Follow Me

Thursday, September 15, 2016

Pergantian Siang-Malam, dan Ke-empat Musim

#blogwalking

Bismillah.
Day and Night
 
Diingatkan lagi tentang ayat-ayat kebesaran Allah yang setiap hari kita rasakan, namun seringkali kita lupakan. Kali ini diingatkan lewat another blogwalking.
"Di sini, proporsi malam dan siang bisa berganti sangat jauh. Aneh rasanya ketika saya ingin tidur cepat (karena terbiasa tidur sekitar pukul 9-10 malam) padahal langit masih cukup terang di musim panas seperti ini. Pun demikian ketika musim dingin, pukul 5 sore langit sudah gelap, aktivitas seolah-olah sudah harus berhenti lebih cepat."
- JurnALIsme dalam tulisanya "Bergilir"
Sebelum paragraf itu, ia mengutip ayat Al Quran Surah Al Qasas : 71-73 silahkan cek di Quran masing-masing ya hehe. Aku ingin mengutip ayat di surat lain, surat yang lebih familiar, surat An-Naba, masih tentang siang dan malam.
"Dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat, dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian, dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan"
- Kalamullah, surah An Naba ayat 9-11
Ayat tadi menggambarkan fitrah yang diciptakan Allah untuk manusia, dan fenomena yang dirasakan si pemilik blog. Bahwa pergantian siang dan malam bukan ditentukan dari jam buatan manusia, tapi ditentukan oleh Sang Pencipta Waktu, pencipta alam semesta, Allah Al Khaliq.

***

Tentang pergantian muslim, meski belum pernah merasakan pergantian empat musim, penjelasan di JurnALIsme sudah cukup membuka mataku tentang ayat kebesaran Allah yang satu ini.
Spring, Summer, Fall, Winter
"Pergantian musim juga membuat saya menyadari bahwa bunga-bunga dan pepohonan itu selalu tahu kapan mereka harus tumbuh dan mereka mati. Mereka tak pernah terlambat dari apa yang sudah digariskan. Mereka tahu bahwa musim semi sudah tiba, maka indah sekali warna-warni bermunculan di mana-mana. Kelak, ketika musim dingin kembali, maka mereka “bersembunyi” — bersabar menunggu siklus hidup berikutnya."
- Masih dari JurnALIsme, "Bergilir"
Di bawah paragrafnya yang kukutip di atas, ia menuliskan tentang manusia yang "bermain-main" dengan mekanisme unik itu. Mencoba bermain dengan jam biologis tanaman/tumbuhan. Ah, aku jadi teringat cerita Ibuku tentang bunga yang mekar di malam hari di waktu tertentu. Namanya apa ya? Ada yang tahu?

Oh iya untuk ayat dari Al Quran penulis JurnALIsme mengutip Surat Al Hajj ayat 63. Dan diriku ingin melanjutkan mengutip dari Surat An Naba.
"Dan Kami turunkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan hebatnya, untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tanam-tanaman, dan kebun-kebun yang rindang."
- AlHuda (nama lain Al Quran) Surah An Naba ayat 14-16
Sekedar ingin menambahkan barangkali ada yang penasaran, apa perbedaan biji-bijian, tanam-tanaman dan kebun-kebun yang rindang. Aku denger dari program Juz Amma Tafseer Bayyinah.tv surat An Naba bagian A.

Habban : all kind of grains or all kind of crops (padi, gandum, jagung, dll) diterjemahkan biji-bijian, palawija bukan sih? hehe. malah lupa istilah palawija mencakup apa aja hehe.

Nabaat : all kind of  grass or vegetation diterjemahkan tanaman. Tambahan dari ustadz NAK, nabata ini secara mendasar adalah apa yang membuat bumi memiliki kehidupan. Karena apapun yang hidup (selain tumbuhan) pada ujung rantai makanan mengkonsumsi dan dapat energi dari makan tanaman.

Jannaat : large garden, jannaatin alfaafa, garden which its trees branch entwined each other diterjemahkan kebun-kebun yang rindang.

Sekian, sampai jumpa di lain post.

Allahua'lam.

*maaf atas kesalahan transliterasi indonesia arab, ga nurut KBBI

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya