Follow Me

Friday, September 7, 2018

Hold Back

Bismillah.


Berapa kali dalam sehari kamu menahan diri? Menahan diri untuk apa, dari apa dan kenapa? 

Seperti kalimat yang berulang kali diketik dan dihapus. Atau meski haus menghindari minum karena sedang puasa. Atau memandang langit-langit supaya air mata tak jatuh. Atau memilih duduk agar amarah tidak meledak. Semacam itu. Menahan diri. You hold yourself back. To hold back, menahan diri, bisa jadi pilihan yang baik, tapi bisa juga sebaliknya. 

***

Aku membaca kalimat singkat di sana, dari seseorang. Sejujurnya, ingin kutawarkan bantuan padanya. But I hold that word back. Kenapa? Karena aku sendiri ragu, apakah ia mau menerima bantuanku? Juga... apa aku benar bisa membantunya? Trus gitu aja.. lanjut overthinking. 

Aku menulis ini... berharap aku bisa bijak. Tahu kapan harus menahan diri, dan kapan harus tidak menahan diri. It sounds weird. Entah sejak kapan, lebih nyaman menggunakan frase bahasa inggris.

I wish I don't hold myself back from any goodness. I hope I learn, that holding back too much will make me lose many opportunity. 

Apa yang membuatmu sulit sekedar bertanya dan menawarkan bantuan? She might reject, cause she doesn't really need help. Like the way you reject someone else help. Tapi.. tidak ada salahnya bertanya kan? Bukankah.. kamu pernah sedikit sedikit terhibur saat ada orang yang menawarkan bantuan?

Don't hold back in this kind of situation. Ask her nicely, if she answers no. It means she can do it without your help. If she answers yes. Don't overthinking. Just help even if what you can do is just a small thing. Ok? 

***

Adakah yang tahu... cara supaya kita bisa bijak memilih.. kapan harus menahan diri, dan kapan tidak boleh menahan diri? Karena aku sering kesulitan memilih.. hmm.. lebih tepatnya, meski aku tahu yang mana yang benar, aku kesulitan mempraktekannya. 

To hold back.. or to not hold back.. I stil need to learn more about that. 

Allahua'lam. 

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya