Follow Me

Showing posts with label STEI. Show all posts
Showing posts with label STEI. Show all posts

Thursday, October 16, 2014

Windows MSTEI 2014 Day 2,5

October 16, 2014 0 Comments
Bismillah.




( 190 )   Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
( 191 )   (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

QS Ali Imran
 ***

Wednesday, July 24, 2013

Apakah Itu Keluarga?

July 24, 2013 0 Comments

Bismillah...
Apakah ini 'keluarga' yang coba ditumbuhkan dalam osjur?Saya tidak melihat ada keluarga, karena pada dasarnya himpunan itu bukan tempat berkeluarga, tetapi mencari kesempatan. Kita bisa lihat sendiri, divisi proyek itu lahan uang dan lahan koneksi. Pasti banyak orang yang tertarik masuk himpunan karena hal itu, bukan? Oh, mungkin juga ada yang ingin merasakan jadi ketua himpunan. Itu posisi yang cukup prestisius tentunya, bahkan bisa dibilang strategis dan penting. Itukah tujuannya? Ke mana keluarga?Jadi, apakah sebenarnya osjur itu menawarkan keluarga atau sebagai kesempatan untuk menjaring orang-orang?
ini dari note ke-2
apakah Anda yakin bahwa 'keluarga' yang dibangun itu akan seperti yang diperkirakan atau hanya akan sekedar teman untuk relasi?

Jadi, apa itu keluarga?
diambil dari sini, dan dari sini.

Thursday, June 7, 2012

Jurusan - Himpunan

June 07, 2012 0 Comments
Bismillah..

Seharusnya, hari ini pengumuman jurusan sudah bisa di baca di akun masing-masing di sini. But somehow, pengumuman di undur..


Ada 5 jurusan di STEI
1. Teknik Informatika (IF)
2. Teknik Elektro (EL)
3. Sistem dan Teknologi Informasi (STI)
4. Teknik Telekomunikasi (ET)
5. Teknik Tenaga Listri (EP)

dari lima jurusan, cuma ada 2 himpunan :
1. HMIF (IF & STI)
2. HME (EL, ET & EP)

hm.. which one would be my way? Semoga yang terbaik menurut Allah^^

Saturday, May 12, 2012

What My Heart Told Me To

May 12, 2012 0 Comments


“Ikut makrab kan?” todong seorang teman dengan pertanyaan yang ia anggap adalah pertanyaan retoris. Tapi ia salah. Salah besar! Karena saat pertanyaan itu ditujukan kepadaku.. maka ia tak lagi retoris. Well, dengan cengiran khas-ku.. aku menjawab tidak.

“Bella.. ikut makrab kan? Hayuuk”
“Ah.. gak asik nih!”
“Oh jadi gitu? Jadi gitu?” (nada bercanda)
Dan sejuta (baca: banyak) komentar lagi yang ditujukan padaku, saat mereka.. teman-temanku di STEI tahu perihal ketidakhadiranku di acara makrab STEI.

How can I tell them my reason?
I just followed what my heart said to. “Seperti feeling?” tanya seorang sahabat yang kaget karena baru tahu hal tersebut di atas (baca: ketidak hadiranku di makrab STEI). Aku menggeleng pelan. Bukan, bukan seperti itu.

How can I tell them my reason?
Biaya kah? Really? 50ribu memang bukan angka yang kecil, apalagi itu belum termasuk ongkos transport. Tapi naif banget, masa iya hanya sekedar masalah uang. Yang ibaratnya nih.. Kalau satu-satu anak STEI nyumbang 500 rupiah untuk aku, maka uang makrab nilainya jadi kecil (500*400 = 200rb).

How can I tell them my reason?
Jadi kenapa? Ada acara yang lebih penting? Atau tanpa alasan sama sekali? You just can tell them the reason, because you don’t have it at all. Ya kan?

Hahay.. kalimat-kalimat tanya di atas, seolah menuduhku sebagai makhluk ansos di STEI. Seolah aku hanya tak ingin bersosialisasi dengan massa STEI. Benarkah aku se-ansos itu? Well, yang berhak menjawab pertanyaan itu bukan aku. Tapi teman-temanku. Ask someone who know me well.. paling tidak, yang satu kelas denganku. Apakah Isabella seorang yang anti-sosial?

How can I tell them my reason?
Guys.. I just don’t want to left my heart behind. Tak ingin aku menuli atau pura-pura tak mendengar.
Maka aku lebih baik dicap ansos, lebih baik aku di anggap tak menuruti ayat “berangkatlah di saat ringan maupun berat”, lebih baik.. aku di benci dan di kucilkan anak-anak STEI. Sungguh, itu lebih baik.. ketimbang aku harus mendustakan kata hatiku. Lebih baik, ketimbang aku harus menuli dan melukai hatiku sendiri.

Because that’s my heart told me to
Orang-orang boleh jadi berkata.. jika kau bertanya pada hati, jawabannya itu relatif. Tapi aku, somehow lebih meyakini hadist di bawah ini :
“Mintalah fatwa kepada hatimu. Kebaikan itu adalah apa-apa yang tenteram jiwa padanya, dan tenteram pula dalam hati. Dan dosa itu adalah apa-apa yang syak dalam jiwa, dan ragu-ragu dalam hati, meski orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkanmu.” (HR Muslim).
Wallahu’alam.



Aku memang tak berada di sana,
Tak ikut bersenandung dan bercengkrama dengan kalian
Aku memang tak berada di sana,
Tertawa dan bercanda, atau bahkan menangis haru bersama kalian.

I do not care what you’re thinking about my decision,
Dan keberadaanku di sini.. dan bukan di sana..
Ini tentang aku dan hatiku..
Tentang ketidakrelaanku, to left my heart behind