat dan nilai diri kita adalah pada ruh kita, bukan tubuh, pikiran, apalagi harta benda kepemilikan kita, dan kedua, sesungguhnya kita hadir di dunia ini sebagai ruh, yang kelak akan kembali kepada Allah juga sebagai ruh.

Pada saat itu, kita akan kembali dalam keadaan diridhoi Allah karena telah menunaikan tugas kehadiran di dunia ini, atau dalam keadaan tidak diridhoiNya tersebab mengabaikan tugas tersebut.

Oleh karena itu, mari kita ingat kembali bahwa Allah telah menetapkan dua tugas penciptaan manusia yaitu beribadah kepadaNya dan menjadi khalifahNya di muka bumi ini.

Dengan beribadah kita memelihara dan menjaga ruh (senantiasa sadar akan fitrahnya sebagai makhluk Allah, terjaga sifatnya yang suci dalam kecenderungan pada ketaatan, penghambaan diri, pada kebaikan, amal shaleh dan ketakwaan). Ruh yang terjaga itu akan mampu mengekspresikan potensi unik yang terkandung pada bentuk, karakteristik, atau syakilahnya dalam peran-peran kekhalifahan di tengah-tengah manusia dan alam raya ini.
Tentang Photographer's Best Friend - Doug Hickok
Backlighting may be a photographer's best friend,
especially the way it can transform and highlight a subject,
such as this overhanging branch at Charles Towne Landing. 
Tentang Kemenangan - Choqi Isyraqi
Selepas Ramadhan, kita punya waktu selama 11 bulan untuk menunjukkan bahwa kita berhasil memenangkan Ramadhan kali ini.

Kita sudah berhasil puasa sebulan penuh setiap hari, sekarang kita buktikan, bisakah kita berpuasa 2 hari sekali (puasa daud), atau minimal 2 kali seminggu (puasa senin kamis)?

Kita sudah berhasil bangun untuk sahur setiap hari, sekarang kita buktikan, bisakah kita bangun pagi untuk tahajjud?

Kita sudah berhasil salat sunnah tarawih setiap hari, sekarang kita buktikan, bisakah kita salat sunnah lainnya seperti rawatib misalnya?

Kita sudah berhasil membaca qur’an lebih banyak dari biasanya, sekarang kita buktikan, bisakah kita meningkatkan tadarus kita?

Kita sudah berhasil meningkatkan ibadah kita, sekarang kita buktikan, bisakah kita istiqomah dalam ibadah kita?
***

Pertama, diingatkan lagi, untuk memelihara ruh, diingatkan lagi tentang tujuan beribadah dan menjadi khalifah. Diingatkan lagi untuk lebih mengenal syakilah ruh diri.

Yang kedua, awalnya ngeliat foto kubah masjid di Abu Dhabi, trus liat related post-nya. Mampirlah di sana. Unik sih.. soalnya biasanya kalau orang biasa, sering menghindari backlighting, tapi kalau fotografer, justru bisa jadi teman baik ceunah hehe.

Yang ketiga, diingatkan chechlist yang harus dilakukan pasca Ramadhan. Semoga kita benar-benar termasuk orang yang menang dan berhak menikmati hari kemenangan 1 Syawal kemarin.

Sudah ya, tiga saja. Biar tidak kepanjangan. Baca lengkapnya di link-link di atas ya.

Allahua'lam.

Hari Terakhir Tulisan Susulan

June 27, 2017 0 Comments
Bismillah.
#random

Hari ini, hari terakhir tulisan susulan untuk yang belum lengkap challange menulis Ramadhan kemarin. Aku kurang dua hari padahal.. siapa yang tanya bell? Hehe.

pencil and sharpener
Rasanya kelu.. jemari untuk menulis. Padahal ada banyak hal yang bisa dituangkan dalam tulisan. Tentang obrolan dengan Ayah di awal hari terakhir Ramadhan. Tapi rasanya.. entah jemari yang enggan bergerak, atau diri yang tidak ingin mendekat ke laptop, atau.. rasa takut dalam hati. Takut tulisan sekedar tulisan.

***

Hari ini, dari pada memenuhi dua tulisan yang kurang. Izinkan aku berceloteh random, sekedar melemaskan lagi otot jemari dan otak yang kaku. Padahal baru vakum 5 hari menulis. Izinkan aku lewat tulisan ini, meminta maaf kepada pembaca. Barangkali banyak salah yang kutulis, banyak tulisan yang melukai. Maaf..

Selamat memasuki bulan Syawal, semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan diterima. Semoga kita termasuk yang diberikan rahmat dan maghfirahNya, semoga kita bukan termasuk orang-orang yang merugi. Selamat melaksanakan amal ibadah yang hanya bisa dilaksanakan di bulan Syawal. Yang berhutang puasa, jika sempat lunasi dulu, baru kemudian puasa syawal. Ah.. ini bicara tentang fiqh ya? Silahkan cari sumber yang lebih terpercaya ya tentang ini.

***

Sore ini hujan membasahi kota Purwokerto, aku teringat adikku yang pergi menjemput Ibu dan lupa tidak membawa jas hujan. Sore ini suara hujan ditemani suara derung mobil dan motor yang lalu lalang, mungkin mereka termasuk arus balik mudik. Hujan sore ini.. mari banyak-banyak doa, bukan sekedar doa untukmu, tapi juga untuk orang-orang yang kau sayangi, yang dekat di mata, juga yang dekat di hati. Teringat anak-anak kecil di negeri lain, apa kabar Ramadhan mereka kemarin di Palestina, Suriah? Bagaimana kondisi hari raya idul fitri di sana?

Bicara tentang doa, aku teringat serial resume Month of Forgiveness yang belum selesai. Tinggal bagian akhir padahal. Fal yastajibuli.. wal yu'minu bi.. Penjelasan dua frase itu. Nantikan ditulisan bagian akhirnya ya. Mungkin tidak hari ini, tapi doakan segera hehe. Aamiin.

***

Semoga belum terlambat. Taqabbalallahu minna wa minkum. Ied Mubarak.. Selamat melanjutkan hidup dengan niat yang baru, dengan hati yang lebih bersih dan dengan keimanan yang lebih mengakar lagi. Selamat melanjutkan kemesraan dengan Al Quran seperti saat Ramadhan kemarin. Doakan yang menulis juga ya.. Terima kasih.

Allahua'lam.

Wednesday, June 21, 2017

Resume Month of Forgiveness Bag. 6

June 21, 2017 0 Comments
Bismillah.

Baca Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4 | Bagian 5

***

Lanjut bahas Albaqarah ayat 126.

Fa inni qarib. Maka sesungguhnya AKU dekat.

Di sini yang bikin kagum, orang-orang bertanya tentang Allah kepada Rasulullah, tapi kalimat selanjutnya faqul lahum inni qarib, ga ada "katakan kepada mereka". Allah menjawab langsung, Allah yang menjawab langsung kalau Allah dekat. Begitu dekatnya Allah, maka Allah menjawab langsung pertanyaan kita.

Kata inna maksudnya untuk menghilangkan keraguan. Allah ingin meyakinkan kita bahwa Allah selalu dekat. Selalu, karena kata qarib merupakan kata benda/kata shifat (ism shifah) yang tidak terikat dengan waktu seperti kata kerja yang terikat tenses.
Allah is saying, "don't you ever doubt that I am near." Why are you doubting that I am near? Why do you think I would go away from you? You turn your back on me, I don't turn My back on you. You turn your back on me, you disobey me, you stop loving me. I never stop loving you. You become distance, I stay near.
- penjelasan Ustadz Nouman Ali Khan
Saat orang-orang bertanya kepada Rasulullah tentang Allah, apa yang Allah ajarkan untuk menjawabnya? Bukan penjelasan 99 asma-ul husna, tapi kata sifat bahwa Allah selalu dekat. Mengapa? Karena ketika kita tahu bahwa Allah dekat, artinya kita bisa bicara langsung kepada Allah, kita bisa berdoa, dan shalat. Selain itu.. dengan mengetahui Allah dekat, akan muncul rasa respect, segan, dan merasa selalu diawasi.

Ibarat pengendara motor yang tahu akan ada polisi di jalan X, dia pakai helm, bawa sim stnk, motornya juga dalam kondisi lengkap. Ketika kita merasa Allah dekat, maka apa yang kita bicarakan, apa yang kita lakukan, semua hal akan berubah.

***

Ujibu da'watadda'i  

Ujibu dalam bahasa arab ajaba maknanya menjawab/merespon. Tapi ada kata lain yang maknanya juga mirip, yaitu istijaba. Perbedaannya, ujibu artinya menjawab/merespon dengan cepat, immediately/ without delay. Sedangkan istijaba artinya menjawab/merespon tidak langsung, take time/answer over time.
And by the way, these are the ayat of Ramadhan, yes? So if you really, really want immediate answer, when do you make du'a? Ramadhan. And if you really want Allah to be close, get close to Allah first, recite a lot of Quran, and then make du'a, then recite Quran and make du'a, then recite Quran and make du'a, that's what you should do in Ramadhan.

Oh man, you will enjoy Ramadhan. You make a lots of du'a, you start to enjoying Ramadhan. You don't make a lots of du'a, you won't enjoy Ramadhan. The joy of Ramadhan is in du'a.
- Nouman Ali Khan
Da'watadda'i di sini maknanya Allah merespon/menjawab doa bahkan seseorang yang hanya berdoa sekali. Itu yang pertama. Yang kedua, kata adda'i di sini berarti Allah tidak meletakkan ekspektasi apapun, bukan da'watat taaibin, bukan doa orang yang bertaubat, bukan da'watal muslimin, bukan doa orang muslim. Allah menjawab doa orang yang berdoa.


Ayat ini kalau menurut Ustadz Nouman ditujukan untuk mereka yang sangat-sangat jauh dari Allah.
Because Allah is talking to people who are so far away to Allah. So the first thing He says is, "Look. I am near. You're far, I am near." and then He tells them, "I know you have nothing but this one du'a right now, that's ok, just give Me. Just give Me this one du'a. even if you're just ad-da', you're just the caller. I have no other description for you."

"I can't even call you shalih yet, muslim yet, mu'min yet. I can't call you anything, I'm just calling you ad-da', the caller, that's not even a qualifications. Just that. that's good enough. Just call Me."
- Nouman Ali Khan
Yang ketiga, masih dari da'watadda'i. Kata ad-da'i di sini sifatnya ma'rifat, artinya Allah tahu setiap orang yang berdoa, siapa namanya, bagaimana kehidupannya. Allah mengenal kita, kita spesifik di mata Allah. Kita tidak dipandang sebagai satu orang diantara milyaran manusia di bumi, tapi kita dipandangan sebagai diri kita sendiri spesifik.


Bayangin aja, presiden, atau rektorat, atau CEO perusahaan kenal kita, padahal kita cuma salah satu rakyat indonesia, kita cuma salah satu mahasiswa, atau kita cuma karyawan kelas bawah.




***



Ujiibu da'watad da'i idza da'ani (QS Albaqarah ayat 186)

'idza' artinya kapanpun, kapan pun. 'idza da'ani' kapan pun mereka berdoa kepadaKu. Kapan pun kita berdoa kepada Allah, Allah akan menjawabnya segera. Berdoa padaNya di pagi hari, siang, sebelum tidur, Allah akan menjawabnya. Subhanallah..
"I will answer you whenever you call". This is the invitation of Allah. How is it that we don't listen to this invitation. How can a person stay away from du'a after listening the word of Allah? I don't understand.

Then He says, now I've given you invitation. My invitation is I am near to you, I am ready to listen to you whenever. Even if you haven't make du'a except only one time, I still listen to you. It doens't matter if you don't have no other Islamic good quality except du'a, I still listen to you. What should you do though? This is what Allah is giving for you.
bersambung...

Mari perbanyak doa di hari-hari terakhir Ramadhan ini. Perbanyak ibadah dan perbanyak doa.

Allahua'lam.

#RamadhanInspiratif #Challange #Aksara

Masih Ada Tiga Hari

June 21, 2017 0 Comments
Bismillah.
#fiksi
30 Mei 2017 | Bismillah. Teteh.. apa kabar? Lama banget ga bersua hehe.. Selamat ramadhan teteh~ Oh ya, yang target lebaran harus bisa selesai X juz, aku masih berusaha teh. Tapi surat Y belum selesai-selesai... hehe. Bantu doain ya teh semoga aku semangat sampai akhir Ramadhan nambah hafalan hehe.

21 Juni 2017 | Iya Nay... masih ada tiga hari.. sekarang udah dimana dan gimana?
Nayla tersenyum membaca jawaban teteh yang selama hampir 3 tahun menemani perjalanannya menghafal Quran. Naik-turun, hafal-dilupakan lagi, muncul-menghilangnya Nayla dari halaqah Quran. Sebenarnya kalau boleh, Nayla ingin tutup wajah, sembunyi, malu karena banyak yang lebih muda dari Nayla di halaqah Quran, tapi setoran ke Teh Dea lebih rajin, hafalannya lebih banyak, murajaahnya juga. Tapi... kalau ingat orangtua, Nayla jadi semangat lagi.

'Mungkin Nayla ga bisa kasih banyak hal ke orang tua, ga bisa jadi anak kebanggaan orangtua seperti kakak atau adik Nayla.. tapi, Nayla ingin berusaha menghafal Quran untuk orangtua Nayla. Harus semangat!'

Pesan Nayla memang baru dijawab 20 hari kemudian, tapi pesan itu.. benar-benar berarti untuk Nayla yang belakangan ini terkena flu pesimis. Teh Dea seolah mengingatkan Nayla untuk selalu optimis. Sekarang... Ramadhan akan segera berakhir, tapi kita tetap harus optimis mengerjakan target Ramadhan yang bolong-bolong.. Tiga hari, yang diimbuhi kata "masih". Bukan "tinggal tiga hari" tapi "masih tiga hari".

The End.
 
***
Semoga bermanfaat.. terutama untuk diri.

Allahua'lam.
#RamadhanInspiratif #Challange #Aksara

Sunday, June 18, 2017

Seputar Bayi Baru Lahir

June 18, 2017 0 Comments
Bismillah.
#blogwalking

Memutuskan mengutip dan dijadikan tulisan blogwalking, karena tiba-tiba kangen sama Tsabita yang udah masuk bulan ke enam usianya. Salam rindu (:

***
Bedong itu memang bermanfaat, utamanya untuk membuat hangat, tapi bisa jadi overheating juga kalau terlalu lama atau salah pemakaiannya. Bedong juga bisa membuat bayi tidur lebih lama, mengurangi stress pada bayi, dan membantu regulasi gerakan motorik. Tapi, di sisi yang lain, bedong juga bisa menyebabkan hyp dysplasia atau perkembangan tidak normal dari persendian pangkal paha, bahkan dapat mengakibatkan terlepasnya tulang paha dari asetabulum tulang panggul (pelvis). Efek negatif yang lain yaitu, jika bayi ditidurkan telungkup dengan dibedong, dapat menyebabkan SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). Untuk SIDS ini akan saya masukkan di penjelasan nomor 4. Efek lain bedong yaitu dapat meningkatkan resiko infeksi pernapasan jika terlalu kencang menggunakannya. Hasil penelitian di China dan Turki menunjukkan bahwa bayi yang menggunakan bedong memiliki resiko terkena infeksi pernapasan 4x lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak. Efek terakhir, yaitu jika bayi baru lahir langsung dibedong, dalam beberapa situasi dapat menyebabkan keterlambatan penambahan berat badan pada bayi.
Terus gimana dunk? Pertama, kalau mau membedong bayi, jangan diikat kencang-kencang atau kaki si bayi jangan dilurus-luruskan. Saat ini sudah ada bedong longgar dipasaran, itu lhoo yang pake resleting dan memang longgar. Kedua, membedong boleh saja, tapi jangan juga setiap saat dibedong anaknya, karena anak itu butuh banyak bergerak untuk melatih gerak motoriknya. Jadi, kalau saya dulu di UK, kebanyakan si kecil memang tidak dibedong, dalam beberapa kondisi aja, tapi kebanyakan memang tidak.
- Dewi Nur Aisyah, dalam tulisannya Mitos Seputar Bayi Baru Lahir: Catatan Melahiran di Inggris
....
Yang pertama, anak bayi usia kurang dari 6 bulan, sangat tidak disarankan untuk terkena matahari langsung, yang paling baik adalah dengan terkena matahari yang masuk dari jendela (jadi sinar matahari tidak langsung). Lama menjemur juga bukan 30-60 menit apalagi lebih, tapi cukup 5-15 menit setiap harinya, ga setiap hari juga gpp. Gimana kami yang si kecil  lahir di musim salju? Masa harus dijemur diluar? Hehe… Jadi sebenarnya cukup dengan matahari yang masuk dari jendela, itu pun ga perlu dibuka semua bajunya gpp. Menggunakan baju juga gpp, dan jangan menggunakan topi. Yang perlu diingat lagi, dijemurnya bukan saat matahari jam 11.00-15.00 ya, karena itu adalah harmful sun alias matahari yang berbahaya.
- Dewi Nur Aisyah, dalam tulisannya Mitos Seputar Bayi Baru Lahir: Catatan Melahiran di Inggris
 ***

Baca selengkapnya di link tersebut ya. No other comment in syaa Allah. Semoga bermanfaat.

Allahua'lam.

Tidak Ingin Bertemu

June 18, 2017 0 Comments
Bismillah.
#hikmah
-Musahabah Diri-

Setelah libur nulis, hehe, bandel, hari ini.. ada satu kejadian yang membuatku bisa mengambil hikmah dan ingin menuliskannya.

***


"Assalamu'alaikum," kudengar suara khasnya dari ujung telepon.
"Wa'alaykumussalam warahmatullah. Nida di kosan?" tanyaku.
"Ini siapa ya?" tanyanya. Aku baru teringat, kalau aku menelpon Nida menggunakan nomer internet. 
"Atika," jawabku. Aku berjalan mencari tempat yang lebih sepi, takut menganggu jamaah lain yang sedang fokus tilawah/mendengarkan ceramah.
"Aku boleh ke kosanmu?" tanya ku.
"Kenapa emang Ka?"
"Pengen ngobrol aja, boleh ya?" hening sejenak. Kami sama-sama hening.
"Aku.. masih banyak kerjaan Ka, belum bisa kayanya."
"Nida nggak apa-apa? Aku khawatir..."

***

Pernah ga kalian ngerasain khawatir? Ingin bertemu orang tersebut, sekedar melihat wajahnya, bertukar satu dua kalimat, sekedar ingin berada di sampingnya secara fisik, syukur-syukur bisa membantunya. Tapi sayangnya... orang tersebut menolakmu, katanya ia belum ingin bertemu siapa pun. Jujur ada perasaan sedih saat seseorang yang kita khawatirkan itu, tidak ingin bertemu. Ya, ia menolak untuk sekedar bertemu dengan kita.

Satu kejadian itu somehow membuatku berfikir dalam case lain. Bayangkan Allah, dan hambaNya. Kita... ada masalah nih, ada yang mengganggu pikiran kita, kita sedih, atau kita kesulitan. Saat itu.. Allah mungkin ingin menyadarkan kita, mendekatlah padaKu, berdoa padaKu, minta bantuanKu, bersandarlah padaKu. Tapi kita? Kita justru memilih menjauh dariNya, kita menolak bertemu denganNya, shalat kita terbengkalai, puasa kita, quran tidak disentuh, kita justru menjauh, menolak untuk bertemu.

Padahal Allah ingin membantu kita. Padahal Allah hanya ingin melihat kita ruku' dan sujud kepadaNya. Padahal Allah ingin mendengar curahan hati kita. Padahal..... TT Tapi kita justru menjauh, mencari tempat bergantung yang lain, atau begitu sombong untuk sekedar berdoa kepada Allah TT. Lupa... lupa kalau kita hamba Allah, yang lemah. Lupa... kalau tidak ada tempat lain untuk kembali selain Allah. Lupa.. kalau tidak ada yang bisa jadi tempat bergantung kecuali Allah.

Kita mungkin pernah menolak untuk bertemu dengan Allah. Menolak untuk bertemu Yang Maha Mengurus kita, dan Maha Lembut. Tapi semoga, masa itu tidak lama. Semoga Allah kirimkan teman shalih, atau buku, atau ilham untuk mengingatkan kita lagi. Bahwa menjauhnya kita dari Allah tidak akan pernah mengurangi kesedihan, memudahkan kesulitan, apalagi menyelesaikan masalah. Semoga kita diingatkan bahwa kita cuma perlu mendekat padaNya lagi, bertemu denganNya, curhat padaNya, meminta tolong padaNya, minta ampun padaNya. Seperti itu 'saja'.

Seperti Nabi Yunus 'alaihi salam, yang dalam kegelapan di dalam kegelapan. Terperangkap, tidak tahu jalan keluar. Tapi doanya... La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzalimin. Doa tauhid dan mohon ampun, dijawab dengan cara yang tidak pernah ia pikirkan. Keluar dari perut ikan paus, tanaman yang dimakan mengembalikan energi, dan kaumnya yang sudah beriman. Maa syaa Allah. (':

***


positive meets negative = negative. pingin ketemu, tapi gak seorangpun. kaidah bhs inggris. di bahasa indonesia ga bisa di pakai. ini caption apa?? wkwkwk
Aku masih duduk di sana, terpaku mengingat percakapan singkatku dengan Nida via telepon. Masih ingat betapa sering kami terdiam, bingung mau bicara apa lagi. Ucapan terimakasih Nida, ucapan 'aku nggak apa-apa' Nida, ucapan Nida tidak ingin bertemu siapa pun saat ini, ucapan.....

Saat itu.. meski tidak tahu harus bicara apa, sesungguhnya aku masih ingin mendengar suara Nida, sekedar ingin tahu.. apakah ia benar-benar baik-baik saja. Tapi Nida tidak nyaman, bahkan segera memilih mengakhiri percakapannya.

"Udah ya Ka, aku tutup ya.. Assalamu'alaikum."

Bahkan sebelum aku selesai menjawab salamnya, terdengar suara bahwa telepon sudah terputus. Kalau begini... tidak ada yang bisa aku lakukan selain berdoa bukan?

"Allah.. lindungi Nida, jaga hatinya yang rapuh, jangan biarkan ia larut dalam kesedihan" ucapku dalam hati, kemudian berjalan bergegas ke shaf, karena tarawih sudah dimulai.

***

Allahua'lam.

#RamadhanInspiratif #Challange #Aksara

PS: Italic = fiksi

Friday, June 16, 2017

Quotes Tentang Istighfar

June 16, 2017 0 Comments
Bismillah.
#quotes

doa Nabi Yunus 'alaihi salam
Al Hasan berkata, "Sering-seringlah memohon ampun di rumah, meja makan, jalan-jalan, pasar, majelis, dan dimana pun kalian berada. Sebab kalian tidak tahu kapan ampunan itu diturunkan."

Qatadah berkata, "Sungguh, Al Quran ini menunjukkan kepada kalian penyakit kalian berikut obatnya. Penyakit kalian adalah dosa dan obatnya adalah istighfar."

Iblis -laqnatullah- berkata, "Aku hancurkan anak cucu Adam dengan dosa, dan mereka menghancurkanku dengan ucapan la illaha illallah dan istighfar."

Semua kutipan diatas sumbernya dari bukunya Musthafa Syaikh Ibrahim Haqqi, "Amalan Penghilang Susah (:", Bab Istighfar.

Allahua'lam.

#InspirasiRamadhan #Challange #Aksara

Tentang Ujian dan Bencana di Dunia

June 16, 2017 0 Comments
Bismillah.
#buku
-Muhasabah Diri-

Disadur dari buku Amalan Penghilang Susah (:, Musthafa Syaikh Ibrahim Haqqi.

 *Semoga ga ada yang protes, karena saya belum selesai-selesai baca buku ini hehe.

***
Bencana yang menimpa kehidupan seorang muslim -dengan segala bentuknya- pasti ada manfaatnya meskipun keberadaan bencana tersebut dibenci. Akan tetapi, ternyata dengan bencana itu Allah menghapus kesalahan seorang hamba dan mengangkat derajatnya. Selain itu, bencana juga kerap kali membuat seorang yang ditimpa musibah bertobat. Sehingga ia mau kembali kepada Allah dan tersungkur di hadapan kehariban-Nya. Dan hal ini lebih Allah cintai daripada ibadah lain.
***

Bentuk-bentuk ujian di dunia:

1. Ujian Kesusahan

Diantaranya (a) meninggalnya orang-orang tercinta, (b) cacat bagian tubuhnya (c) penyakit, ketakutan, kelaparan, rezeki yang sempit (d) ujian agama (e) perbuatan buruk/maksiat.

Keterangan di buku, ujian agama adalah ujian terberat. Karena ketika seseorang diuji dengan hal-hal dunia, harta, tahta, manusia, sesungguhnya Allah terlah menyiapkan pengganti yang lebih baik. Tetapi mereka yang diuji agamanya, tidak ada yang bisa menggantikannya.

Mungkin itulah mengapa, sejauh apapun kita dengan Allah, sebanyak apa pun dosa kita, masih ada yang bisa kita syukuri selama kita masih islam dan memiliki iman.

Lanjut, masih keterangan dari ujian (e), orang-orang yang diuji dengan perbuatan buruk/maksiat, maksudnya untuk menguji kebenaran imannya.
Ibnul Qayyim rahimahullah menunjukkan buah dari ujian ini dalam perkataannya, "Sekiranya tobat bukanlah suatu perkara yang paling Allah cintai, tentu manusia paling mulia tidak akan diuji dengan dosa yang dilakukannya. Tobat adalah puncak kesempurnaan anak Adam. Dan dengannya (iman) nenek moyang kita, Adam 'alaihi salam sempurna." - Miftahu Daris Sa'adah, Ibnul Qayyim, I/286

2. Ujian Kenikmatan

Diantaranya (a) kekayaan dan kelapangan, (b) perhiasan dan kesenangan dunia (c) cinta kekuasaan dan kedudukan (d) ketaatan

Contoh ujian kenikmatan ketaatan adalah ketika Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih anaknya (Ismail) kemudian diganti dengan domba.
Ujian kesenangan termasuk yang paling berat. Sebab, bersabar lebih mudah daripada bersyukur.
 ....
Umar bin Khattab, "Saat diuji dengan kesengsaraan, kami bisa bersabar. Tapi, saat diuji dengan kesenangan kami tidak bisa bersyukur"
***
Sesuatu yang ditakdirkan akan mengenaimu, tidak mungkin meleset. Dan sesuatu yang ditakdirkan meleset tidak akan mungkin mengenaimu. (Tinta) pena yang menulis segala yang akan kau temui telah mengering, dan tidak ada tipu daya dalam ketentuan takdirmu. Bencana dapat mendekatkanmu kepada Allah, mengajarkanmu untuk berdoa, dan menghilangkan rasa takabbur, ujub serta bangga terhadap diri sendiri.
Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa engkau bukan satu-satunya orang yang mendapat ujian/bencana. Sebab, tidak ada seorang pun yang tidak pernah merasakan kesedihan dan kesusahan. Yakinlah bahwa dunia adalah tempat ujian dan cobaan, kesempitan dan kekeruhan. Terimalah ia apa adanya dan mohonlah pertolongan kepada Allah.
Janganlah kamu bersedih menghadapi musibah dan malapetaka yang menimpamu.
***

cause it's not Jannah
Semoga sedikit kutipan dari beberapa lembar yang saya baca bisa bermanfaat untuk diri terutama. Dan untuk orang lain, jika Allah mengizinkan.

Sampai jumpa di lain waktu, ini juga jika Allah mengizinkan.

Allahua'lam.

#RamadhanInspiratif #Challange #Aksara

Thursday, June 15, 2017

Sepertiga Terakhir

June 15, 2017 0 Comments
Bismillah.
-Muhasabah Diri-

Sudah sepertiga akhir Ramadhan. Sejenak mari tengok dua pertiga yang sudah terlewati?

perubahan penampakan bulan
Awal Ramadhan.. Kita dengan senang hati menyambutnya. Menikmati tarawih yang hanya ditemui di ramadhan, mengisi hari dengan target-target Ramadhan. Bangun lebih awal untuk sahur, memanfaatkan waktu sahur dan berbuka untuk berdoa.

Pertengahan Ramadhan.. Mungkin pernah semangat kita turun. Lebih memilih masjid yang tarawihnya pendek. Lebih memilih ngabuburit dengan ngobrol ngalor ngidul dengan teman ketimbang tilawah. Tidur sehabis shubuh. Serta target-target ramadhan yang terbengkalai.

Menuju akhir Ramadhan kita teringat/diingatkan lagi tentang kerugian orang yang melewati bulan Ramadhan tanpa dapat apa-apa. Teringat/diingatkan lagi tentang kita, yang tidak pernah tahu apakah tahun depan bertemu ramadhan lagi. Teringat/diingatkan lagi tentang dosa menggunung yang perlu ditaubati dan dimintakan ampunan. Teringat/diingatkan lagi tentang mimpi/keinginan yang perlu sungguh-sungguh kita panjatkan doa di hari-hari mulia Ramadhan.

Sepertiga terakhir Ramadhan. Yang berniat i'tikaf, semoga i'tikafnya khusyu', efektif dan diterima Allah amalan di dalamnya. Yang belum berniat i'tikaf, yuk luangkan waktu sejenak, semalam, dua atau tiga malam. Semoga dengan i'tikaf kita lebih fokus dan tidak banyak terdistraksi.

Terakhir untukku... Itu hp/gadget lain. Notifikasi yang tdk berhenti-berhenti. Sejenak tutup mata dan telinga dari itu semua. Buat waktu khusus lihat hp. Cuma ketika perlu untuk nulis, atau untuk komunikasi dengan orang tua, atau komunikasi lain yang penting. Ok?

Selamat menjalani sepertiga terakhir Ramadhan. Semangat (:

Allahua'lam.

#RamadhanInspiratif #Challange #Aksara

***

PS: Edited