Follow Me

Showing posts with label hobi. Show all posts
Showing posts with label hobi. Show all posts

Sunday, June 3, 2018

Teman Bacaku : GMIB dan Generasi Al Fihri

June 03, 2018 0 Comments
Bismillah.
#random

Pertama, alhamdulillah Allah berikan tempat, komunitas untuk menemaniku membangun lagi kebiasaan membaca buku.


GMIB, Gerakan Membaca by RDK


25 halaman per hari idealnya. Setiap selesai baca buku, harusnya setor satu tulisan boleh resensi, review/ulasan, tulisan bentuk lain. I submit nukil buku, Revive Your Heart dan Life-changing Magic of Tidying Up. Masih hutang dua tulisan untuk dua buku lain. Hmm

Grupnya ga terlalu aktif, aku masuk grup akhawat 2. Yang rajin banget, baca dan lapor setiap hari ada satu orang. Seorang ibu, yang ingin anak-anaknya hobi baca, jadi meski repot ngurus bayi, selalu ngeluangin untuk baca buku.

Sebelum gabung GMIB aku memang sudah meragu, how to read 25 pages a day? Bahkan nawar juga ke adminnya hehe. Seperjalanan, sering bolos ga baca, bisa dihitung hari, saat bisa baca 25 halaman. Sisanya paling cuma baca sedikit banget. Sebenarnya ragu untuk bertahan di grup, malu lah, tapi mau gimana lagi, kalau ga ada grup itu, ga ada yang ngingetin aku untuk baca. At least, dengan ga left grup, setiap grup itu up, aku jadi inget, hari ini aku belum baca buku. 

Konsep yang aku suka dari GMIB, adalah bebas ganti buku. Jadi bisa lapor baca buku lebih dari satu. Aku yang tipenya bosenan, bisa sehari baca buku A, besoknya baca buku B.

Di grup ini dihitung akumulatif halaman yang dibaca. Kemarin, aku baru nyadar, meski cuma beberapa pekan (2 bulan ada ga ya?), karena GMIB kebiasaan membacaku beneran bisa dipupuk. Kalau mau ngaku sih ya.. sebenernya baca sehari 25 halaman itu ga berat. Baca sekali duduk juga ga berat, bisa pengantar tidur. Yang berat itu memulainya. Kalau udah memulai, paksain diri baca tiga-lima halaman, dapet flow-nya, bisa ngalir dan tanpa sadar, eh udah 20an halaman. Tapi kalau males sih ya, kata ibuku, yaudah wkwkwk. Balik lagi ke motivasi, kalau niatnya cuma mau laporan, baca 25 halaman itu sulit, baru baca beberapa lembar, udah berhitung halaman. Duh, payah. 

Generasi Al-Fihri by MPI Akhwat 


Awal ikutan generasi Al Fihri kerasa banget, ini downgrade namanya, bukan upgrade. Ya... secara GMIB itu standarnya minimal 25 halaman, Gen Al-Fihri standarnya minimal 3 halaman per hari. Jadilah konflik. Apa ga perlu keluar? Salah sih, gabung karena ingin coba-coba hehe. 

Tapi setelah jalanin agak lama, sekitar sebulan kurang beberapa hari. Aku inget banget lah, pertama ikutan pas tgl 4 Mei. Trus baru laporan sehari, habis itu bolos beberapa hari sekaligus. Salah sendiri sih, maksain ikutan padahal jelas-jelas lagi safar. Bukunya ga dibawa tiap kemana-mana.

Bedanya sama GMIB, di Gen Al Fihri ada sistem kartu kuning kartu merah. Setiap berhalangan/ga lapor jadi poin untuk bisa dapet kartu kuning, bahkan kartu merah. Aigo.. jadilah.. disiplinnya naik. Kalau di GMIB aku beneran bandel dan semood-nya aja baca dan lapor. Di Gen Al Fihri ga bisa kaya gitu hehe. 

Ada grup sharing juga, bisa ngobrol. Oh ya, ada jadwal nulis resume juga. Digilir tapi. Lima pekan sekali. Dan tahukah? Aku dapet giliran di pekan pertama, pas perjalanan pulang ke Purwokerto diingetin untuk kirim resume. Yaudah bolos. Ga kondusif banget harus buat resume, dengan sisa energi yang tersisa tgl 6 lalu. Tapi aku akhirnya buat tulisan buku kenangan sih hehe. 

