Follow Me

Showing posts with label kemampuan. Show all posts
Showing posts with label kemampuan. Show all posts

Monday, September 1, 2014

Satu Bulan Lebih Vacum Blogging

September 01, 2014 0 Comments



 taken from here

Bismillah. Satu bulan lebih terhitung sejak tanggal 10 Juli 2014. Terhitung  lima puluh dua hari. Super sekali!


Vacum menulis adalah hal yang wajar ketika menulis sekedar mengisi waktu luang. Adalah hal yang wajar, ketika menulis belum menjadi kebutuhan kita. Namun saat hal itu sebaliknya, bagaimana rasanya vacum menulis bagi ia yang terbiasa setiap hari merangkai kata? Bagaimana rasanya, saat kebutuhan kita untuk menulis, tidak bisa kita penuhi. Haus seperti halnya kita tidak memenuhi kebutuhan air. Lemas seperti halnya kita tidak memenuhi kebutuhan makan diri kita.

Pertanyaan selanjutnya, yang manakah diri?

Monday, June 2, 2014

Bisa Karena Terbiasa

June 02, 2014 0 Comments



-Muhasabah Diri-

Bismillah..

Sedikit nyambung dengan artikel Jangan Takut Berubah.

A : "Aku ga bisa B, sulit banget untuk menghindari itu."


A' : "Memang tidak mudah. Tapi perlahan jika sudah terbiasa, tentu tidak akan sesulit itu."

* ceritanya, A dan A' adalah satu orang, ada kecamuk dihatinya saat ia merasa berat terhadap sebuah perubahan yang ingin ia buat.

Perubahan apa? Apapun.
***

Wednesday, February 26, 2014

Belajar Lewat Berdebat

February 26, 2014 0 Comments

-opini-

Bismillah...

( 83 )   (Ibrahim berdoa): "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh

***

Sebutlah di sebuah grup jejaring sosial yang damai, sebuah gagasan dikemukakan.

In syaa Allah, mulai 1 Maret 2014, akan ada sesi debat suatu tema. Dua pekan sekali in syaa Allah. Sesinya terdiri dari :
1. Pembukaan dari moderator --> 5''
2. Sesi 1 Pemaparan (Pro 10'', Kontra 10'') --> 20''
3. Sesi 2 Diskusi (Pro komentari kontra dan begitupun sebaliknya) --> 25''
4. Sesi 3 Pelemparan komentar bebas dari pemirsa/penyimak --> 10''
4. Sesi Konklusi dari Dewan Pakar --> 30''
yang maju ke depan untuk melakukan diskusi hanya 8 orang (4 pro dan 4 kontra).
nanti akan dijadwalkan secara random di hari H pemiilihan siapa yang akan majunya.
Dan tema 1 maret ini adalah...

Tuesday, December 10, 2013

Frank Lampard Aja Nulis Buku

December 10, 2013 0 Comments

-muhasabah diri, menulis-

Bismillah..
Buka FB pagi ini disambut Tinjauan Selama 2013. Dan ada statusku di tanggal 9 Januari 2013 yang cukup membuatku tertegun serta bersemangat lagi untuk lebih baik di tahun mendatang. Ini dia status itu:
Banyak penulis bagus di Facebook. Sayangnya mereka tak kunjung "go publik". Pertanyaannya adalah: Apa tak mendapat kesempatan? Atau... Apa tak kunjung mencari kesempatan itu? Soalnya kesempatan banyak banget. Penerbit sekarang yang kejar-kejar penulis. Lalu? | Menulis itu tidak sulit. Kendalanya hanya komitmen waktu. Ahai... Hari gini masih sibuk audisi antologi sana-sini yang biaya terbit ditanggung sendiri. C'mon! Ini sudah 2013. Saatnya naik kelas. | Ngomong sama tembok Facebook. *melipir-sebelum-bonyok*

Pertanyaan hari ini adalah: Sudah hampir setahun, apa kamu masih di kelas yang sama? Dan sudah berapa tahun kamu di kelas itu-itu saja? Kupikir tak akan ada yang betah berlama-lama di kelas yang sama, kan?

