Follow Me

Saturday, July 20, 2013

Easier, In Syaa Allah


#fiksiku

Bismillah...

Dan seketika matanya memanas. Kemudian bulir-bulir air meleleh menuruni pipinya.


***

Ia mungkin sudah lupa. Ya, lupa. Lupa tepatnya tanggal berapa terakhir kali rekan satu timnya mengirim sms bertanya tentang perkembangan kerjaan tim.

Dan hari ini. Saat tanpa sengaja mendapati nama rekan kerjanya, di sebuah blog teman tentang perjalanan wisata alam. Ia tak bisa membendung tanya di hatinya.

Kenapa belum ada tanya lagi dari rekan timnya?
Kenapa email progress pekerjaan yang ia kirim belum jua terbalas?
dan sms pemberitahuan, tidakkah mereka terima?

***

Ia mengatupkan kelopak matanya. mencoba menghentikan lelehan air itu untuk terus jatuh. Setelah berhasil berhenti, ia segera membuka lagi matanya, mencari-cari catatan kerja timnya.

Kemudian matanya terhenti pada kalimat yang ia pernah tulis sendiri.

kalau ini cuma untuk organiasi, pekerjaan ini memang nilainya kecil.
organisasi bisa kasih apa sih ke kita?
tapi kalau kita niatkan ini untuk Allah, nilainya akan besaaar..
Allah ga bisa kasih apa sih ke kita?



Ia tersenyum. "Ayo selesaikan!", ucapnya dalam hati. Adapun hasilnya? Sandarkan saja pada Allah. Manusia-manusia itu akan selalu mengecewakanmu, begitu pula organisasi, atau apapun di dunia ini kecuali Allah. Karena sungguh, berharap kepada selainNya, artinya melukai diri sendiri.


Hasbunallah wani'mal wakil.
Laa haula wala quwwata illa billah..

1 comment:

  1. ia menangis lagi, sembari ngedumel pada dirinya sendiri. "Baka! Bukankah kau sendiri yang menyuruh untuk tidak berharap pada manusia?"

    ReplyDelete

ditunggu komentarnya