Oh ya, lewat grup Al Fihri ini aku jadi bener-bener belajar numbuhin habit baca tiap hari. Tiga lembar itu sedikit kan? Cocok lah untuk diriku yang masih cupu urusan baca. Trus ya, aku baru nyadar perbedaan unit hitungan really matters. Kaya kamu disuruh lari 600 meter, jauh kan ya? Coba kalau disuruh lari 1/2 km? eh? Salah ya contohnya. Pokoknya, aku ngerasa tiga itu angka kecil, dibandingkan kalau unitnya diganti halaman (6 halaman) berasanya besar. Padahal itu kalau menurut orang lain sedikit banget ya? hehe. Yaudah sih, beda level. hehe. 

Ada PJ laporan juga, jadi kalau udah mepet batas waktu laporan, aku belum lapor nih. Ada yang japri dengan nada lembut khas ukhti-ukhti hehe, ngingetin untuk baca dan tulis laporan di grup. Saat giliranku, juga rasanya lebih dekat sama member lain karena jadi japri mereka untuk ngingetin.  Trus enaknya lagi... aku masuk grup dua, yang anggotanya baru 6 orang. jadi kan berasa ekslusif hehe. 

***

Punya temen membaca itu menyenangkan, terutama karena aku belum terbiasa membaca tiap hari. Minat bacaku juga masih naik turun. Beda jauh, aku yang dulu (jaman SMP-SMA) sama aku yang sekarang.

Apa perlu punya temen baca? Tergantung setiap orang. Ada yang bisa memulai kebiasaan membaca sendiri, mandiri, tanpa teman pun ga masalah. Karena mungkin komitmennya sudah tinggi. 

Ada side effectnya juga sebenernya gabung di grup yang fungsinya laporan kaya gini. Kamu jadi harus sering bertanya tentang niat dalam hati. Ketakutan kalau baca cuma karena laporan. Kesannya show off ga sih? Semacam itu. Apalagi aku gabung di dua grup, hehe. Berasanya, ih bacanya segitu doang, kok lapor ke dua grup, ga malu? Malu, tapi aku ngerasa masih butuh temen baca. Meski terkesan double-double untuk saat itu, aku masih ingin menetap di dua grup tersebut.

Oh ya, ada perbedaan sih sedikit. Gen Al Fihri wajib baca satu buku, diselesaiin dulu, baru boleh pindah buku. Selain itu, topiknya juga cuma buku islam. Aku paham sih kenapa, karena pencetusnya anak-anak MPI (Mahasiswa Pecinta Islam). Pendaftaran grup ini juga ga dibuka untuk umum. Qadarullah aku masih bergabung di grup MPI Bandung akhawat jadi bisa dapet info tentang Gen Al Fihri. Kalau GMIB sudah tahu kan ya? Bukunya bebas, fiksi-non fiksi, bahkan katanya buku mata pelajaran juga boleh hehe. Visinya juga lebih luas, untuk Indonesia yang Berilmu? Bener ga ya? Lupa. (yang benar, untuk Indonesia Berkeilmuan)

***

OOT. Ada satu grup lain, bukan komunitas membaca padahal, awalnya projek menulis Ramadhan gitu. Tapi tahun ini ga ada. Tapi... ada yang beberapa posting ulasan buku. Ini ghibah bukan ya? Hehe. Intinya suka aja, jadi inget aksara dan majelis bukunya. Jadi bisa baca ulasan buku, tahu isinya, bisa ambil sedikit ilmunya. 

***

Sudah itu saja. Maaf random. Sekian. 

Semangat membaca, semangat menulis~


Saturday, July 27, 2013

Buku Catatan

July 27, 2013 0 Comments

Bismillah..
Setiap melihat tulisan, quote, status, posting, gambar, atau apapun. Rasanya ingin memindahkannya ke sini.. kemudian menuliskan satu dua baris kata tentangnya.

Mungkin rasa itu, yang berhasil membuat blog ini tetap rame (di isi dan dikunjungi diri).

Bagiku, di sini seperti sebuah buku catatan. Dimana setiap hal menarik yang kulihat, kubaca, kudengar dan kutonton, ingin kucatat. Kuabadikan dalam rekam memori berupa gambar dan tulisan.
-ucap Isabella Kirei dalam benaknya

Thursday, January 24, 2013

Bela Diri : Bukan Sekedar Untuk Membela Diri

January 24, 2013 0 Comments
Bismillah...

Sebuah wacana hadir, sebagai salah satu agenda di Asrama Putri Salman : Belajar Bela Diri. Kemudian tersebutlah satu demi satu jenis beladiri. Wushu, Karate, Aikido, Pencak Silat, Perisai Diri, Thifan, dan beberapa nama lain.

***

Talking about bela diri. Ada satu hal yang membuatku tertarik pada salah satu nama diantara sekian nama bela diri di atas. Thifan. Kenapa? Karena dari Thifan, aku terilhami banyak hal, salah satunya : bahwa belajar bela diri, bukan sekedar untuk membeladiri.

Saturday, December 29, 2012

Naik Puncak! Duh Sedapnya...

December 29, 2012 0 Comments
Bismillah...

Entah efek dari film 5 cm.. atau memang sedang trend saja. Muncak atau bakunya : pergi ke puncak. Going to a peak of mountain.

***

Sedap kali ya, kalau bisa pergi ke puncak gunung tertentu di belahan bumi indonesia. Bareng temen-temen sepermainan.

Hm.. sedap ya? *nada sinis. :-P

Sunday, July 1, 2012

What is Your Hobby?

July 01, 2012 2 Comments

Bismillah..

Dan untuk kesekian kalinya.. pertanyaan "Apa hobimu?" dariku dijawab dengan kebingungan oleh ia yang kutanya.

"Mmm.. apa ya?"
"Apa aja deh"
"Banyak"

***

Aku tergelitik untuk menulis tentang ini. Tentang hobi. Tentang jawaban kita, yang kini lebih seringkali bingung ketimbang mantap menjawab pertanyaan tentang hobi. Tentang persepsi hobi yang menurutku tidak tepat.

Hobi

Hobi merupakan sebuah kegiatan yang kita suka melakukannya (terutama di waktu luang kita). Enjoy jika kita melakukannya. Tak ada beban, bukan karena kewajiban, bukan karena tuntutan orang lain. Sepenuhnya karena keinginan hati. :))


Hobi

Bukankah ini bukan pertama kalinya kita di tanya tentang hobi? Lantas mengapa ada keraguan untuk menjawab, saat orang lain bertanya apa hobi kita?

Sering kali, kita yang tergagap dan bingung saat ditanya tentang hobi.. adalah karena

1. kita belum mengenali diri.

Tidak tahu, kegiatan apa yang jika kita melakukannya maka senang-lah diri, maka ria-lah hati (*jangan dibaca sombong ya), maka cerah-lah hari..

2. kita salah persepsi tentang makna hobi

Hayo ngaku? Siapa yang ragu untuk mendeklarasikan hobinya, karena tidak ahli di hobi tersebut? Simpelnya gini, misal kita hobi nyanyi, tapi suara kita nggak emas. Jadilah kita malu untuk mengungkapkan hobi tersebut pada orang lain. Atau kita hobi main sepak bola, tapi menggiring bola saja kita belum mahir. Atau kita hobi menulis, tapi.. tulisanku nggak sebagus Habibburahman El Syirazi (penulis novel AAC).

Hobi itu biasanya ditentukan oleh passion kita. And passion is (NOT) about you’re good at. It is what you enjoy the most!


Hobi

Jangan menjawab pertanyaan hobi dengan jawaban standar macam : makan dan tidur. Sebenernya nggak masalah sih, tapi coba deh.. cari jawaban lain yang lebih menggambarkan tentang dirimu. Don't be way too mainstream. Hehe :D Kita tahu, semua orang enjoy dan suka melakukan kegiatan seperti makan dan tidur.

Ah ya, satu lagi.. Pada ia yang menjawab hobinya adalah beribadah. :) Nice answer, tapi aku menyarankanmu untuk mencari jawaban lain. Bagiku, beribadah bukanlah hobi. Ia (baca: beribadah) adalah kebutuhan sekaligus kewajiban kita. Ia adalah tujuan mengapa kita diciptakan. (51:56)



Hobi

Whatever your hobby is, mau ia juga menjadi hobi banyak orang (misalnya membaca), atau ia jarang sekali menjadi hobi orang (misalnya menjahit).. Jika memang hal itulah yang paling suka kau lakukan, paling enjoy jika dilakukan, maka itulah hobimu. Jangan biarkan persepsi orang lain membuatmu ragu untuk menyatakan hobimu, lantas menggantinya dengan hobi lain yang sebenarnya tidak sepenuhnya kau sukai.


Hobi

Hobi akan menjadi hal yang paling sering kita lakukan di waktu luang kita. Jika ia tak hanya bermanfaat untuk diri :) Maka sebuah poin plus untuk kita. Jika ia kita tujukan untuk Allah, maka poin plus-plus untuk kita. :)) Jadi, kalau bisa.. pilihlah hobi yang bisa bermanfaat bagi orang lain, dan juga ditujukan untukNya, dengan jalanNya.



Wallahu'alam bishowab..

(terilhami saat mengisi buku perkenalan SPARTA HMIF 2011)

***

"Hobiku membaca dan menulis, apa hobimu? :))"*

"wo de aihao shi....... "

jika bersedia, isilah titik-titik di atas di komentar ya^^ (bahasa indonesia saja :P)