Follow Me

Friday, January 13, 2017

Surat Motivasi

#hikmah

Bismillah.

Alkisah seorang ukhti mengirimkan padaku sebuah surat, bukan surat persahabatan, bukan juga surat undangan, tapi surat motivasi. Ia meminta dikoreksi katanya, barangkali ada tata kalimat, atau ejaan yang salah. Membaca suratnya, dua setengah lembar A4 itu, aku teringat suatu pagi menjelang siang, saat aku dan dia bertemu dan mengobrol. Aku lupa awalnya dari mana, tapi percakapan itu tiba-tiba mengalir, aku tanggapi dengan excited saat mendengar rencananya. Pagi itulah aku menawarkannya jasa proof reading dan editting

***

Singkat cerita, lewat surat motivasi-nya tersebut, aku jadi tergerak hati dan jemari untuk menulis di sini.

Membaca surat motivasinya somehow membuatku terdiam dan merenung. Saat rencana dan cita terasa jauh dan kaki lelah penuh luka untuk menggapainya, mungkin sebuah surat motivasi, yang dulu kamu tulis, bisa sedikit memberi angin semilir ke wajahmu. Surat motivasi itu bisa mengingatmu lagi, akan penggerak yang dulu membuatmu memberanikan melangkah, meski kau tahu jalanan terjal dihadapanmu.
Membaca surat motivasinya somehow membuatku terdiam dan merenung. Pernah ada masa, ketika pencapaian saudari terasa begitu menyakitkan. Tapi semoga lebih banyak lagi masa, saat kau ikut tersenyum saat melihat saudarimu meraih satu demi satu bintang cita-nya, asa-nya. Semoga aku.. kita semua, diberikan kelapangan dada, setidaknya sedikit bantuanmu menjadi wujud, bahwa kau ikut bahagia saat ia memberanikan diri melangkah kecil menuju cita-citanya. Semoga hal itu.. menjadi wujud kecintaanmu padanya, yang dilandaskan akan iman.

Sifat iri atau dengki, mungkin pernah hinggap. Tapi semoga, kita seperti muslim yang diceritakan di kalamullah, al hasyr, yang berdoa.. semoga Allah mengampuni saudara kami yang lebih dahulu beriman, dan semoga kami tidak dijadikan dengki di dalam hati kepada mereka.

Membaca surat motivasinya somehow membuatku terdiam dan merenung. Kamu Bell... kamu bisa melihat getar hatimu, kamu bisa tahu, kau juga masih menyimpan asa itu. Menyimpan asa, yang mungkin salah satu langkah mencapainya adalah buat surat motivasi. Jadi... jadi.. jangan mau kalah sama dirimu sendiri. Semua suara dan doa dari mereka, tidak akan mengubahmu, jika kamu tidak melangkah. Understand? Biarkan ini abstrak, tapi semoga segera konkret, ga boleh ditunda, ga boleh. Ok?

Membaca surat motivasinya somehow membuatku terdiam dan merenung. Malam ini... saat aku masih terbangun atas kehendakNya, malam ini... semoga ini salah satu pengingat diri, bahwa ............... He keeps reminding you, cause He never forget any of His makhluk. Not even an ant, nor every leaf that falls from all tree all over the world. You just have to come closer to Him, agaiin, and again, and again. Till you have no more breath, semoga dalam keadaan terbaik menghadap-Nya. Aamiin.

***

Maaf banyak curhat. Semoga sedikit tulisan ini bisa bermanfaat. See you again, next post~

Allahua'lam.

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya