Bismillah.
*selftalk
Bukan waktunya kamu memikirkan orang lain. Ada kalanya kamu harus tutup mata dan fokus pada diri sendiri. Bukankah kamu juga sedang menyeret kakimu untuk melangkah?
Ini bukan waktunya kamu meminta orang lain untuk menyamakan langkah. Biarkan mereka berlari di track masing-masing. Kamu hanya perlu fokus memperbaiki langkahmu. Kamu cuma perlu memikirkan lukamu, bagaimana agar bisa melangkah lebih baik, kemudian berlari.
Kamu... Hanya perlu membiarkan mereka sendiri. Karena itu yang mereka inginkan.
Kamu... Hanya perlu berdamai dengan dirimu. Bahwa ini bukan waktunya, bahkan mungkin memang tidak pernah ada waktu, memaksakan yang tidak bisa dipaksakan. Stay in your lane. It’s time to think about yourself.
Satu lagi, jika kamu perlu mengadu akan perasaan kesal dan kecewa, kamu bisa menulis. Dan tentu, kamu bisa berdoa.
Se ma ngat!
***
Ps: another conflict within circle. I want to be impulsive and say bye. Though I don't really meant it.
Apakah Aku Lebih Mencintai Rezeki daripada Ar-Razzaq?
-
Dalam hidup, kita sering ngejadiin rezeki sebagai tujuan,padahal rezeki tu
cuma alat. Ar-Razzaq ngasih kita rezeki, sebenarnya bukan agar kita
mencintai ...
4 days ago


No comments:
Post a Comment
ditunggu komentarnya