Follow Me

Sunday, November 25, 2018

Apresiasi Tiga Buku

Bismillah.


Kemarin alhamdulillah saya sudah menyelesaikan baca buku "Bukan Galau Biasa", sebuah monolog dua arah karya Teh Tristi. Berarti.. sudah tiga buku, karya anak Aksara Salman ITB yang saya habiskan. Hati yang ikut bangga akan karya tersebut membuatku ingin menulis ini. Bukan resensi, bukan review, bukan pula nukil buku, hanya sebuah apresiasi kecil, dariku.. yang pernah jadi anggota Aksara.

Kontroversial, Aksara Salman ITB, LeutikaPro


Sebuah kumpulan cerpen, dilombakan, menang dan akhirnya diterbitkan. Cerpen-cerpennya kontroversial tapi ciamik. Beberapa yang masih lekat di memori, meski sudah bertahun aku menyelesaikannya. Selain kumcer, buku ini juga menyimpan catatan sejarah terbentuknya Aksara. Lewat buku ini aku jadi mengenal aksara, bahkan sebelum ia terlahir. Termasuk juga tahu urutan pemegang tahta, pengemban amanah menjadi ketua Aksara.

Cerita Terhebat yang Pernah Ada, Aksara Salman ITB, Zukzez Express


Meski bukan termasuk yang 'pertama' membeli, dan agak kikuk membaca fiksi setelah sekian lama, buku ini bagiku, dan bagi penulisnya, bukan cuma sekedar kumcer. Ada perjuangan di sana, lelah, jemu, keringat, bahkan mungkin juga tangis. Aku bukan anggota kelas menulis fiksi, ga pernah dateng, dan karena itu juga, mungkin jadi ga terlalu gaul sama anak aksara lain yang mayoritas ketemu tiap pekan. Tapi aku sedikit banyak tahu drama perjuangannya, agar kelas fiksi istiqomah ada. Buku ini menjadi saksi, bahwa dari perjuangan itu, ada hasil manisnya. J

Bukan Galau Biasa, Tristia Riskawati, Duta Media Tama


Berbeda dengan dua buku sebelumnya yang fiksi. Buku ini non fiksi. Kalau dua sebelumnya kumpulan cerita, ini kumpulan monolog, dua arah. Monolog Teh Tristia Riskawati, berbalas monolog dengan berbagai kenalan, dan kawannya. Temanya macem-macem. Sekilas terkesan random, tapi sebenarnya diawali dari satu hal, keresahan kegalauan di hati Teh Tristi. Buku ini mengingatkan kita, bahwa galau itu tidak sesempit perasaan antara dua manusia lawan jenis. 

***

Aku, meski anggota aksara juga, ikutan bangga atas karya-karya itu. Tumbs up~

Aku... juga ikut malu, karena diri masih stuck di sini, ehm. Niat untuk menelurkan karya sudah ada, tinggal dikuatkan tekadnya, dan diperbanyak kerja ikhtiar dan doanya.

Bantu doain ya hehe. J

Allahua'lam.

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya