Follow Me

Monday, August 13, 2018

Menahan Jemari

Bismillah.


Hari ini beberapa kali aku membaca pertanyaan atau pernyataan yang membuat otakku berpikir, dan kemudian jemariku bergerak untuk merespon. Tapi... aku kemudian menahannya. Hmm... Kalau cuma sekali, mungkin biasa saja. Yaudah. Tapi hari ini, beberapa kali. Jadi ingin menuliskannya di sini. Saat otakmu berputar, jemarimu mengetikkan kata-kata. Namun kemudian... backspace, atau block all dan cut. Hilang tulisannya, aku menahan jemariku. Saat itu, di sana, lebih baik aku diam dan tidak memberi respon? Atau? Lebih baik aku menuliskannya saja? Di tempat lain? I don't know. 

***

Dari tiga pertanyaan, yang membuat otakku berputar dan siap merespon, meski pada akhirnya aku menahan jemariku untuk mengetikkan dan mengirimkan kalimatnya... kesamaannya, adalah.. aku bertanya-tanya, apa tujuan yang bersangkutan bertanya? Apakah hanya kuriositas? Atau? 

Saat aku hendak menjawab dan merespon, hendak mengeluarkan opiniku, aku menemukan pola yang sama. Aku bukan menjawab pertanyaan, tapi justru bertanya balik, sebenarnya niat nanya buat apa? Trus aku jadi kesel sama diri sendiri, why it seems like, you think negative towards the questioner? Itu.. salah satu yang membuatku menahan jemari.

Alasan lainnya. Klise, aku merasa jawabanku tidak tepat, atau tidak penting, It's just my two cents. Atau karena sebenarnya aku tidak tahu, hanya sok tahu. 

Alasan lainnya,... mungkin aku sedang fase introvert. I'll just chew and process my answer alone, in my head. Maybe I'll write it, but not here. Entahlah. Masih ada keinginan untuk menjawab tiga pertanyaan dari tiga penanya berbeda. Tapi di sisi lain, aku ingin menahan jemariku. Di sana, dan juga di sini.

***

Jadi tujuan nulis ini apa Bell? Penyaluran perasaan anehku, saat hari ini Allah takdirkan aku menahan jemari lebih dari sekali, atas pertanyaan yang berbeda. 

Aku bertanya-tanya, apa ya... hikmah yang bisa kupetik dari hal itu? Sikapku, pilihanku untuk menahan jemari, apakah itu baik? Atau.. justru, aku baiknya tidak menahannya. Mungkin baiknya aku tetap bersuara, meskipun respon atau jawabanku salah. Karena cuma dengan menuliskannya, dan orang lain membacanya, akan ada yang mengoreksiku. Kalau aku nulisnya di sini, ditulis sendiri dan dibaca sendiri, ya.. ga ada yang memberitahuku bahwa aku salah, atau pendapatku tidak tepat.

***

Terakhir... sebenarnya, aku senang membaca tiga pertanyaan itu. Aku jadi dibuat berpikir, dan memikirkan respon yang tepat, opiniku terhadap pertanyaan itu.. meski akhirnya aku menahan jemariku, tetap saja menyenangkan. Ibarat lama ga olahraga otak, trus pertanyaan itu membuat otakku jadi olahraga hehe. Brainstorming. 

Terimakasih pada yang bertanya. Maaf karena memilih menjawab dalam hati dan otak saja hehe. 

Semoga di lain kesempatan, di lain pertanyaan, aku tidak menahan jemariku untuk merespon pertanyaan. J

Bye... 

Allahua'lam. 

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya