Follow Me

Monday, February 26, 2018

Bukan Entrepreneur

Bismillah.

Saya bukan enterpreneur dan sejujurnya tidak terlalu tertarik untuk terjun menjadi pedagang. Namun beberapa waktu ini, saya ikut terlibat, melihat dan sedikit tahu tentang beberapa hal terkait kata tersebut. Izinkan aku menuliskannya di sini.

***

Belajar Bersyukur Setiap Hari

Ya, setiap hari. Di dunia enterpreuner, tidak ada hari yang sama, selalu berbeda. Misal jualan donat, sehari kadang habis, laku semua, besoknya ternyata cuma laku dua biji, besoknya lagi satu box, dst, dll. Selalu berbeda. Jadi berlajar bersyukur setiap hari, bahkan setiap waktu. Pagi hari ada yang udah beli, bersyukur. Belum ada, juga bersyukur, lalu ajaibnya, sore laris. Aneh bin ajaib. Pokoknya banyak belajar bersyukur melihat perbedaan penjualan setiap hari. Salut, untuk yang sudah menekuni sejak lama. Karena pasti lebih tahu lagi naik turun di dunia enterpreuner ini.

Ada Banyak Hal yang Harus Dipikirkan; Kompleks

Sebelumnya aku tidak tahu, bahwa ada banyak hal yang harus dipikirkan. Kirain teh, yaudah jualan jualan aja. Tapi nyatanya ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Manajemen SDM, Pemutaran uang, maintenance fasilitas, marketing, dll, dst.. Saya ga terlalu paham istilah-istilahnya. Tapi beneran banyak dan bikin pusing. Banyak risk yang harus diatur, risk management. Haha. Pokoknya harus banyak belajar, entah itu dari pengalaman, dari buku atau mentor tentang enterpreuner. Saya baru nyadar, oalah.. pantesan banyak seminar bisnis berbayar hehe.

Aku jujur tipe yang terlalu sensitif, udah tahu ya? Apa-apa dibawa ke perasaan, jadi rasa khawatirnya berlebihan. Yang punya usaha aja santai, bahas masalah di A, di B, di C, dst. Saya yang pusing, nangis dan curhat panjang lebar tentang ini itu yang baru saya tahu. Ga bisa ga kepikiran, kadang bikin saya stress. Haha, lebay ya? Tapi itu yang awalnya saya rasain setelah tahu banyak kondisi tidak ideal dalam dunia seperti ini.

Akhirnya saya belajar, ya, belajar ga ambil pusing. Atau belajar pusing tapi disampaikan, biar ga jadi stress. Kkk. Belajar banyak hal deh. Meski ada saat-saat saya ingin tutup mata saja, pura-pura ga tahu, biar ga kebawa pikiran dan perasaan hehe. Meski akhirnya kebawa perasaan juga sih, nyatanya saya ga bisa pura-pura ga lihat, ga bisa pasang poker face juga. Belajar kapan harus mengamati dan observasi, baru kemudian mencerna situasi, mencari solusi, lalu menyampaikan uneg-uneg secara lengkap, biar ga sekedar keluhan saja jadinya.

Al Ma'tsurat, Al Falaq, Ayat Kursi

Apa hubungannya ketiga hal di atas dengan enterpreuner? Hehe. Ternyata persaingan di "dunia ini" segitunya... Agak ngeri sih. Keburukan hasad itu nyata. Caranya macam-macam. Ada yang sering ngecek dan sengaja nawarin kerjaan ke karyawan, ada yang mecahin pipa ledeng, dll. Jujur, I see so many bad side of human in this field. Walau kadang bagusnya bikin sadar, kalau aku punya bad side of me yang mungkin lebih buruk dari orang lain. Tapi jujur sering bikin geleng-geleng kepala dan istighfar.

Pesan dari Ibu. Makanya penting untuk rajin baca Al Ma'tsurat, Al Falaq, Ayat Kursi. Manusia bisa mencegah, bisa mengobati, bisa menanggulangi dan cari solusi atas setiap bahaya yang diberikan manusia lain, tapi penjagaan terbaik adalah dari Allah. Apa yang ditakdirkan terjadi akan terjadi. Tapi ketika kita sudah usaha, banyakin dzikir dan doa, in syaa Allah, sekalipun ada hal yang terjadi, hati dan pikiran lebih lapang untuk cari solusi mengatasinya. Juga selalu tenang, karena Allah pasti mencegah yang lebih buruk yang terjadi.

***

Apa lagi ya? Perasaan kemarin-kemarin banyak deh yang mau ditulis hehe. Segini dulu aja ya. Kalau ada yang salah, mohon dikoreksi. Maklum, saya banyak tidak tahu daripada tahu.

Ah ya.. satu lagi. Tentang pintu rezeki, sebagian besarnya lewat perdagangan, ini juga kerasa banget. Berapa pintu dari berapa ya?

Aku bukan enterpreneur, dan jujur masih belum tertarik untuk terjun di dunia ini. Tapi kalau sekedar mengamati, banyak melihat aku mah suka-suka aja. Lumayan, bisa jadi tambahan ide tulisan. Ya ga? Hehe.

Terakhir, apapun pekerjaannya, semoga halal, thayyib, dan juga berkah~ aamiin.

Wallahua'lam.

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya