Follow Me

Tuesday, September 6, 2016

Akhirnya Selesai Baca

September 06, 2016 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.

chat, chat, refrain, refrain
Akhirnya selesai baca, dan inilah quotes yang menarik jemariku untuk meng-copast di sini..
"My little star, one day, when you will be engrossed with the cyberworld, refrain from talking with the opposite sex. If someone would approach you, advice them to fear Allah and I ask you to open it up with me, if not with your daddy then know that mommy is all ears for you. This is not because I want to reprimand you but Mommy just wants to be aware and give you guidance as Mommy doesn’t want you to indulge into something haraam and might hurt you at the end."
- Ukhti Cantik dalam tulisannya "A Letter for My Future Daughter"
***

Monday, September 5, 2016

You Can be Weak, but Never Surrender

September 05, 2016 0 Comments

#blogwalking #quotes

Bismillah.

Kutipan ini dari tulisan ini yang mengutip interview di web itu dari karakter utama film “The Billionaire”, Top Ittipat.

"You can be weak, but never surrender in order to keep the game going"

"My tips for success are that based on four points which is Love, Giving, Sacrifice and Happiness."
"If you love what you do, you will automatically have a success rate of 50%. That 50% will help you deal with things that you don’t love..."
"The second is that you need to be Giving, especially when it comes to money and time. Sacrifice comes next, you need to lose something before getting something."
"Lastly, you need to be happy with what you have. If you get rich and successful but are not happy then whatever you do will be meaningless."
"Do not be discouraged no matter what happens, if we give up, so then there were none”
- Top Ittipat

Dealing with Critics

September 05, 2016 0 Comments
#blogwalking #quotes
disregard, don't let it irritate, smile, learn from it
‘Sometimes it’s really easy to shrug it off and other times, things have pinched more. I think most of us are like that, right?’
Adding: ‘Someone lobs a snide remark your way, and sometimes you can laugh about it, while other times you can actually feel the sting,’
‘I’m actively working hard on learning to appreciate yourself no matter what. If what someone else says can easily derail you, it means your sense of self isn’t that firmly established in the first place,’ she added.
- Emma Stone


***

Media MSTEI

September 05, 2016 0 Comments
#blogwalking 

Bismillah.

Berkunjung ke blog sahabat Ansharnya teh Zae lewat link tulisan "A Letter for My Future Daughter". Satu, dua, tiga paragraf. Baru pembuka tapi entah mengapa mata udah cape, akhirnya cuma scroll sampe kolom komen. Waah.. ternyata baca tulisan berbahasa inggris full itu... hehe.

Logo MSTEI, dari fb: mstei.itb
Sembari menenangkan otakku yang ingin menutup tab tulisan itu, aku buka tab baru dan membaca judul-judul tulisan di home-nya ukhti yang suaranya imut menurutku hehe. Dan dari sanalah, aku terkaget membaca salah satu tulisan. jeng jeng..

Bismillah
Sahabat MSTEI, ilmu teknik adalah salah satu ilmu yang banyak disukai oleh pemuda – pemuda Islam.
Lalu bagaimana hukum belajar ilmu teknik ?
Apakah berpahala ?

Atau ……. ?
- Hukum Belajar Ilmu Teknik
***

Apa Kabar Niat?

September 05, 2016 0 Comments
-Muhasabah Diri-

Bismillah.

Hanya ingin mempertanyakan lagi pada diri, tentang niat.
Terkadang niat dan alasan itulah satu-satunya yang tertinggal dalam diri seseorang, yang membuatnya kembali bangkit sekalipun ia tidak selalu berhasil, membuatnya tidak pernah putus harapan bahwa apa yang mereka usahakan adalah untuk kebaikan orang lain. Sesuatu yang lebih tulus dan halus bahkan dibandingkan hasil pekerjaan itu sendiri, karena ya akan selalu ada ruang untuk ‘ketidak berhasilan',"
 - Zainab Nururrohman dalam "Dibalik Alasan"
#quote

Jawaban dari "Tak Terungkap"

September 05, 2016 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.

Membaca tulisannya, membuatku merasa ia menjawab tulisanku.

Manusia bagi saya adalah makhluk yang sangat kompleks. Pembeda yang sangat nyata dengan makhluk lain yang Allah ciptakan.
They have the depth that couldn’t understand wholly by other people, no ones. Even if you are their best friend, their parents, their siblings, or their other close relations. I bet they couldn’t. Like what Sean told to Will in Good Will Hunting “No one could understand the depth of you”.

Allah mendesain diri kita secara sempurna, bahwa sebagaimanapun diri kita bagi orang lain, mereka tidak akan mampu menjadi tempat kita untuk menceritakan seutuhnya apa yang kita rasakan.

Kita didesain sedemikian rupa untuk mengadu pada Dzat yang tidak perlu kita menceritakan seutuhnya diri kita agar ia paham, karena Ia telah paham sepenuhnya, bahkan lebih daripada diri kita sendiri.
- Zainab Nururrohmah, dalam tulisannya "Manusia"
 ***

Persaudaraan "Muhajirin" dan "Anshar"

September 05, 2016 0 Comments
logo mata dari web P3R 1433

Bismillah.

Adakah yang ingat kisah setelah Rasulullah (shalawat serta salam untuknya) hijrah? Apa yang beliau shalallahu 'alaihi wassallam pertama kali lakukan? Ada beberapa hal seingatku, dan salah satu diantaranya adalah mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar.

Di sini, aku tidak akan membahas lebih jauh tentang persaudaraan para sahabat Muhajirin dan Anshar radhiyallahu anhum. Ini tentang persaudaraan "Muhajirin" dan "Anshar" yang lain..

Berawal dari baca komentar dua orang ukhti di tulisan ini.
Ukhti A: Bbbb, my “muhajirin” sister.. Let’s “berlari” together

Ukhti B: Aaaa, my ‘Anshar’ beloved sister. Let’s berlari together. kangen A, kangen sekali… semoga A selalu baik

Ya, berawal dari sana, aku dibuat iri. Setauku (kalau bukan soktau), ini tentang persaudaraan yang dibentuk di awal pembinaan Majelis Ta'lim Salman (selanjutnya disebut Mata'). Mohon koreksinya ya kalau salah. Dulu kakak-kakak pengurus Mata' membentuk pasangan saudara-saudara, atau saudari-saudari, 'muhajirin' dan 'anshar' untuk para AM[1]. Alhamdulillah, baca komentar dua ukhti 2010, artinya persaudaraan istimewa itu masih terjalin.

Tentang Nasihat Mereka Untuk Kita

September 05, 2016 0 Comments
-Muhasabah Diri- 
#blogwalking

Bismillah.

comforting, comforted

"There could be a moment when we couldn’t comfort other people by our advices. It might be because of our lacking position, because the timing isn’t right, or because we don’t have any good advices at all. It’s alright, in those cases.
But I thought it would be the other way if ourselves -it self- who couldn’t be comforted by other’s advices."
- Zainab Nururrohmah, "Percieve The Others"
***

It's About The Faith

September 05, 2016 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.

faith <3 a="">

So, if I am as a person understand the limit of my self, and how I relates one ‘miracle’ to another ‘unreasonable phenomenon’ then, the answer of those big questions doesn’t matter again. Because I know I can’t answer those right now...

You can still believe in God, even if He don’t bring the answer that come into your sense.
The important matter is how you believe in every phenomenon that Allah shows you, but how come you don’t believe on ‘something behind it’?
It’s not a matter of having eyes or not, it’s about having vision.
It’s not about logic or not, it’s about the faith.
- Ukhti yang kurindukan, dalam tulisannya "Blind, Deaf, and Mute"
***

Dekat Itu Menjadikan "Ringan" atau "Berat"

September 05, 2016 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.

close yet far
Masih dari blog ukhti di post sebelumnya, ukhti.. yang menurutku kami memiliki kesamaan postur tubuh, sama-sama tinggi dan kurus. "Tinggi" di sini jika dibandingkan dengan kebanyakan akhawat ITB, dan "kurus" juga sifatnya relatif, karena banyak yang bilang aku sekarang gemukan pipinya hehe. Kangen sama teh Zae, masihkah sekurus yang ada di memoriku?

Back to topic, maaf kalau judulnya agak aneh. Aku baru teringat ada sudut pandang berbeda tentang hubungan kata 'dekat', 'ringan', dan 'berat'. Ini tentang hubungan antarmanusia, bahwa kedekatan seringkali membuat kita meringankan hal-hal yang tidak seharusnya tidak ringan.

***
"Karena saya mengenal ia dengan baik… karena saya keluarganya… karena saya mengenalnya sejak lama…" Alasan-alasan itu seringkali membuat mereka lebih mudah menyakiti satu sama lain.

“Saya tidak akan berlaku demikian kalau kami tidak sedekat ini”. Ia bisa dengan mudah membentak, mengeluarkan keluh kesahnya tanpa berpikir panjang, bisa mengatakan apapun yang ia pikirkan tentang orang tersebut… karena mereka sudah cukup dekat. Sebaliknya mereka justru akan malu dan sungkan melakukan hal serupa dengan orang yang tidak mereka kenal baik.
- Teh Zainab dalam tulisannya "Dekat"
Ah.. makasih Teh, dengan tulisan singkat padat dan jelas Teteh, aku kembali diingatkan untuk mengoreksi lagi setiap perlakuanku pada mereka yang kuanggap dekat. Apakah kedekatan itu menjadikanku ringan menyakiti mereka, baik secara sengaja maupun tidak? Atau kedekatan itu menjadikanku berat untuk menyakiti mereka, karena tidak rela untuk merenggangkan ikatan ukhuwah kami.

Untuk pembaca, khususnya para akhawat, barangkali ada yang merasa aku seperti itu, entah masuk kategori yang ringan atau berat, baik saat jauh, atau saat dekat, mohon nasihatnya dan diingatkan ya. Lewat komentar boleh, anonim juga gapapa. Karena jujur... saya pribadi merasa ada banyak yang dekat maupun yang jauh yang mungkin pernah terluka atas ucapan, tulisan, atau mungkin sikap saya. Maaf, maaf, maaf.

***

Bersyukurlah Wahai Diri 2

September 05, 2016 0 Comments
-Muhasabah Diri-

#blogwalking

feeling blessed read your blog
Bismillah. Masih pengingat umum yang sama untuk diri penulis. Bersyukurlah! Izinkan kukutip tulisan indah, salah seorang ukhti yang sudah lama tak berjumpa.

***

Terkadang apa yang orang lain katakan pada diri kita dengan label “keberuntungan” atau serupanya, justru bukan hal yang kita rasakan. Saya sulit membedakan kondisi seperti apa yang membuat saya lebih baik atau lebih beruntung dari orang lain.
“Kamu beruntung karena sudah menemukan jurusan yang kamu cintai”
dan saya hanya diam dan membatin “Dan kamu sudah menemukan pekerjaan yang kamu inginkan”
“Kamu beruntung karena kamu bukan orang yang mudah iri dengan pencapaian orang lain”
dan saya terdiam, Tapi karena itu saya tidak mudah termotivasi, dan itu menyedihkan. Saat seharusnya saya tergetar dan terpecut untuk menghapal Qur’an karena teman-teman terdekat saya melakukannya, motivasi itu tidak lantas datang begitu saja. Saya bersyukur karena dengannya rasa iri dan dengki itu tidak mudah hinggap, tapi terkadang saya terlalu tidak peduli bahkan untuk motivasi kebaikan sekalipun.
-Teh Zainab dalam tulisannya "Bersyukur"
***

Ada beberapa kutipan contoh lain tentang ucapan orang lain, dan  bagaimana diamnya penerima ucapan menanggapi dalam hati. Di akhir tulisannya, ukhti yang mirip sama sahabat terdekatku ini mengutip perkataan Al-Manshur Saifuddin Qalawun, "Kami tak tahu, ini rahmat ata musibah. Kami hanya berprasangka baik kepada Allah."

Jika baru pernah baca kutipan tadi, mungkin maknanya agak samar. Tapi jika engkau baca kisah dibalik kutipan itu di buku Dalam Dekapan Ukhuwah-nya Ustadz Salim, in syaa Allah akan lebih mengena[1][2].