--dari grup fb Aksara Salman ITB

***

Wednesday, November 20, 2013

Belajar dan Berproses

November 20, 2013 2 Comments
 
-opini, muhasabah diri-

Bismillah...

Alkisah seorang perempuan sedang duduk, asik membaca sebuah buku ditangan kanannya. Seorang perempuan lain -temannya-, menghampirinnya. Disela-sela kalimatnya, ia sempat berkata.

B : "mendingan aku nggak usah baca tulisan itu"
A : "......."

***

Jadi ini tentang ilmu yang seharusnya diamalkan, dan ketidakmampuan kita (*lebih tepatnya diri).
"Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka)." (an Nisaa: 66)
Pernahkah kita merasa menyesal mengetahui ilmu baru? Ya, menyesal.. karena merasa ketika kita mengetahui-nya, kita jadi memiliki kewajiban untuk melaksanakannya?

Saturday, July 27, 2013

Buku Catatan

July 27, 2013 0 Comments

Bismillah..
Setiap melihat tulisan, quote, status, posting, gambar, atau apapun. Rasanya ingin memindahkannya ke sini.. kemudian menuliskan satu dua baris kata tentangnya.

Mungkin rasa itu, yang berhasil membuat blog ini tetap rame (di isi dan dikunjungi diri).

Bagiku, di sini seperti sebuah buku catatan. Dimana setiap hal menarik yang kulihat, kubaca, kudengar dan kutonton, ingin kucatat. Kuabadikan dalam rekam memori berupa gambar dan tulisan.
-ucap Isabella Kirei dalam benaknya

Monday, June 24, 2013

Akankah Hanya Rencana?

June 24, 2013 0 Comments
Bismillah....

Ijinkan tulisan ini menjadi pengingat diri. Bahwa sebuah rencana, akan tetap menjadi rencana, jika tidak ada langkah yang diambil, aksi yang dilakukan.

Ijinkan tulisan ini menjadi pengingat diri. Bahwa rencana dengan target bulan depan, seharusnya sudah mulai dikerjakan sedikit-sedikit mulai sekarang. Ayolah! Bisa!!!

Draft. Apa susahnya? Oke memang tidak bisa dikatakan mudah. Tapi bisa kan?

Hmm.. Allah, kuatkan aku!
Allahu Akbar!

Wallahua'lam bishowab.

Saturday, January 19, 2013

Terdesak : Memaksa Diri Lebih Produktif

January 19, 2013 0 Comments


Bismillah..
Pernah dengar istilah the power of kepepet? Bagaimana ajaibnya sebuah deadline, memojokkanmu, hingga akhirnya.. sebuah tugas atau PR-pun bisa selesai. Atau bagaimana sebuah kondisi yang mendesakmu, dapat menjadikanmu menjadi lebih kreatif dari biasanya.

***

"Lalu apa yang bisa mendesak kita ya?" untuk kesekian kalinya seorang Teteh menanyakan hal yang sama. Sore itu (18/1) kami sedang mendiskusikan sebuah buku, hingga sebuah kesimpulan terpetik : bahwa dakwah ini perlu dibawakan dengan cara baru yang ciamik. Selain kesimpulan itu, kami juga mendapat fakta.. bahwa muslim yang menjadi minoritas di sebuah negara seringkali lebih kreatif dalam hal syiar dan dakwah ketimbang muslim yang menjadi mayoritas.

Wednesday, June 20, 2012

Melupakan

June 20, 2012 0 Comments
Bismillah..

Jika melupakan masa lalu bisa membantumu mengatasi hari ini, maka lupakanlah^^

Jangan stuck dengan hari kemarin, walaupun benar adanya.. dari hari kemarinlah kita ambil pelajaran, agar tak terulang kesalahan, agar semakin baik hari demi hari. Tapi jika dengan mengingat hari kemarin, yang ada hanya penyesalan demi penyesalan. Atau harapan semu ingin kembali ke sana (baca: ke masa lalu). Lupakanlah! Lupakanlah!

 
***

Mudah sekali kiranya, kutulis kata demi kata di atas. Melupakan. Semudah itukah melupakan?

:)) Ya, i'm going to talk about forget-ing something (*rusaklah itu grammar, hehe peace :P)

Melupakan. Kata kerja transitif, benar tidak? Ya.. tanpa objek, maka kata 'melupakan' akan terdengar samar. Melupakan apa, siapa? Melupakan terkait dengan memori, otak dan juga hati. Kok bisa hati dibawa-bawa? :)

Pernah dengar atau baca qoutes ini?
"People will forget what you say.. People will forget how you look like.. But people, will not forget how you made them feel" -someone i forget-
Quotes di atas aku dapatkan waktu matrikulasi (*juli 2011 yang lalu). Membaca quotes tersebut, membuat kita sadar.. bahwa memori, bukan sekedar yang ada di otak, tapi juga yang di hati. Contoh real dari qoute di atas adalah pepatah lain yang bunyinya "first love never die". Cinta pertama, biasanya adalah yang paling diingat, susah dilupakan, dll. Kenapa? Bukan karena si dia yang cantik/tampan. Bukan itu, yang membuat kita ingat adalah.. karena itu pertama kalinya kita 'jatuh' cinta (*people will not forget how you made them fell).

***

Melupakan. Sebuah pilihan. Sebuah takdir. Sebuah kemampuan.

(*image taken from this)


Yang pertama (baca: melupakan sebagai pilihan), adalah hak kita. Ya, untuk melupakan atau tidak melupakan adalah pilihan kita. Jika ingin melupakan, maka buang jauh hal-hal yang bisa membuat kita ingat. Jika tidak ingin melupakan, maka rekam dan abadikan hal tersebut (bisa berupa foto, tulisan, video atau apapun).

Yang kedua (baca: melupakan sebagai takdir), adalah hak Allah. Ya, kita tak pernah benar-benar bisa mengendalikan apa yang ingin kita ingat dan ingin kita lupakan. Itu hak Allah. Allah bisa saja membuatmu lupa, padahal baru sedetik yang lalu ia dihadapanmu (*baca: kunci, buku, hp). Allah bisa saja membuatmu ingat, padahal itu sudah terjadi bertahun-tahun yang lalu. IA-lah yang menguasai hati dan pikiran kita. Jika IA berkehendak, maka IA hanya perlu mengatakan 'Kun' (baca: jadi), maka jadilah.

Yang ketiga (baca: melupakan sebagai kemampuan), adalah keunikan masing-masing pribadi. Everyone was unique. Maka akan kau temukan seseorang yang bisa mengingat nama dan wajahmu hanya dalam hitungan detik. Maka akan kau temukan seseorang yang masih sering lupa nama dan wajahmu, walau setahun kau mengenalnya. Maka akan kau temukan, ia yang mengingat detail kejadian, atau ia yang melupakan dengan mudah hal-hal besar di hidupnya.

Terakhir tentang melupakan:

Bagiku, jangan paksakan diri untuk melupakan jika kau benar-benar ingin melupakan. Karena pada akhirnya, kau justru akan mengingat.

Bagiku, jalan terbaik untuk melupakan adalah dengan menyibukkan diri, melakukan banyak hal sampai tak ada waktu bagi diri untuk sekedar me-replay memori.

Bagiku, masa lalu ada bukan untuk dilupakan, atau terlalu dikenang dan disebut-sebut. Ia adalah tempat kita berkaca dan belajar. Jangan lupakan masa lalu, sekalipun itu pahit atau berdarah-darah :P.. Berdamailah saja dengannya. :) Jika memang harus lupa, tak apa. Jika memang harus ingat, tak apa. :) Akan selalu ada manis, asam, asin, pedas, pahit tentangnya.


Wallahu'alam. :))