Follow Me

Friday, February 24, 2017

Polaris dan Sirius

#blogwalking

Bismillah.

Meskipun suka menikmati indahnya cahaya bintang di langit, saya bukan tipe yang sampai cari tahu atau belajar banyak tentang perbintangan. Tulisan Mba Sinta Yudisia yang satu ini, membuatku belajar sedikit tentang bintang Polaris dan Sirius, serta sedikit filosofinya jika diibaratkan menjadi seseorang yang kita cintai.
Alam semesta mengajarkan banyak hal kepada kita.

Setiap makhluk diciptakaNya berpasangan, bahkan galaxy dan bintang-bintang. Hampir semua bintang memiliki pasangan. Galaxy Bima Sakti atau Milky Way berpasangan dengan Magellan.
Ada satu bintang yang unik, yaitu Polaris. Bintang ini tidak berpindah-pindah, terletak tepat berada di garis langit kutub utara.  Bintang ini tidak terlihat oleh tempat yang memliki lintang derajat 0 seperti Indonesia atau di bawahnya seperti Australia. Negara-negara yang terletak pada lintang 5 derajat sampai 10 derajat masih tidak dapat melihat binang ini dengan jelas. Tapi negara-negara 4 musim dapat melihat bintang Polaris dengan jelas seperti Jepang, China, Korea, Eropa.

Bintang ini tidak berpindah-pindah. Selalu tampak di satu titik. Itulah Polaris.

Bagaimana Sirius? Sirius adalah bintang yang sangat terang benderang. Bintang paling terang di langit kita. Sirius dikenal karena merupakan bintang ganda, ada yang mengatakan 2, ada yang mengatakan 3. Karena terangnya, bintang ini sangat terkenal.
- Sinta Yudisia, Mencintai sosok Polaris (bukan Sirius)
***
sirius

Tambahan ga penting.. apakah bintang yang saat itu aku lihat Sirius? Aku lupa bulan apa, tapi pernah aku melihat bintang di langit Bandung ba'da magrib. Menurutku... itu langka, Bandung tempatku melihat langit, adalah bagian kota yang banyak polusi cahaya, jadi rasanya aneh dan takjub melihatnya. Apakah itu Sirius? Sinarnya memang sangat terang, persis penjelasan Mba Sinta, seolah ada dua atau tiga bintang dalam satu cahaya itu.

Sebenarnya membaca tulisan Mba Sinta ini.. mengingatkanku pada perumpamaan Quran dan letak bintang. Polaris, yang tidak pernah berpindah tempat. Bagaimana masyarakat Arab jika berpergian menggunakan bintang sebagai petunjuk arah. Bagaimana seharusnya Quran kita jadikan petunjuk arah dalam kehidupan kita. Kurang lebih begitu... aku udah pernah menulis tentang ini sih, bagaimana satu bintang, bisa mengandung banyak hikmah, kalau kita mau berpikir lebih dalam, kalau kita mau mentadabburi Al Quran 

Mungkin harusnya di sini.. aku tambahkan penjelasan yang kurang di tulisan sebelumnya. Mengapa di surat At Takwir menggunakan istilah najm untuk bintang, dan mengapa di surat setelahnya (Al Infithar) menggunakan kata kawakib untuk bintang?

Ini penjelasan yang aku dapat dari podcast[dot]bayyinah[dot]com, kalau mau dengerin langsung bisa cek link ini (082 - Infitar part 1), menit ke 11-12, bagusnya dengerin dari awal sampai akhir sih hehe.

Jadi surat At Takwir dan Al Infithar dua-duanya bagian awalnya sama-sama menjelaskan kejadian saat kiamat, tapi ada perbedaan. At takwir banyak fokus kepada darkness, the sun lost its light *wrapped up*, anak perempuan yang dikubur hidup-hidup, dll. Kalau Al Infithar, fokus ke kejadian yang berupa motion, seperti ayat pertama, langit yang terbelah. Nah.. di dua surat tersebut disebutkan apa yang akan terjadi pada bintang, cek ayatnya dulu ya..
At Takwir ayat 2: Wa idzannujuumunkadarat
At Infithar ayat 2: Wa idzal kawakibun tatsarat
Arti an najm adalah the one that shine and twinkle, sedangkan kawakib/kaukab artinya a large star, a briliant star yang letaknya pasti dan sering digunakan sebagai navigasi bagi musafir di gurun pasir atau di laut.
 
Kalau diterjemah Indonesia, bintang di semua surat disebutnya berjatuhan ya? Kalau di podcast, artinya beda. Yang al infithar memang tatsarat itu artinya akan jatuh berserakan, kenapa? Karena di ayat sebelumnya, langit terbelah. Sedangkan at takwir yang dimaksud dengan kadarat dijelaskan dari kata inkidar artinya one to lost color/briliant (becoming dull), kata kadarat itu lawan dari sofa yang artinya pure.

Maaf ya, penjelasannya ga jelas. Kalau penjelasan arti kata kadarat, ini dari podcast link ini (081 - Takwir part 1)  menit ke 15-16. Pokoknya bahasa Quran, pemilihan diksinya, perfect, contohnya penempatan najm dan kawakib kenapa ayat yang sekilas mirip ini, ga boleh ketukar, karena surat at takwir banyak bahas fenomena kiamat berupa darkness, dan al infithar bahas fenomena kiamat yang berupa motion.

***

Semoga dengan tambahan penjelasan beda an najm dan kawakib, jadi lebih bermanfaat, meski jujur, pengin nangis rasanya ngetik itu. Berat euy bahasanya. Tahulah rasanya, harus jelasin sesuatu yang sebenernya kita juga ga terlalu ngerti, atau sekedar tahu dari denger.

Oh ya, tentang podcast[dot]bayyinah[dot]com, disarankan banget untuk dengerin category yang juz amma. Kata ustadz NAK, kalau bisa kita belajar tafsir atau dengerin penjelasan detail tentang arti surat-surat yang sudah kita hafal, biar hafalan kita, ga cuma di bibir, biar ketika kita shalat dan baca itu, jadi ngerti dan ngeh meski cuma sedikit dari surat tersebut.

Aku jg belum selesai dengerin semua sampai an nas sih, banyak kalah mental, karena bukan video, dan bahasa inggris, belum lagi isinya banyak pakai bahasa arab dan istilah arab. *loh ini kok jadi nakut-nakutin? wkwkwk. Tapi coba deh, dengerin, in syaa Allah ga nyesel~ kalau mau versi video, harusnya ada sih.. potongan dari podcast yang udah dibuat animasi islami oleh DA(Darul Arqam) Studio. Coba aja cari di youtube, asa banyak da.. surat-surat pendek terutama, pernah liat yang tentang al fil, keinget banget ilustrasi remah-remah daun yang habis dimakan unta, sebagai metafor penggambaran pasukan gajah setelah Allah kirimkan pasukan burung yang membawa batu dan melempari pasukannya. Ayatnya apa coba?
Faja'alahum ka'ashfimma'kuul (Al Fil ayat 5)
Allahua'lam.

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya