Follow Me

Showing posts with label organisasi. Show all posts
Showing posts with label organisasi. Show all posts

Sunday, October 31, 2021

Pengalaman Serbook Batch 1

October 31, 2021 0 Comments

Bismillah.


Qadarullah wa ma syaa Allah, lewat Guidelight ID, aku ketemu sama Fakhriyah Elita yang jadi mentorku. Aku biasa menyapanya Kak El, meski ia lebih muda dariku. Nah meski lulusan Gizi, ia sangat semangat dan punya banyak projek. Ada @annajm.project (mirip guidelight tapi fokusnya ke tahsin). Ada juga @litera.sea (nah, ini yang mau aku ceritain).


Ceritanya, aku diajakin bantu tim event di @litera.sea. Nah salah satunya lewat event Serbook (Sebulan read book), program baca intensif selama 1 bulan. Selain laporan tiap hari, ada juga diskusi buku di akhir pekan.


Alhamdulillah batch 1 udah beres. Pesertanya masih sedikit sih kurang dari 10 orang. Tapi alhamdulillah lancar. Diskusi akhir pekannya yang rencananya tiap pekan, jadinya cuma 2x dalam sebulan. Yang di akhir alhamdulillah kerekam, meski dengan keterbatasan.


Ada banyak banget pelajaran dan pengalaman sih selama jadi peserta + PJ Serbook. Kaya pengingat harian yang gak jalan tiap hari. Trus aku juga waktu itu masih kewalahan di time management. Sering baru laporan di akhir hari.


Oh ya, sebenernya pengen banget segera buat batch 2, tapi untuk saat ini sampai desember aku gak berani nambah amanah. Takut malah jadi zalim.


Pencapaian sebagai peserta, lewat serbook aku jadi selesai baca bukunya Amru Khalid yang tentang asmaul husna. Jujur, ini sesuatu banget buat aku. Karena jumlah halamannya 512, dan aku udah baca buku ini dari bulan Maret 2021. Delapan bulan aku bacanya. Parah >< jangan ditiru yaa.


***


Oh ya, salah satu kendala Serbook Batch 1, adalah microphone di laptop gatau kenapa error dan gak bisa dipakai untuk google meet. Jadilah harus double akun. Beda ya, kalau cuma jadi peserta yang gak harus open mic.


Ini PR juga sih, semoga besok aku gak lupa buat beli earphone dan nyobain supaya bisa on mic di google meet laptop. Doain ya, semoga bisa. Karena november-desember akan sering kepakai (3x sepekan).


Serbook Batch 2 mungkin akan dibuka tahun depan in syaa Allah. Semoga bisa terlaksana lebih baik lagi. Aamiin. 


Allahua'alam.


***


PS: Nulis ini jadi keinget arketipe. Arketipe apa kabar ya?

Tuesday, August 16, 2016

Friday, October 23, 2015

Perempuan-perempuan Tangguh

October 23, 2015 0 Comments
Bismillah.

komunikasi yang pas, tak lebih dan tak kurang

"Mengertilah, mereka perempuan tangguh tetap saja membutuhkan engkau, adam." -fatimahkurniawan[tumblr]

***

Ga ingin banyak basa-basi. Oh ya, ini fokusnya bukan tentang perempuan yang membutuhkan laki-laki dalam bingkai penikahan. Soalnya kalau dalam hal itu, in syaa Allah udah pada setuju kan? Memang kenyataannya Allah menciptakan kita (baca: perempuan) adalah sebagai pasangan kaum adam.

Ini tentang pembagian tugas di organisasi, unit, atau komunitas. Ingin mengingatkan saja, mari jangan melupakan fitrah.

Di satu sisi, untuk akhawat. Salut buat akhawat tangguh yang bisa melakukan banyak hal dalam kepanitiaan misalnya. Mulai dari nulis surat peminjaman, bolak-balik ke LK buat pinjem ruangan, bikin sususan acara, sampai angkat-angkat logistik yang diperluin pas acara (misal karpet, soundsystem, dsb). Ya, memang kalian perempuan tangguh, namun bukan berarti kalian bisa melakukan semua hal. Jangan melupakan fitrah, ada saatnya kalian perlu buang gengsi untuk minta bantuan ikhwan. Jangan sampai melakukan semua hal, eh dibelakang misuh-misuh karena ikhwan pada ga sensitif. Hehehe.

Di sisi lain, untuk ikhwan. Saran aja, kalau ada akhawat yang mau bantu satu hal, jangan tiba-tiba minta bantuan hampir semua hal ke akhawat. Mohon diperhatikan juga kondisi fitrah akhawat. Misal, ada akhawat yang ga masalah mau ditugasin jadi kadiv humas yang harus kontak sana-sini kontak banyak orang 'asing', tapi ada juga akhawat yang ngerasa ga nyaman harus bolak-balik kontak laki-laki 'asing' non-mahram/ajnabi. Atau contoh lain kalau misal liat akhawat ikut angkat-angkat apa gitu, jangan diem aja, tanyain atau justru ambil alih aja. Soalnya ada akhawat yang "yaudah biasa aja sih cuma angkat dua karpet dari gedung A ke gedung B," tapi ada juga akhawat yang diem tapi dalam hati misuh-misuh karena ikhwan ga ada yang sensitif. Hehe.

Thursday, October 1, 2015

Adakah Diri Telah Jauh Tertinggal?

October 01, 2015 0 Comments

-Muhasabah Diri-
 
Bismillah..

Judul asli:  Gulir Waktu di ITB, Perlombaan Mahasiswa ITB dengan Waktu
Ditulis tanggal: 30 April 2013
Untuk: Draft G-Newsletter April 2013

***

“Jika dahulu aku berteman dengan waktu,  maka sejak berada di ITB, waktu adalah rivalku.”

My rival: Time
Satu demi satu langkah yang kita ambil saat pendaftaran ulang mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung, kemudian mengantarkan kita ke dunia yang berbeda. Dunia, dimana waktu bukan lagi menjadi teman kita, ia adalah rival. Mulai saat itu, sadar atau tidak sadar, suka atau tidak suka, kita berlomba dengan waktu.

Tahun Pertama

Adapun waktu saat TPB, ia berjalan cepat. Sehingga tidak begitu sulit bagi mahasiswa ITB, untuk menyeimbanginya.

Berbeda dengan kampus lain, dimana setiap mahasiswa baru sudah mendapat jurusan. Di ITB setiap mahasiswa baru, harus merasakan tahun pertama yang sering di sebut TPB (Tahun Persiapan Bersama). Fungsinya sesuai dengan kepanjangannya, mempersiapkan mahasiswa baru sebelum nantinya akan masuk ke jurusan. Beberapa materi dasar seperti kalkulus, fisika dan kimia di berikan di tahun pertama ini. Selain itu, ini adalah masa mahasiswa ITB untuk mencoba mengikuti banyak unit. Mereka bilang, tahun pertama ini.. “Tahap Paling Bahagia” di ITB.

Tingkat 2

Di Tingkat 2, waktu mulai berlari kecil. Di masa ini, mahasiswa ITB ada yang ikut berlari kecil mencoba menyeimbangi, ada pula yang tidak sadar sehingga saat jarak terlanjur tercipta, mereka mulai terengah untuk menyeimbanginya.

Friday, May 29, 2015

Remidial Ini...

May 29, 2015 0 Comments
-Muhasabah Diri-

Bismillah.

Pernahkah kamu merasa diuji di situasi yang sama namun berbeda waktu dan tempat?


***

Rasanya seperti remidial ujian, karena setelah dipikir-pikir, sepertinya di ujian sebelumnya aku banyak salah. Sikap yang salah, respon yang tidak tepat, dan jawaban yang banyak melukai hati orang-orang,

Dan di detik-detik terakhir remidial ini, aku hampir saja menyerah. Hampir memilih untuk menjawab dengan sikap yang sama seperti sebelumnya.

Namun Allah seperti membantuku dengan rencana-Nya. Membantu, agar aku memilih sikap yang berbeda. Dan itulah yang terjadi, aku merespon remidial ini dengan jawaban berbeda. Jawaban yang lebih baik dari sebelumnya. Jawaban yang tidak melukai banyak hati.