Masih Belum Mengerti
Isabella Kirei
August 19, 2020
0 Comments
“Ketauhilah, kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang tersedia, maka bantulah saudaramu untuk menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya dan jika anda punya kepentingan atau tugas selesaikan segera.” - Hasan Al Banna
Saat mereka diberitahu akan kebenaran, mereka akan berkata, "Aku ragu". Sebenarnya itu adalah palsu, topeng, a facade. Masalah utamanya adalah hati mereka punya keinginan dunia, tak mau melepaskan hawa nafsunya. Lalu untuk menutupinya mereka membuat alasan-alasan intelektual. Saat kebenarannya terungkap, mereka akan berkata, "aku tak ingin berubah, I don't wanna change". Mereka tak ingin keluar dari keasaan yang menyedihkan.Membaca kutipan itu membuatku banyak berkaca tentang diri. Bahwa terkadang aku tahu, aku sedang membuang sia-sia waktuku, masa mudaku,.. tapi tidak mudah untuk segera bangkit dan memaksa diri melakukan hal yang produktif. Bukan karena aku ragu, bahwa manusia selalu dalam keadaan rugi, bukan juga karena aku ragu, tentang setiap hal akna ditanya tanggung jawabnya. Seringkali justru... aku tidak segera bangkit karena aku berat melepas 'dunia' dan 'kesenangan semu'. TT
Kenapa membahas pendapat Ibnu Taimiyah tersebut? Karena Allah setelah menyebut iman dan amal shaleh, Dia menyebut dua hal berikutnya bukan? Mengingatkan akan kebenaran dan mengingatkan akan kesabaran. Ibnu Taimiyah berargumen bahwa tawashau bil haqq, mengingatkan akan kebenaran, adalah alat penghapus keraguan. Kebenaran adalah senjata untuk melawan keragu-raguan. Jadi tawashau bil haqq menghilangkan penghalang yang pertama, doubt.
Lalu penghalang yang satunya lagi? Hawa nafsu, temptation. Untuk melawan hawa nafsu, mengetahui kebenaran saja tidak cukup. Kau harus memiliki kekuatan untuk tak jatuh ke dalamnya, kekuatan untuk mengontrol dan menahan diri sendiri. Darimana datangnya kekuatan seperti itu? Dari tawashau bish shabr, saling mengingatkan akan kesabaran.
Kau lihat betapa indahnya? Dua hambatan yang menghalangi manusia dari iman dan amal shaleh, dari jalan keselamatan, keduanya diselesaikan dengan tawashau bil haqq wa tawashau bish shabr. Di situlah letak pentingnya memahami pendapat Ibnu Taimiyah.Allahua'lam.
Hal-hal yang paling penting jangan sampai dikalahkan oleh hal-hal yang sepele
Kemampuan manajemen yang baik tidak akan memberikan banyak perbedaan jika Anda tidak benar-benar berada di "hutan yang benar". Namun jika Anda berada di "hutan yang benar", hasilnya akan sangat berbeda.
- Stephen R Covey, dalam bukunya 7 Habits of Highly Effective People
Orang-orang sukses mempunyai kebiasaan mengerjakan hal-hal yang tidak suka dikerjakan oleh orang-orang yang gagal. Mereka sebenarnya juga tidak senang melakukannya. Namun, ketidaksukaan mereka ditundukkan oleh keinginan kuat untuk mencapai tujuan.
- E. M. Gray, dalam esainya yang berjudul "The Common Denominator of Success"
Kita bereaksi terhadap aktivitas yang mendesak. Aktivitas yang penting dan mendesak membutuhkan lebih banyak inisiatif, lebih banyak proaktifitas Anda. Kita harus bertindak untuk menangkap peluang, mewujudkannya. Jika tidak melatih kebiasaan kedua, jika tidak memiliki pemikiran yang jelas tentang aktivitas apa yang penting, tentang keinginan yang ingin dicapai, kita dengan mudah beralih merespon hal yang mendesak tersebut.
- Stephen R Covey, dalam 7 Habits of Highly Effective People
Selama Anda berfokus ke kuadran 1, kuadran ini akan semakin besar, sehingga akan mendominasi diri Anda. Hal ini seperti Anda berselancar di atas ombak. Masalah yang besar datang dan menjatuhkan Anda, lalu membuat Anda terseret dan terhanyut. Anda harus berjuang untuk bangkit lagi, hanya untuk menghadapi masalah lain yang akan menjatuhkan dan menghempaskan Anda kembali ke dasar.
Banyak orang yang benar-benar diterpa habis-habisan masalah setiap hari. Satu-satunya kelegaan yang mereka miliki adalah dengan cara mencari pelarian ke aktivitas yang tidak penting dan tidak mendesak di kuadran 4.
...saya yakin jika Anda bertanya apa yang ada di kuadran 2 dan secara proaktif menerapkannya, Anda akan mendapatkan hasil yang sama. Efektivitas Anda akan meningkat tajam. Permasalahan dan krisis akan berkurang menjadi porsi yang wajar karena Anda bisa berpikiran maju, mengatasi masalah dari akar permasalahannya, sejak awal melakukan langkah pencegahan yang mencegah situasi berkembang menjadi krisis.
Stephen R Covey, dalam 7 Habits of Highly Effective People
Hanya saat itu, kita bisa mengatakan tidak pada popularitas kuadran 3, dan kesenangan melarikan diri ke kuadran 4.Bahkan Covey juga menuliskan,
Sebagian besar orang mengatakan kesalahan utama mereka adalah kurangnya disiplin. Saat memikirkannya lebih dalam, saya yakin bukan itu masalahnya. Masalah yang mendasar adalah bahwa prioritas mereka belum tertanam secara mendalam di hati dan pikiran mereka.Hal ini membuatku berkaca.. bahwa saat aku merasa kewalahan dalam manajemen waktu, mungkin yang perlu aku lihat terlebih dahulu adalah... apakah tujuan/misi hidupku sudah tertanam kuat di hati? Apa aku benar-benar menginginkan ridha-Nya, apakah aku benar-benar ingin menghamba padaNya dan mati dalam keadaan syahid? Karena mungkin justru karena 'akhir hidup' yang kuinginkan masih mengawang-awang, jadi aku sering memilih sibuk di kuadran lain selain kuadran 2.
Dalam ungkapan arsitektur, bentuk mengikuti fungsi. Sama halnya, manajemen mengikuti kepemimpinan. Cara Anda menghabiskan waktu merupakan hasil dari Anda melihat waktu Anda dan cara Anda benar-benar melihat prioritas Anda. Bila prioritas Anda tumbuh dari pusat prinsip dan misi pribadi, bila prioritas ini benar-benar tertanam di hati dan pikiran Anda, Anda akan melihat kuadran 2 sebagai tempat yang alami serta menyenangkan untuk menginvestasikan waktu Anda.***
| bukan di panen, justru dibiarkan menguning, kering, bahkan diinjak (hint: alhadid:20) |
Tapi ada hal-hal yang bisa kita tunda, misal menunda kesenangan, atau menunda kemalasan.
Beberapa orang punya "laku" tertentu untuk menunda kesenangan, sebelum tercapainya cita-cita. Seperti Mahapatih Gajahmada yang bersumpah untuk tidak memakan buah "Palapa" (menikmati kesenangan dunia) sebelum nusantara bersatu. Ritual beberapa agama juga mensyaratkan puasa sebagai sarana pengendalian diri, menunda kesenangan dan kepuasan diri, untuk mencapai derajat takwa dan peningkatan kualitas diri yang lebih baik.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak yang mampu mengendalikan dirinya dengan lebih baik, ditunjukkan dengan eksperimen mereka bersedia menunda mendapatkan permen untuk mendapatkan permen lebih banyak, mempunyai emotional quotience yang lebih tinggi dan cenderung lebih sukses di masa dewasanya.
- Dosen IF, Pak Wikan dalam akun Facebook-nya
![]() |
| bukan tentang kuantitas waktu, tapi tentang kualitasnya, keberkahan yang diberikan-Nya pada tiap masa hidup kita |
| My rival: Time |
Free Time
"Those of you that are young, that are just in college or high school, if you find yourself having a lot of free time, either fill it up with memorization of Qur’an or fill it up by getting a job. Do something with your time that’s productive.Don’t waste your time. It is free time that destroys most people’s faith. It’s that free time that goes into dating. It’s that free time that goes into clubbing. It’s that free time that goes into drugs. It’s free time. If you’re weak, don’t give yourself free time. Don’t give yourself free time and keep yourself busy. And keep asking Allah for help.”
"Bagi Anda yang masih muda, yang baru masuk kuliah atau SMA, jika Anda merasa memiliki banyak waktu luang, isilah waktu Anda dengan menghafal Al-Qur’an atau dengan mencari pekerjaan. Lakukan sesuatu yang produktif. Jangan sia-siakan waktumu. Waktu luang lah yang biasanya merusak iman seseorang. Waktu luang lah yang menuntun pada sebuah hubungan kencan. Waktu luang lah yang menuntun Anda pada ‘clubbing’. Waktu luang lah yang menuntun Anda pada obat-obatan terlarang. Waktu luang yang menyebabkannya. Jika Anda merasa lemah, jangan biarkan diri Anda memiliki waktu luang. Jangan biarkan dan jagalah diri Anda dengan kesibukan. Dan tetap berdoa kepada Allah untuk membantu Anda."
-Nouman Ali Khan, dalam seri program Ramadhan “Quranic Gems” Juz 30 oleh Quran Weekly
"Ada beberapa amanah yang harus komunikasi via wa",dan alibi lainnya yang, seringkali kita -terutama saya- kemukakan
"Saya punya amanah untuk mensyiarkan Ramadhan via medsos"
"You don't have something called free time guys. You don't!kalian tidak punya sesuatu yang disebut waktu luang. tidak!
You are members of this ummah. Any member of this ummah, especially the young member of this ummah constantly working to make his society betterkalian adalah bagian dari umat ini. Dan setiap diri yang menjadi bagian dari umat, khususnya para pemuda umat secara konstan bekerja untuk menjadikan masyarakatnya menjadi lebih baik.
They do something good for people.mereka melakukan hal baik kepada orang-orang.
You don't have free time! You don't have time to play video games for 8 hours.
You don't have time for the new movie that's coming out. You don't have time!
You have time to do more important things. You're the youth of this ummah. Hold yourself to a higher standard.kalian memiliki waktu untuk mengerjakan hal-hal yang lebih penting. Kalian adalah pemuda umat ini. Jaga dan tahan dirimu untuk standar yang lebih tinggi.
Not because the elders are telling you, because the sheikh is telling you, because somebody else is telling you.Bukan karena senior menyuruh kalian, atau sheikh menyuruh kalian, bukan pula karena orang lain menyuruh kalian.
Because your own conscious should tell you! Your 'Laa ilaha illaLLah' should tell you man!Tapi karena kesadaranmu yang seharusnya menyuruhmu. Ucapan 'Laa ilaha illaLLah'-mu yang seharusnya menyuruhmu.
Setiap melihat tulisan, quote, status, posting, gambar, atau apapun. Rasanya ingin memindahkannya ke sini.. kemudian menuliskan satu dua baris kata tentangnya.-ucap Isabella Kirei dalam benaknya
Mungkin rasa itu, yang berhasil membuat blog ini tetap rame (di isi dan dikunjungi diri).
Bagiku, di sini seperti sebuah buku catatan. Dimana setiap hal menarik yang kulihat, kubaca, kudengar dan kutonton, ingin kucatat. Kuabadikan dalam rekam memori berupa gambar dan tulisan.