Follow Me

Showing posts with label waktu. Show all posts
Showing posts with label waktu. Show all posts

Wednesday, August 19, 2020

Masih Belum Mengerti

August 19, 2020 0 Comments
Bismillah.



Aku masih belum mengerti. Masih hampir selalu merugi. Tapi aku, tak ingin henti. Meski jujur, aku takut yang tertulis di sini hanya topeng, yang menutup bagian buruk rupa diri. Dan setelah menulis ini, apakah pilihanmu menjadi berbeda?

Allahua'lam.

Wednesday, February 13, 2019

3 Menit yang Mahal

February 13, 2019 0 Comments
Bismillah.
#hikmah

Aku pernah marah-marah sendiri karena seseorang yang tidak meluangkan waktu tiga menit saja. Sampai Allah memberitahuku, bahwa tiga menit itu waktu yang mahal. Situasinya dibalik, saat aku diberi pilihan untuk meluangkan waktu tiga menit, untuk orang lain. Ternyata memang tidak mudah. Ternyata tiga menit itu waktu yang mahal.

Bagaimana jika yang orang lain minta bukan hanya tiga menit?

***

Setiap dari kita manusia sibuk, sibuk dengan urusan masing-masing. Ada yang sibuk bertahan hidup, ada yang sibuk bersenang-senang melupakan akhirat, ada juga yang sibuk memperbaiki diri. Waktu tiga menit yang aku minta, yang kamu minta bisa jadi waktu yang mahal baginya, jadi jangan banyak menuntut. Tapi coba memahami, dan berbaik sangka, meski keduanya memerlukan usaha yang besar, dan hati yang lapang. 

Menulis ini jadi ingat nasihat terkenal dari Hasan al Banna. Ada yang hafal? Hehe. *aku juga ga hafal hehe. **googling dulu hehe J
“Ketauhilah, kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang tersedia, maka bantulah saudaramu untuk menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya dan jika anda punya kepentingan atau tugas selesaikan segera.” - Hasan Al Banna
***


Tiga menit itu mahal. Maka jangan lupa berterimakasih pada mereka yang mau meluangkan waktu tiga menit, atau bahkan lebih banyak dari itu. Doakan, semoga Allah memberikan balasan yang lebih baik. 

Untuk siapapun yang merelakan waktunya untuk membantuku atau membersamaiku,  Jazakumullah khairan katsiran. . atas waktunya (:

Allahua'lam. 

Tuesday, November 13, 2018

Dua Hal

November 13, 2018 0 Comments
Bismillah.
#nukilbuku #buku

Ada satu e-book yang belum selesai saya baca, namun ingin kutulis salah satu pelajaran dari buku tersebut. Judul e-booknya, Tafsir Al Ashr. Jadi penyusunnya, Suhendi Pusap, menceritakan ulang apa yang ia dapat dari lecture ustadz Nouman Ali Khan tentang Al Ashr. Aku dapet info tentang e-booknya dari broadcast di grup WhatsApp NAKID, yang mau download e-booknya bisa cek wordpressnya nakindonesia.



***

Jadi dari e-book ini saya jadi tahu pendapat Ibnu Taimiyah tentang dua hal yang menghalangi seseorang untuk beriman dan beramal shalih, yaitu syubhat dan syahwat. Padahal iman dan amal shalih, keduanya merupakan jalan keselamatan. Syubhat di sini maksudnya keraguan/doubt. Syahwat merupakan nafsu, temptation, atau bisa juga diartikan desire.

Ada orang yang tidak menerima kebenaran, karena ia ragu, benarkah ini jalan yang benar? Benarkah islam agama yang benar? Syubhat merupakan permasalah pikiran dan intelektual.

Adapun syahwat adalah masalah psikologi atau spiritual. Orang-orang yang sudah tahu dan yakin atas kebenaran, namun memilih tidak berjalan di atasnya, karena syahwat, hawa nafsu dan merasa sulit melepaskan 'kesenangan' semu duniawi. Karena saat kita tahu kebenarannya, dan kita memilih untuk hidup di atasnya, akan ada banyak konsekuensi dari pilihan tersebut.

Di e-book ini disebutkan bahwa kebanyakan orang menolak kebenaran, karena syahwat, bukan karena syubhat. Awalnya mereka enggan melepas 'kesenangan', hawa nafsu mereka, kemudian syaitan menghadirkan keraguan dihati mereka. Dua hal ini, syubhat dan syahwat saling mempengaruhi satu sama lain.
Saat mereka diberitahu akan kebenaran, mereka akan berkata, "Aku ragu". Sebenarnya itu adalah palsu, topeng, a facade. Masalah utamanya adalah hati mereka punya keinginan dunia, tak mau melepaskan hawa nafsunya. Lalu untuk menutupinya mereka membuat alasan-alasan intelektual. Saat kebenarannya terungkap, mereka akan berkata, "aku tak ingin berubah, I don't wanna change". Mereka tak ingin keluar dari keasaan yang menyedihkan.
Membaca kutipan itu membuatku banyak berkaca tentang diri. Bahwa terkadang aku tahu, aku sedang membuang sia-sia waktuku, masa mudaku,.. tapi tidak mudah untuk segera bangkit dan memaksa diri melakukan hal yang produktif. Bukan karena aku ragu, bahwa manusia selalu dalam keadaan rugi, bukan juga karena aku ragu, tentang setiap hal akna ditanya tanggung jawabnya. Seringkali justru... aku tidak segera bangkit karena aku berat melepas 'dunia' dan 'kesenangan semu'. TT

***

Terakhir, izinkan aku salin ulang, menukil tiga paragraf dari e-book Tafsir Al Ashr yang diceritakan ulang oleh Suhendi Pusap dari ceramah Ustadz Nouman Ali Khan.
Kenapa membahas pendapat Ibnu Taimiyah tersebut? Karena Allah setelah menyebut iman dan amal shaleh, Dia menyebut dua hal berikutnya bukan? Mengingatkan akan kebenaran dan mengingatkan akan kesabaran. Ibnu Taimiyah berargumen bahwa tawashau bil haqq, mengingatkan akan kebenaran, adalah alat penghapus keraguan. Kebenaran adalah senjata untuk melawan keragu-raguan. Jadi tawashau bil haqq menghilangkan penghalang yang pertama, doubt.
Lalu penghalang yang satunya lagi? Hawa nafsu, temptation. Untuk melawan hawa nafsu, mengetahui kebenaran saja tidak cukup. Kau harus memiliki kekuatan untuk tak jatuh ke dalamnya, kekuatan untuk mengontrol dan menahan diri sendiri. Darimana datangnya kekuatan seperti itu? Dari tawashau bish shabr, saling mengingatkan akan kesabaran.
Kau lihat betapa indahnya? Dua hambatan yang menghalangi manusia dari iman dan amal shaleh, dari jalan keselamatan, keduanya diselesaikan dengan tawashau bil haqq wa tawashau bish shabr. Di situlah letak pentingnya memahami pendapat Ibnu Taimiyah.
Allahua'lam.

Thursday, November 1, 2018

Manajemen Waktu, Manajemen Prioritas

November 01, 2018 3 Comments
Bismillah.
#buku #nukilbuku

Ini adalah nukil buku 7 Habits of Highly Effective People, Stephen R Covey. Ada yang masih ingat kebiasaan satu dan dua? Yang pertama : Jadilah Proaktif. Yang kedua: Mulai dari Tujuan Akhir. Dan tulisan ini in syaa Allah akan membahas tentang kebiasaan ketiga. Apa? Manajemen? Bukan hehe. Kebiasaan ketiga adalah, Dahulukan yang Utama.

Halaman pertama bab ini dibuka dengan sebuah kutipan oleh Goethe,
Hal-hal yang paling penting jangan sampai dikalahkan oleh hal-hal yang sepele

Setelah Menentukan Tujuan, Kita Perlu Belajar Manajemen Pribadi

Di bab sebelumnya, Covey menggambarkan pentingnya menentukan tujuan dengan kisah tentang pengusaha perambah hutan dengan parang. Tugas pemimpin yang memanjat pohon tertinggi dan memeriksa keseluruhan situasi, memberitahu apa mereka berada di hutan yang benar atau tidak. Ga kebayang? Sama aku awalnya juga bingung hehe.

Misal ada pekerja pembersih. Fokus pekerja ya, gimana secara efektif membersihkan. Sapu dulu, kemudian pel, atau tata dulu segala yang berantakan dll. Sedangkan pemimpin diperlukan untuk memberitahu apakah mereka berada rumah/ruangan yang benar. Bayangin aja yang pesan jasa kebersihan itu runah nomer 67, mau seefektif apapun bersihin kalau ternyata salah alamat, kan percuma.

Kenapa aku jelasin itu? Karena ada kutipan yang menggunakan istilah "hutan yang benar". Kutipan ini, mengingatkan kita, bahwa setelah kita tahu tujuan hidup kita, misi hidup kita, yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah belajar manajemen. Manajemen diri, manajemen waktu dan manajemen prioritas untuk mencapai tujuan/misi hidup tersebut.
Kemampuan manajemen yang baik tidak akan memberikan banyak perbedaan jika Anda tidak benar-benar berada di "hutan yang benar". Namun jika Anda berada di "hutan yang benar", hasilnya akan sangat berbeda.
- Stephen R Covey, dalam bukunya 7 Habits of Highly Effective People
Jadi, jika sudah punya tujuan hidup, misi hidup, sekarang saatnya kita belajar manajemen pribadi. Di sini, kita belajar untuk memanajemen waktu dan prioritas kita. Bagaimana, agar kita tidak lupa pada tujuan kita. Kita belajar untuk disiplin. Belajar agar kita tidak terdistraksi dan malah melakukan hal-hal yang sia-sia. Bagaimana kita fokus melakukan hal-hal yang bisa menjadi jalan kita mencapai tujuan kita, meski harus bersusah payah dan jatuh bangun.

Orang-orang sukses mempunyai kebiasaan mengerjakan hal-hal yang tidak suka dikerjakan oleh orang-orang yang gagal. Mereka sebenarnya juga tidak senang melakukannya. Namun, ketidaksukaan mereka ditundukkan oleh keinginan kuat untuk mencapai tujuan. 
- E. M. Gray, dalam esainya yang berjudul "The Common Denominator of Success"

Konsep 4 Kuadran: Mendesak, Tidak Mendesak, Penting, Tidak Penting

Mungkin sudah banyak yang mendapat materi ini terkait manajemen waktu atau prioritas. Jadi ada empat kuadran. Kuadran I: penting dan mendesak. Kuadran II: penting dan tidak mendesak. Kuadran III: tidak penting dan mendesak. Kuadran IV: tidak penting dan tidak mendesak.




Di situ ada contohnya juga.. tapi izinkan aku kasih contoh lagi ya. Kuadran satu, misal tugas yang harus selesai hari ini. Kuadran dua, tugas yang dikumpulkan pekan depan. Kuadran tiga, ajakan teman untuk makan/main bareng hari ini. Kuadran empat, main game, streaming youtube, main sosmed, dll.

Tahukah dimana kita seharusnya banyak menghabiskan waktu kita? Kuadran dua! Benar. Sekilas, mungkin kuadran satu (mendesak dan penting) lebih harus diprioritaskan, tapi gak akan ada habisnya. Kuadran satu itu muncul karena kita menunda mengerjakan kudran dua.
Kita bereaksi terhadap aktivitas yang mendesak. Aktivitas yang penting dan mendesak membutuhkan lebih banyak inisiatif, lebih banyak proaktifitas Anda. Kita harus bertindak untuk menangkap peluang, mewujudkannya. Jika tidak melatih kebiasaan kedua, jika tidak memiliki pemikiran yang jelas tentang aktivitas apa yang penting, tentang keinginan yang ingin dicapai, kita dengan mudah beralih merespon hal yang mendesak tersebut.
- Stephen R Covey, dalam 7 Habits of Highly Effective People 
Covey mendeskripsikan orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya di kuadran satu seperti sedang berselancar. Dengan cepat ombak di depannya menghempasnya, ia jatuh, mencoba bangkit, untuk kemudian bertemu ombak berikutnya.
Selama Anda berfokus ke kuadran 1, kuadran ini akan semakin besar, sehingga akan mendominasi diri Anda. Hal ini seperti Anda berselancar di atas ombak. Masalah yang besar datang dan menjatuhkan Anda, lalu membuat Anda terseret dan terhanyut. Anda harus berjuang untuk bangkit lagi, hanya untuk menghadapi masalah lain yang akan menjatuhkan dan menghempaskan Anda kembali ke dasar.
Membaca paragraf itu membuatku mengingat suatu masa dalam hidup saat aku fokus di kuadran satu. Hal-hal yang ada di kuadran 2 kuhindari, tidak segera diselesaikan, hingga saat hal itu menumpuk dan menjadi masalah mendesak, aku kewalahan. Persis seperti yang digambarkan di grafik di buku 7 Habits.


Kalimat selanjutnya membuatku makin bungkam karena setuju sekaligus merasa disindir.
Banyak orang yang benar-benar diterpa habis-habisan masalah setiap hari. Satu-satunya kelegaan yang mereka miliki adalah dengan cara mencari pelarian ke aktivitas yang tidak penting dan tidak mendesak di kuadran 4.
Benar, saat sudah lelah diterpa habis-habisan oleh 'ombak' masalah kuadran 1, biasanya aku lari, hampir selalu, ke kuadran 4. Saat itu aku tidak tahu, atau mungkin tahu namun belum yakin, bahwa satu-satunya tempat lari yang membuat hati tenang adalah kepadaNya. Karena hal-hal yang ada di kuadran 4 itu sifatnya semu, sebentar bisa membuat kita lupa, tapi sebenarnya kita sedang menyakiti diri sendiri dan mengikis integritas kita sendiri. Persis seperti yang digambarkan di buku ini, grafik tentang orang yang menghabiskan waktunya di kuadran 3 dan 4.


Malu mengakuinya. Tapi izinkan aku menulis ini sebagai pengingat diri, bahwa aku pernah di sana. Menjadi orang yang sama sekali tak bertanggung jawab. Saat itulah aku merasa kehilangan (jati) diri, mulai membenci diri, mulai... 

Rasanya masih sulit dipercaya bagaimana pelan Allah menuntunku keluar dari fase itu. Sampai sekarang, masih belajar lagi menjadi manusia yang lebih baik. Kalau bukan karena pemahaman dan keyakinan bahwa Allah Maha Mengampuni dosa-dosa hambaNya, kalau bukan karena percaya bahwa Rahmah-Nya jauh lebih luas daripada dosa-dosaku.. tentu akan sulit untuk melangkah lagi. Subhanallah, walhamdulillah wa laa ilaha illallah, allahu akbar.. (':

Memilih Kuadran 2; Fokus pada Peluang, Bukan Masalah

Saat kita berusaha menginvestasikan waktu kita di kuadran 2, artinya kita belajar untuk fokus pada peluang, bukan pada masalah. Kita mengambil peluang, untuk mencegah masalah datang dan menghilangkan masalah yang ada. Kuadran 1 tetap harus diselesaikan, tapi sebagian besar waktu kita ada di kuadran 2.


Menurut Stephen R. Covey, siapapun kita, entah kita mahasiswa, pengusaha, pekerja, apapun itu...
...saya yakin jika Anda bertanya apa yang ada di kuadran 2 dan secara proaktif menerapkannya, Anda akan mendapatkan hasil yang sama. Efektivitas Anda akan meningkat tajam. Permasalahan dan krisis akan berkurang menjadi porsi yang wajar karena Anda bisa berpikiran maju, mengatasi masalah dari akar permasalahannya, sejak awal melakukan langkah pencegahan yang mencegah situasi berkembang menjadi krisis.
Stephen R Covey, dalam 7 Habits of Highly Effective People

Kata "Ya" yang Melahirkan "Tidak"

Untuk bisa fokus di kuadran 2, kita harus bisa mengatakan tidak untuk kuadran lainnya. Tapi kata "tidak" ini lahir dari kata "ya" yang menggebu-gebu dalam diri kita atas tujuan atau prinsip hidup kita.
Hanya saat itu, kita bisa mengatakan tidak pada popularitas kuadran 3, dan kesenangan melarikan diri ke kuadran 4.
Bahkan Covey juga menuliskan,
Sebagian besar orang mengatakan kesalahan utama mereka adalah kurangnya disiplin. Saat memikirkannya lebih dalam, saya yakin bukan itu masalahnya. Masalah yang mendasar adalah bahwa prioritas mereka belum tertanam secara mendalam di hati dan pikiran mereka.
Hal ini membuatku berkaca.. bahwa saat aku merasa kewalahan dalam manajemen waktu, mungkin yang perlu aku lihat terlebih dahulu adalah... apakah tujuan/misi hidupku sudah tertanam kuat di hati? Apa aku benar-benar menginginkan ridha-Nya, apakah aku benar-benar ingin menghamba padaNya dan mati dalam keadaan syahid? Karena mungkin justru karena 'akhir hidup' yang kuinginkan masih mengawang-awang, jadi aku sering memilih sibuk di kuadran lain selain kuadran 2.

Kutipan terakhir,
Dalam ungkapan arsitektur, bentuk mengikuti fungsi. Sama halnya, manajemen mengikuti kepemimpinan. Cara Anda menghabiskan waktu merupakan hasil dari Anda melihat waktu Anda dan cara Anda benar-benar melihat prioritas Anda. Bila prioritas Anda tumbuh dari pusat prinsip dan misi pribadi, bila prioritas ini benar-benar tertanam di hati dan pikiran Anda, Anda akan melihat kuadran 2 sebagai tempat yang alami serta menyenangkan untuk menginvestasikan waktu Anda. 
***

Kutipan terakhir itu mengingatkanku akan e-book Tafsir Al Asr yang belum selesai kubaca. Nanti.. mungkin akan kubuat nukil bukunya juga, jika diizinkan Allah.

Oh ya, satu lagi tambahan tentang manajemen waktu. Selain konsep kuadran 2, ada satu hal lain yang perlu kita ingat sebagai muslim. Shalat yang lima waktu, ya, lima waktu shalat itu sebagai pilar tang tidak boleh bergeser agar "bangunan kita" tidak hancur dan roboh. Saat kita memprioritaskan shalat, berusaha melaksanakannya dengan baik, sesuai sunnah, dengan khusyu', maka hari kita, hidup kita, akan Allah berikan kemudahan dan keberkahan.

Terakhir.. Allahummaj'alna minalladzina amanu wa 'amilusholihati watawasaubilhaqq watawasaubishabr. Aamiin.

Wednesday, December 14, 2016

Dilarang Menunda Kecuali yang Satu Ini

December 14, 2016 0 Comments
-Muhasabah Diri-

#sosmedwalking?

Bismillah.

bukan di panen, justru dibiarkan menguning, kering, bahkan diinjak (hint: alhadid:20)
Menunda itu jangan.. apalagi kalau menunda-nunda. Procrastination bisa membuat apa yang seharusnya selesai dikerjakan, justru terabaikan. Tapi.. ternyata menunda itu boleh loh, untuk yang satu ini...

Tapi ada hal-hal yang bisa kita tunda, misal menunda kesenangan, atau menunda kemalasan.
Beberapa orang punya "laku" tertentu untuk menunda kesenangan, sebelum tercapainya cita-cita. Seperti Mahapatih Gajahmada yang bersumpah untuk tidak memakan buah "Palapa" (menikmati kesenangan dunia) sebelum nusantara bersatu. Ritual beberapa agama juga mensyaratkan puasa sebagai sarana pengendalian diri, menunda kesenangan dan kepuasan diri, untuk mencapai derajat takwa dan peningkatan kualitas diri yang lebih baik.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak yang mampu mengendalikan dirinya dengan lebih baik, ditunjukkan dengan eksperimen mereka bersedia menunda mendapatkan permen untuk mendapatkan permen lebih banyak, mempunyai emotional quotience yang lebih tinggi dan cenderung lebih sukses di masa dewasanya.
- Dosen IF, Pak Wikan dalam akun Facebook-nya
*** 

Dilarang menunda, tapi untuk yang satu ini... Menunda makan, sampai matahari tenggelam, diniatkan puasa misalnya, ini boleh. Puasa melatih hati kita, untuk bisa ambil kuasa atau punya wewenang atas badan kita. Meski tenggorokan merengek minta minum, atau lambung merajuk minta diisi makanan, hati kita berkata, "No, no no, hari ini kamu puasa! Tunggu sebentar, sebentar lagi". Ini berlaku juga pada mata, pada kaki, dll.

Dilarang menunda, tapi untuk yang satu ini... Menunda semua kesibukan dan kegiatan, karena adzan berkumandang, memanggil kita untuk segera bersujud bersama orang-orang yang bersujud, mengajak untuk ruku' bersama orang-orang yang ruku'. Kadang kita... seringnya justru sebaliknya? Mulai hari ini, mari kita coba untuk menunda yang lain-lain, untuk sholat di awal. Ada memang, yang ga bisa ditinggalkan, lagi ujian/UAS misalnya, atau kuliah. Tapi kalau misal cuma lagi asik berselancar di dunia maya, bisa kan ya? Ditunda dulu asik baca-baca kabar gembira dari teman-teman di sana. Tunda dulu, lalu beranjaklah ambil wudhu. #ntms semua yg di sini ntms, bukan untukmu, tapi untukku.

Thursday, December 8, 2016

Keberkahan Waktu

December 08, 2016 0 Comments
-Muhasabah Diri-

Bismillah.

bukan tentang kuantitas waktu, tapi tentang kualitasnya, keberkahan yang diberikan-Nya pada tiap masa hidup kita

Semoga Allah berikan kepada kita semua keberkahan waktu... Semoga kita bukan termasuk orang-orang yang merugi, yang Allah sebutkan pada surat Al Ashr. Semoga.... Allah isi keseharian kita dengan kesibukan yang produktif, bermanfaat, berpahala. 

Aku tidak tahu harus menulis apa, pengen sih, menulis tips untuk mendapatkan keberkahan waktu. Tapi takutnya cuma nulis doang, prakteknya masih terserok-serok. Aku... masih berjuang, agar Allah berikan keberkahan waktu, dalam masa hidupku yang begitu pendek. Semoga bisa menjadi hamba yang wafat dalam ketaatan, hamba yang bisa menjadi anak shalih bagi orangtuanya.

***

Keberkahan waktu...

Keberkahan waktu, adalah tentang waktu yang selalu terisi dengan kebaikan, dengan kesibukan yang berpahala. Terisi dengan amal shalih, sabar dan syukur. Tidak sibuk dengan hal-hal remeh yang tidak penting, yang na'udzubillah justru menambah kuantitas dosa kita TT

Syarat tidak merugi...

Syarat tidak merugi sebenarnya sudah disebut dalam Al Ashr, surat pendek yang saya percaya sudah kita hafal. Beriman, beramal shalih, dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Selesai, tiga itu harus serangkai, ga boleh terpisah, iman tidak bisa dipisah dengan amal shalih.

Thursday, October 1, 2015

Adakah Diri Telah Jauh Tertinggal?

October 01, 2015 0 Comments

-Muhasabah Diri-
 
Bismillah..

Judul asli:  Gulir Waktu di ITB, Perlombaan Mahasiswa ITB dengan Waktu
Ditulis tanggal: 30 April 2013
Untuk: Draft G-Newsletter April 2013

***

“Jika dahulu aku berteman dengan waktu,  maka sejak berada di ITB, waktu adalah rivalku.”

My rival: Time
Satu demi satu langkah yang kita ambil saat pendaftaran ulang mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung, kemudian mengantarkan kita ke dunia yang berbeda. Dunia, dimana waktu bukan lagi menjadi teman kita, ia adalah rival. Mulai saat itu, sadar atau tidak sadar, suka atau tidak suka, kita berlomba dengan waktu.

Tahun Pertama

Adapun waktu saat TPB, ia berjalan cepat. Sehingga tidak begitu sulit bagi mahasiswa ITB, untuk menyeimbanginya.

Berbeda dengan kampus lain, dimana setiap mahasiswa baru sudah mendapat jurusan. Di ITB setiap mahasiswa baru, harus merasakan tahun pertama yang sering di sebut TPB (Tahun Persiapan Bersama). Fungsinya sesuai dengan kepanjangannya, mempersiapkan mahasiswa baru sebelum nantinya akan masuk ke jurusan. Beberapa materi dasar seperti kalkulus, fisika dan kimia di berikan di tahun pertama ini. Selain itu, ini adalah masa mahasiswa ITB untuk mencoba mengikuti banyak unit. Mereka bilang, tahun pertama ini.. “Tahap Paling Bahagia” di ITB.

Tingkat 2

Di Tingkat 2, waktu mulai berlari kecil. Di masa ini, mahasiswa ITB ada yang ikut berlari kecil mencoba menyeimbangi, ada pula yang tidak sadar sehingga saat jarak terlanjur tercipta, mereka mulai terengah untuk menyeimbanginya.

Monday, March 2, 2015

Katakan Tidak

March 02, 2015 0 Comments
-muhasabah diri-


Bismillah

Katakan tidak... pada NARKOBA!
Katakan tidak... pada KORUPSI!
Katakan tidak... pada....

***

Ya, katakanlah tidak pada hal-hal yang lain yang mengusik diri dari prioritas awal kita. Somehow this quote stab me to the heart *lebay.

Sunday, December 7, 2014

Monday, October 13, 2014

It's Free Time that Destroys

October 13, 2014 0 Comments
-muhasabah diri-

Bismillah..


Gambar diambil dari tumblr nakindonesia.tumblr.com.

Izinkan gambar dan tulisan dibawahnya kusalin sebagai pengingat untuk diri.. yang imannya sering dihancurkan oleh free time (waktu luang).

***
Free Time
"Those of you that are young, that are just in college or high school, if you find yourself having a lot of free time, either fill it up with memorization of Qur’an or fill it up by getting a job. Do something with your time that’s productive.Don’t waste your time. It is free time that destroys most people’s faith. It’s that free time that goes into dating. It’s that free time that goes into clubbing. It’s that free time that goes into drugs. It’s free time. If you’re weak, don’t give yourself free time. Don’t give yourself free time and keep yourself busy. And keep asking Allah for help.”

"Bagi Anda yang masih muda, yang baru masuk kuliah atau SMA, jika Anda merasa memiliki banyak waktu luang, isilah waktu Anda dengan menghafal Al-Qur’an atau dengan mencari pekerjaan. Lakukan sesuatu yang produktif. Jangan sia-siakan waktumu. Waktu luang lah yang biasanya merusak iman seseorang. Waktu luang lah yang menuntun pada sebuah hubungan kencan. Waktu luang lah yang menuntun Anda pada ‘clubbing’. Waktu luang lah yang menuntun Anda pada obat-obatan terlarang. Waktu luang yang menyebabkannya. Jika Anda merasa lemah, jangan biarkan diri Anda memiliki waktu luang. Jangan biarkan dan jagalah diri Anda dengan kesibukan. Dan tetap berdoa kepada Allah untuk membantu Anda."

-Nouman Ali Khan, dalam seri program Ramadhan “Quranic Gems” Juz 30 oleh Quran Weekly


***

Untuk diri.. mari buang semua free time dan isi dengan kegiatan yang produktif. Dan bukan sekedar berada di depan layar mencari limbah. *ifuknowwhatimean












Monday, September 1, 2014

Satu Bulan Lebih Vacum Blogging

September 01, 2014 0 Comments



 taken from here

Bismillah. Satu bulan lebih terhitung sejak tanggal 10 Juli 2014. Terhitung  lima puluh dua hari. Super sekali!


Vacum menulis adalah hal yang wajar ketika menulis sekedar mengisi waktu luang. Adalah hal yang wajar, ketika menulis belum menjadi kebutuhan kita. Namun saat hal itu sebaliknya, bagaimana rasanya vacum menulis bagi ia yang terbiasa setiap hari merangkai kata? Bagaimana rasanya, saat kebutuhan kita untuk menulis, tidak bisa kita penuhi. Haus seperti halnya kita tidak memenuhi kebutuhan air. Lemas seperti halnya kita tidak memenuhi kebutuhan makan diri kita.

Pertanyaan selanjutnya, yang manakah diri?

Monday, July 7, 2014

Tentang Jodoh

July 07, 2014 0 Comments

-Opini-

Bismillah..

Karena kita tidak tahu kapan ia hadir. Yang kita tahu, Allah telah menuliskannya di sebuah buku. Namun kita belum tahu siapa dia, dan bagaimana pertemuan kita dengannya nanti.

Tuesday, July 1, 2014

Ramadhan Tanpa Suara Adzan

July 01, 2014 0 Comments


-Muhasabah Diri, Peduli Ummah-

Bismillah...

Pernahkah kita membayangkan Ramadhan tanpa suara Adzan? Padahal di bulan ini, pintu-pintu Surga dibuka dan pintu Neraka ditutup.

Pernahkah kita membayangkan Ramadhan tanpa suara Adzan? Padahal di bulan ini, masjid akan semakin ramai. Jauh lebih ramai dari hari-hari biasa.

***

Tapi ini bukan sekedar pengandaian. Ini benar-benar terjadi.

Aleppo, sebuah kota di Suriah. Ramadhan kali ini di Aleppo hening, karena tidak ada azan yang terdengar.

***

Allah.. berikan keberkahan Ramadhan ke semua muslim di seluruh penjuru Dunia. Lindungi mereka. Jaga Mereka. Jaga keimanan mereka.

Allahu musta'an.

sumber berita : Dakwatuna

Monday, June 30, 2014

Gadget , Al Qur'an and Ramadhan

June 30, 2014 0 Comments

-Muhasabah Diri-

Bismillah..

Gadget, apapun bentuknya, baik handphone, tab, kompie, atau apapun, somehow, ia selalu minta perhatian lebih dari mu. Ya. Dering atau getar notifikasi, hampir tidak pernah berhenti mengusikmu.

Ini sepertinya akan menjadi lanjutan tulisan Distraksi.

***

Jadi, hiduplah kita di era informasi, dimana gadget kita, bisa begitu banyak memberikan informasi via aplikasi yang ada dalamnya. Hal ini lantas membuat kita, hampir setiap detik kita mengecek gadget tersebut. Sekedar scroll di medsos, atau juga benar-benar membaca pesan - pesan yang tak henti muncul di layar.

Setuju tidak setuju, waktu kita kemudian habis karena berkutat disana. Kemudian pertanyaan menghujam terngiang, "Apakah bisa kita 'buang' gadget kita, dan beralih ke Al Quran di Ramadhan ini?"

Ini mungkin adalah salah satu solusi menyingkirkan distraksi, tapi....

"Ada beberapa amanah yang harus komunikasi via wa",

"Saya punya amanah untuk mensyiarkan Ramadhan via medsos"
dan alibi lainnya yang, seringkali kita -terutama saya- kemukakan

Thursday, March 27, 2014

You Don't Have Free Time

March 27, 2014 1 Comments
-muhasabah diri-

Bismillah..

"You don't have something called free time guys. You don't!
kalian tidak punya sesuatu yang disebut waktu luang. tidak!

You are members of this ummah. Any member of this ummah, especially the young member of this ummah constantly working to make his society better
kalian adalah bagian dari umat ini. Dan setiap diri yang menjadi bagian dari umat, khususnya para pemuda umat secara konstan bekerja untuk menjadikan masyarakatnya menjadi lebih baik.

They do something good for people.
mereka melakukan hal baik kepada orang-orang.

You don't have free time! You don't have time to play video games for 8 hours.

kalian tidak memiliki waktu luang. Kalian tidak memiliki waktu untuk bermnain video games 8 jam.

You don't have time for the new movie that's coming out. You don't have time!

kalian tidak memiliki waktu untuk menonton film yang baru muncul. Kalian tidak punya waktu untuk itu!

You have time to do more important things. You're the youth of this ummah. Hold yourself to a higher standard.
kalian memiliki waktu untuk mengerjakan hal-hal yang lebih penting. Kalian adalah pemuda umat ini. Jaga dan tahan dirimu untuk standar yang lebih tinggi.

Not because the elders are telling you, because the sheikh is telling you, because somebody else is telling you.
Bukan karena senior menyuruh kalian, atau sheikh menyuruh kalian, bukan pula karena orang lain menyuruh kalian.

Because your own conscious should tell you! Your 'Laa ilaha illaLLah' should tell you man!
Tapi karena kesadaranmu yang seharusnya menyuruhmu. Ucapan 'Laa ilaha illaLLah'-mu yang seharusnya menyuruhmu.

***

Tentang waktu, izinkan aku terus belajar untuk memperbaiki diri....

Saturday, July 27, 2013

Buku Catatan

July 27, 2013 0 Comments

Bismillah..
Setiap melihat tulisan, quote, status, posting, gambar, atau apapun. Rasanya ingin memindahkannya ke sini.. kemudian menuliskan satu dua baris kata tentangnya.

Mungkin rasa itu, yang berhasil membuat blog ini tetap rame (di isi dan dikunjungi diri).

Bagiku, di sini seperti sebuah buku catatan. Dimana setiap hal menarik yang kulihat, kubaca, kudengar dan kutonton, ingin kucatat. Kuabadikan dalam rekam memori berupa gambar dan tulisan.
-ucap Isabella Kirei dalam benaknya