Follow Me

Wednesday, July 18, 2018

Jangan Menghindari Sedih

Bismillah.
#blogwalking

Hanya ingin membagi kutipan dari salah satu blog yang saya follow. Bagus isinya J
Berbeda dengan padangan umum tentang “ketegaran”, psikologi melihat kesedihan sebagai sebuah mekanisme alami yang wajar. Sehat. Tidak merusak. Yang tidak sehat adalah yang menghindari dan mengabaikan rasa itu. Karena menghindari sunnatullahNya. Dan biasanya akan berdampak tidak sehat di kemudian hari.
-  Fitri Ariyanti, dalam postingan di blognya berjudul "Sedih Itu Belum Tentu Luka"
Langsung klik di link ya untuk tulisan lengkapnya.

***


Sedih tidak perlu dihindari, tidak boleh ditutupi selamanya. Bukan berarti juga mengumbar ke seluruh dunia. Tapi saat kita jujur, mengakui kesedihan dan bisa mengekspresikannya, itu akan lebih baik bagi kita. Bagus lagi, kalau misalnya kesedihan itu bukan hanya ditangisi/diratapi, tapi benar-benar bisa jadi momen kita sadar, bahwa kesedihan kita cuma bisa dihilangkan dengan mendekat padaNya. Bahwa nangis-nangis aja, meratapi yang sudah terjadi itu gak baik.

Manusia..hatinya, otaknya, ibarat cawan, ada volume maksimalnya. Setiap emosi yang kita tekan dan tutupi, tidak disalurkan dan tidak diekspresikan, akan tertimbun. Hasilnya, suatu saat akan luber, meluap, banjir, meledak. 

Saat sedih, jangan menghindar. Duduk saja, sendiri, atau berdua denganNya. Jujur pada dirimu, berdialog denganNya. Ungkapkan dalam tetes air mata, jika kata terlalu sederhana untuk menjelaskan kerumitan perasaanmu. 

It's okay to cry, to be sad, to be frustated, to be anxious. Cause we're human. Seperti yang ditulis di blog Fitri Ariyanti, Allah tidak menciptakan sesuatu sia-sia. Warna-warni perasaan dan emosi manusia, tidak Allah ciptakan sia-sia. Allah menciptakan perasaan sedih, takut, marah, senang, semuanya ada tujuannya. Tinggal bagaimana kita belajar, agar perasaan itu bisa kita salurkan dengan baik, bisa jadi wahana untuk mendekat padaNya. Saat sedih, mendekat padaNya, saat senang mendekat padaNya, saat marah mendekat padaNya, saat ragu mendekat padaNya, saat khawatir, saat tenang, saat merasa aman... bahkan saat campuran emosi membuatmu bingung, mendekatlah padaNya. 

Kita.. mungkin tidak terlalu paham tentang emosi manusia, masih perlu banyak belajar. Tapi Yang Menciptakan kita tahu betul, per individu. He knows us. He knows each emotions we feel. 

Allahua'lam. 

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya