Follow Me

Saturday, July 7, 2018

It's a New Life

Bismillah.

Aku lupa apa aku sudah pernah menuliskan tentang topik ini atau belum. Lupa juga darimana kubaca atau kudengar kalimat yang intinya topik ini. Tapi hari ini, izinkan aku menuliskannya, dengan segala keterbatasanku.

***


Kau membuka matamu, setelah beberapa waktu yang lalu kau tertidur. Yang kau lakukan selanjutnya mungkin menarik selimut karena udara dingin, atau duduk dan membersihkan kelopak matamu, atau meraih hp dan menilik angka digital penunjuk waktu. Kau membuka matamu, setelah beberapa waktu yang lalu kau tertidur. Mungkin di atas tempat tidur yang nyaman, mungkin di sofa, atas di meja penuh buku dan kertas.

Sebuah doa pernah diajarkan seseorang, doa setelah bangun tidur. Alhamdulillahilladzi ahyana ba'dana amatana wailaihi nusyur. Segala puji milik Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan hanya kepadaNyalah kami dibangkitkan kembali. *mohon koreksi jika ada kesalahan di terjemah maupun doa-nya. 

Saat kita terbangun dari tidur, sebenarnya, kita dihidupkan lagi setelah mati. Seperti contoh kecil, sebelum kita mengalami masa, dibangunkan dari tidur panjang dari kubur. Maka saat kita terbangun, ngatlah, sebenarnya, kita menjalani kehidupan yang baru. It's a new life. Yang lalu, sudah berlalu, kini kita menjalani hidup baru. Kita bisa memilih bergerak dan bekerja untuk mengumpulkan bekal ke surgaNya, atau memilih hanyut dalam arus kehidupan fana saat ini.

***

Sebelumnya, tentang filosofi dan pemaknaan hidup baru setiap terbangun dari tidur belum terlalu merasuk dalam di hatiku. Ya, sebelumnya, cuma ibarat teori dan pengetahuan otak semata. Sampai Allah gariskan sebuah kejadian yang membuatku sadar. Bahwa pengetahuan itu.. bahwa setiap bangun tidur adalah hidup baru, adalah pengetahuan yang membawa harapan. It gives you hope, when you feel like giving up.

Saat itu pagi menjelang siang, and I made mistake, sin, bad thing for myself. Saat itu.. aku tidak segera memilih bangkit, aku justru lari dan memaksa diriku untuk tidur. For some people, like me, sleep can be a way to runaway from the reality. Dalam hitungan kurang dari satu jam, aku tertidur, lalu terbangun lagi. Suara adzan dzuhur terdengar, membuatku teringat Allah meski sebelumnya aku memilih lari dari-Nya. Tapi miris memang, mau lari kemana? Bahkan tidur saja, sebenarnya aku kembali padaNya. Lalu doa bangun tidur dan maknanya tiba-tiba terlintas, hadiah dari Allah untuk hambaNya yang lemah seperti aku.

Rasanya seperti... diguyur air dingin saat mengantuk. Seketika aku sadar, bahwa harapan itu terbuka lebar, bahkan tidur yang sebentar itu, dan kesempatan yang Allah berikan padaku, masih bisa terbangun, membuatku sadar. Aku tidak boleh menyerah, ini hidup baru, masa lalu tidak bisa diubah, tapi aku bisa mulai dari saat itu untuk memperbaiki diri. Ya.. Allah still give me chance to make up my mistakes, to do some little good deeds. Seperti doa Musa, bahkan kebaikan yang Allah berikan saat ini, sungguh sangat aku butuhkan.

 رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلْتَ إِلَىَّ مِنْ خَيْرٍۢ فَقِيرٌۭ
Di hadapanNya, aku hanya seorang fakir, bahkan sekedar dibangunkan lagi setelah dosa dan kesalahan yang keperbuat, cukup.. lebih dari cukup, untuk diri yang fakir ini. Karena bersama dengan nikmat terbangun itu, Allah masih memberikan banyak nikmat, nikmat iman, islam, nikmat waktu, dan begitu banyak nikmat lain yang tidak bisa disebut satu per satu saking banyaknya. 

Allahua'lam. 

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya