Follow Me

Showing posts with label kata ganti. Show all posts
Showing posts with label kata ganti. Show all posts

Wednesday, January 2, 2013

Dewa Dewa Mereka

January 02, 2013 1 Comments



Bismillah...

“Wah, Dewa nih!” ucap seorang teman kepada temannya lantaran PR/Tugas yang deadlinenya minggu depan sudah selesai dikerjakan.

“Iya lah.. yang udah Dewa,” ucap seorang teman, kepada temannya.. lantaran Tugas untuk hari ini, baru saja mulai dikerjakan.

Friday, May 25, 2012

Kita Di Sini - Mereka Di Sana

May 25, 2012 0 Comments

Kita di sini, berdendang dan tertawa. Lepas, seolah tanpa beban. Kebahagiaan ini? Tak inginkah kita bagi?
Kita di sini, besenda gurau dan tersenyum. Lupa. Lupa bahwa di sana.. ada saudara kita yang merintih sakit. Menangis menahan pilu dan sayatan luka. Lupa. Benarkah lupa? Atau melupakan?
Kita di sini, duduk-duduk santai, sembari bercerita tentang penatnya hari. Mengeluh pada hari yang tak pernah sempurna. Padahal di sana, ada saudara kita yang ditindas, namun keluh tak keluar dari lisannya. Padahal di sana, mereka tak bisa lagi sekedar merasa aman. Teror demi teror menghadang, seolah tinggal menunggu giliran, untuk terkapar di jalanan dengan badan berlumur darah.

Kita di sini, masih kah hanya bungkam? Padahal di sana, kejahatan kemanusiaan merajalela. Pembunuhan terjadi di tiap jam, menit, bahkan mungkin detik.
Kita di sini, masih kah hanya bungkam? Pura-pura tak tahu, pura-pura tak peduli. Padahal di sana? Mereka berhak untuk sekedar mendapat kepedulian dari kita, minimal doa kita. Masihkah kita akan bungkam? Diam saja. Jalani hari seperti biasa. Masih dengan tawa dan senda gurau. Acuh. Siapa mereka bagi kita??
Kita di sini, tak adakah yang bisa kita lakukan? Selain bersantai-santai, dan mengalihkan perhatian setiap kita temui berita tentang mereka. Tak adakah yang bisa kita lakukan? Selain tutup telinga dan tutup mata, pada mereka di sana.. yang dibantai tanpa ampun hanya karena masih beriman pada Rabb Semesta Alam, Allah swt.
Kita di sini, masih tak tergerakkah hati?
-untuk kita, yang hatinya berkarat oleh cinta dunia.
-untuk kitayang lupa, mereka (saudara kira) bukan membutuhkan bantuan kita, tetapi mereka BERHAK mendapatkan bantuan kita.
-.-

Bismillah.. Semoga Allah memberi hidayah kepada kita, agar hati ini tergerak untuk mengetahui, peduli, lalu bertindak atas apa-apa yang terjadi pada saudara kita, di Palestina, Syria, dan di penjuru bumi.
Mungkin kita bosan melihat, menonton, membaca atau mendengar berita penindasan dan penyiksaan yang menimpa saudara kita. Hingga kita sering dengan sengaja memalingkan wajah, mengganti channel, dan tindakkan-tindakkan sejenis, untuk memastikan kita tidak perlu tahu berita tersebut.
Ah.. padahal itu berita tentang saudara kita. Ya, saudara kita. Saudara seiman yang wajahnya belum kita kenal, tapi hatinya dekat dengan kita. Saudara kita. Apakah kosakata saudara masih asing di benak kita?
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara,...” (49:10)
Jikapun iya, kata saudara masih tetap asing di teringa kita. Apakah kita lantas acuh saja, melihat kejahatan kemanusiaan terjadi di Syria dan Palestina?
Apa-apa yang terjadi pada mereka di sana, seharusnya mengetuk sisi kemanusiaan kita.
Di Syria contohnya,
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka, anak-anak yang dicabuti kuku-kuku didepan orangtua2 mereka, seraya dikata-katai: "jika kalian tidak bisa memberikan keturunan yg bagus, ayo datangkan istri-istri kalian biar kami setubuhi”
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka yang saluran airnya dimasukkan racun.
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka yang perkampungannya di bom.
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka, gadis 8 tahun dan wanita yang diperkosa, kemudian tubuhnya di cincang dan di panggang.
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka, para wanita yang dicabut bulu kemaluannya di depan suaminya, hingga suami gila tak tahan dihinakan.
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka, para pemuda yang di tembaki, dipotong tubuhnya kemudian diletakan di depan rumah keluarganya, lantas dimintai ongkos peluru
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka, para tahanan yang kehausan, disuruh mangap, lalu mulutnya dikencingi.
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada Al-Quran, dibolongin dg dicolok-colok dengan rokok. Pada Al Qur’an yang dijadikan target latihan nembak tentara.
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka yang ketika disiksa berteriak "Allahu Akbar", lalu dibentak dengan perkataan "Rabbmu sudah lama mati”
Bagaimana hati tidak terketuk?
Tidak cukupkah informasi di atas untuk mengetuk dan menggetarkan hati kita?
-.-
Lalu apa yang bisa kita lakukan? Pedulilah! Doakan mereka.. berikan donasi.. sebarkan informasi ini. Agar semakin banyak hati-hati yang tergerak untuk membantu mereka.
Coz, they need DESERVE our help.
Kita memang di sini, dan mereka memang di sana. Tapi jarak ini, tak akan menghalangi cinta kita untuk sampai ke mereka.
Teruntuk saudara seimanku di sana, ‘ana uhibbuki fillah’. Tetaplah berpegang teguh pada Islam. Semoga Allah mempertemukan kita di JannahNya. Aamiin.
Wallahu’alam bishowab.

Monday, May 14, 2012

Lelaki Tua Itu

May 14, 2012 2 Comments

Lelaki tua itu, menaiki angkot dengan susah payah. Tangannya meraba-raba udara. Saat ia temukan leher sopir angkot, segera ia serahkan uang ongkosnya. Ia ingin pergi ke stasiun, seorang Ibu di luar angkot berpesan agar sopir angkot mengantarnya sampai ke stasiun.

Lelaki tua itu. Kini ia duduk di sebelahku. Ya, tepat di sebelah kananku. Dan aku, aku tak bisa menahan diri untuk tidak memperhatikannya. Rambutnya yang sudah berwarna putih keabuan, tongkatnya, topi yang diikatkan di kepalanya, dan badannya yang bungkuk, menimbulkan perasaan tak bernama di sini (baca: di hati). Iba kah? Miris kah?

Lelaki tua itu. Ia duduk merapat ke jok sopir angkot, seolah tak ingin orang lain terganggu akan keberadaannya. Nafasnya pelan dan halus, ia tenang sekali dalam duduknya. Dan aku pun bertanya pada diri, ‘Apakah yang sedang ia pikirkan?’. Bukankah dunia ini, selalu sama di matanya? Gelap.
Lelaki tua itu, mengingatkanku pada satu kutipan dari buku Salim A. Fillah, kurang lebih isinya begini:

“Jika seorang buta bertanya padamu, seperti apa matahari itu? Maka apa jawabmu? Matahari? Bukankah kita sama-sama merasakan kehangatannya..”

 
Lelaki tua yang matanya buta itu. Mengingatkanku.. tentang nikmat melihat yang sering kudustakan. Seperti kata temanku, “Tahukah? Saat tangan kita, atau gigi kita yang sakit.. Kita mungkin hanya tidak bisa melakukan beberapa hal saja. Tetapi, saat mata kita yang sakit? Bisa apa kita?”. Ya, saat mata ini sakit, hanya ada sedikit hal bisa kita lakukan.

Maka Maha Suci dan Maha Besar Allah.. J Ia telah memberi kita mata, yang memudahkan kita melihat. Sekalipun ia mengambil cahaya dari mata kita (baca: buta), maka Ia akan menajamkan indra kita yang lain. Seperti lelaki tua tadi. Bisa jadi matanya tak lagi dapat menangkap cahaya, tak dapat melihat. Tapi, ia pasti dapat mendengar lebih jelas suara-suara lirih yang kita tidak kita dengar. Tidak hanya syaraf di telinganya saja yang menajam, tapi juga syaraf peindra di hidung dan ujung-ujung jarinya.

Lelaki tua itu. Kembali aku melihatnya. Kali ini bukan di angkot, dan tak lagi duduk di sampingku. Aku melihatnya terjongkok di depan sebuah rumah di jalan yang biasa aku lalui. Sekilas aku melihatnya terhuyung ke depan dan hampir jatuh. Tidak, ia tidak jatuh. Terlihat ia membetulkan posisinya, masih terjongkok. Kiranya ia tadi mengantuk dan hampir jatuh tertidur. “Lelahkan ia?” tanyaku, lagi-lagi hanya dalam hati. “Ya, ia pasti lelah.. tapi tak ada dipan untuk tidur atau rumah untuk berteduh.”

Lelaki tua itu. Aku tak bisa tidak memperhatikannya. Rambutnya yang sudah berwarna putih keabuan, topi yang diikatkan di kepalanya, dan badannya yang bungkuk menimbulkan perasaan tak bernama di sini (baca: di hati). Iba kah? Miris kah?

Lelaki tua itu. Akankah aku bertemu denganmu, lagi?

Thursday, April 19, 2012

Be Yourself; Your-Growing-Self!

April 19, 2012 0 Comments
Bismillah..


The true meaning of be yourself is be your-growing-self! :)



Menjadi diri sendiri, bukan berarti stuck. Bukan berhenti pada apa-apa yang sudah ada pada diri. Menjadi diri sendiri, artinya.. kita terus tumbuh dan berkembang tanpa kehilangan jati diri. Menjadi lebih baik setiap harinya,.. bukan tetap terpaku pada kebiasaan-kebiasaan buruk yang kita miliki.


Be your-growing-self.. berarti kamu mensyukuri nikmat dari Allah dengan cara yang benar. Bukan hanya berterima kasih dan pasrah, tapi mendayagunakan nikmat yang IA beri. Agar lebih bermanfaat.

“Syukur adalah mendayagunakan segenap nikmay yang telah Allah karuniakan untuk menggapai yang lebih tinggi. Yang berharta, janganlah puas dengan sadaqahnya. Yang berilmu, janganlah puas dengan amal dan dakwahnya.Yang bernafas, janganlah puas sekedar berbaring dan duduk. Tapi bangkitlah.. berlarilah!” (Salim A. Fillah)

The true meaning of be yourself is be your-growing-self. Mengingatkan kita, bahwa tidak menjadi orang lain (baca : be yourself), bukan berarti kita tak boleh mengikuti teladan orang-orang di sekitar kita. Bukan berarti, menjadi alibi kita untuk tetap memegang teguh sesuatu yang salah. Bisa jadi, kita memang perlu berubah. Tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik di mata Allah utamanya.


Be yourself, tak pernah mengekang kita untuk berubah dan bermetamorphosis. Be yourself, hanya melarang kita untuk bertopeng orang lain, melakukan apa-apa yang kebanyakan orang lakukan padahal tidak kita sukai. Be yourself! And remember, that the true meaning of be yourself is..... [kuperkenankan dirimu yang melanjutkan kalimatnya]


Wallahu’alam.


Ayo! Be yourself! #beyour-growing-self

Wednesday, January 18, 2012

Kumpulan Kata

January 18, 2012 0 Comments
Hanya kumpulan kata. It may sounds weird for you. But it will be usefull for me, someday.





Hidup, menangis, berjalan, berlari, terjatuh, bangkit, meloncat, menunggu, menuli, mati
Pilihan, warna, senyum, rasa, cinta, label, kebohongan, lagu, hujan, air
Indah, ramah, tawar, berat, ringan, sakit, bersih, tinggi, dangkal, tajam
Aku, dia, kamu, kita, kami, mereka, kalian, itu, ini, semua

temukan hubungan kata di atas! Hehe :) Just kidding. They aren't linked yet, I'll make them linked. Tunggu saja. #sokmisterius