Follow Me

Saturday, January 12, 2019

17 Tulisan Bersama Sabtulis

Bismillah.

Sabtu ini, jadwalnya nulis. Malam sudah jam segini, belum dapet ide. Jadi aku memutuskan menulis ini. Sekedar ingin mencatat hal yang sudah pernah tercapai. 17 tulisan bersama sabtulis.

***

Sebelumnya, aku cuma memilih jadi audience saja. Penonton. Agak ragu untuk aktif berpartisipasi, meski aku tahu gerakan Sabtulis baik untukku. Alasan dulu, aku merasa sudah rutin nulis sepekan minimal sekali di blog. Dengan atau tanpa ikut sabtulis, in syaa Allah nulis tetep jalan. Kedua, bagiku, ikut sabtulis sama aja membuka pintu orang-orang untuk ke blog ini. Tapi kedua alasan itu bisa dihilangkan, dan ternyata aku bisa ambil manfaat dari ikutan sabtulis.

Pertama, aku jadi buat blog baru, dengan warna yang lebih spesifik. Beda sama blog ini, yang fungsinya mirip-mirip sosmed. Banyak curhat, random, tapi kadang diisi tulisan nukil buku, cerpen, merajut hikmah dari kejadian yang aku alami/lihat, juga tempat mengutarakan apa yang ada di pikiran dan hati.

Kedua, meski sudah hampir tiap pekan nulis, tetap saja, berbeda. Karena saat menulis  bersama sabtulis, aku belajar untuk lebih teliti dan gak ngasal. Beda saat nulis blog ini, seringnya santai *meski kadang suka sensi juga hehe.

***

Tanpa terasa sudah 17 tulisan bersama sabtulis.




Mayoritas tulisannya bisa dibaca di akardaunranting.blogspot.com. Ada yang dari blog ini juga, satu. Coba tebak yang mana? Hehe.

17 tulisan bersama Sabtulis, aku belajar melepas rantai gajah-ku. Belajar mengizinkan diri menjadi penulis, yang tulisannya tidak hanya dibaca diri sendiri.

***

Terima kasih sabtulis (:

***

Satu lagi, sebelum tulisan ini di tutup. Agak out of topic, tapi sebenarnya masih menyinggung.

Ada satu komunitas yang aku ragu juga.. mau aktuf berpartisipasi atau lebih baik diam dan melihat dari jauh saja. Tapi jika komunitas itu baik untukku, bukankah sebaiknya kuhancurkan keraguan tersebut?

Semangat menulis~

Bye...

Allahua'lam.

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya