Follow Me

Sunday, April 11, 2021

Merasa Tidak Siap Bertemu Bulan Ramadan?

April 11, 2021 0 Comments

Bismillah. Terjemahan bebas dari tulisan Syaikh Yasir Qadhi.



*Merasa Tidak Siap Bertemu Bulan Ramadan?*


Hitungannya tinggal dua atau tiga hari menuju awal Ramadan, wajar jika sebagian dari kita merasa tidak siap. Bukannya merasa senang akan kehadiran Ramadhan, setan justru membuat kita merasa bersalah. Dan rasa bersalah ini digunakan setan untuk menggiring kita agar merasa putus asa, bahkan sebelum memasuki bulan Ramadan.


Muslim: putus asa adalah salah satu taktik setan. Jangan merasa hopeless, jangan merasa ruhiyah kita sudah kacau, jangan berputus asa. Setiap orang berada di level yang berbeda, dan selama kita berusaha melakukan lebih di Bulan Ramadan daripada bulan lainnya, itulah kebaikan. Itulah bukti positif keimanan kita.


Ya! Kita harus membuat target yang tinggi! Dan kita semua berharap bisa khatam Quran beberapa kali, bangun shalat malam 2-3 jam setiap hari, dan berpuasa dengan level kesadaran penuh sepanjang hari!


Tapi di saat yang sama, jika hal tersebut tidak terjadi, dan kita menemukan diri kita kesulitan untuk shalat tarawih setiap hari. Atau puasa seolah hanya rutinitas. Bahkan jika itu yang terjadi, lakukan apapun yang kita bisa, naikkan standarnya "satu level" dari yang biasa kita lakukan di luar Ramadan.


Usahakan khatam membaca Quran minimal satu kali, dan jika tidak bisa, upayakan membaca Quran setiap hari.


Usahakan shalat malam panjang setiap hari, tapi jika tidak bisa, upayakan shalat sunnah lebih banyak dari kebiasaan kita di luar bulan Ramadan.


Poinnya adalah kita menunjukkan pada Allah bahwa kita menghargai bulan Ramadan dengan melakukan usaha lebih, dan berdasarkan besarnya usaha yang kita lakukan, Allah akan memberikan kita pahala.


Melakukan beberapa usaha jauh lebih baik daripada tidak berusaha sama sekali. Ingatlah bahwa amal shalih yang paling dicintai Allah adalah amal yang terus menerus, meskipun sedikit.


Jadi, mari konsisten, lakukan amal shalih extra selama bulan Ramadan, dan jangan putus asa terhadap rahmat Allah.


Ingatlah, kita tidak diampuni karena amal shlih kita, tetapi karena kasih sayang Allah. Dan rahmat Allah meliputi seluruh makhluk-Nya. Lakukan apa yang kita bisa dan berdoalah meminta rahmatNya.


Semoga Allah menaungi kita semua dalam rahmatNya di bulan Ramadan ini.


***

 

(Maaf kalau terjemahannya agak kacau)

(Baca versi aslinya aja ya? Hehe)

 

***


Not Feeling Ready for Ramaḍān? by Yasir Qadhi


With the countdown begun, and barely two or three days for the beginning of the month, it's natural for some of us to feel unprepared. Rather than being excited, Shayṭān comes and makes us feel guilty. And that guilt is then used to bring about feelings of despair, even before the month has begun! 


Muslims: despair is one of the tactics of Shayṭān. Never despair, never feel spiritually gone, never give up. People are at different levels, and as long as we do more in Ramaḍān than we do outside of Ramaḍān, that in itself is good, and the most positive sign of faith. 


Yes, we aim high! And we all hope that we can finish multiple khatms of the Quran, and pray 2-3 hours every night, and fast with the level of consciousness that we should all have throughout the day!


But at the same time, in case that doesn't happen, and we find ourselves struggling to pray tarawih every night, or the fast becomes somewhat of a routine, even then, do what you can, and strive to raise the bar just a bit. 


Try to finish at least one khatm this month, but if you fall short, at least read something of the Quran every single day. Try to pray long prayers every night, but in case you can't, at least pray something extra that you do not pray outside of Ramaḍān. The point is that we show Allah we appreciate this month by doing something extra, and based on how much we put in, rewards will be given. 


Some effort is infinitely more beloved to Allah than no effort. And remember, the most beloved of all deeds to Allah is that which is consistent, even if it is small. So be consistent, and do extra deeds throughout this month, and do not despair of the mercy of Allah. Remember, it's not your actual deeds that will forgive you, it is Allah's mercy, and Allah's mercy encompasses all of the creation. Do what you can, and then ask Allah for His mercy.


May Allah envelope all of us in His Mercy during this month!


https://www.facebook.com/19667888299/posts/10158693065673300/

Thursday, April 8, 2021

Mill

April 08, 2021 0 Comments
Bismillah.

Perumpamaan, tentang penggilingan, dan biji-bijian (grain).

***

Disimpan di sini. Untukku.

Sumber: https://www.jstor.org/stable/j.ctv19prr39.6?seq=12#metadata_info_tab_contents
(hal. 12)

***

A question for me?

What about you? What's inside your mill?

Sand? Dirt? Stone?

Is there any grain?

Allahua'lam.

***

PS: Thanks for Qaf Indonesia, that lead me to find the quotes aboved.

Tuesday, April 6, 2021

6 April 2021

April 06, 2021 0 Comments

Bismillah.


*warning* selftalk, abstrak, gakpenting


Izinkan aku menulis di sini. Meng-abstrak. Menyembunyikan makna lugas tapi memberi hint yang cukup untuk kubaca ulang di waktu mendatang, dan aku jadi teringat, apa behind the scene di balik tulisan ini.


There's something that I read, that made me want to hide even more. Though nobody is looking at me, or looking for me.


Mungkin karena kalimatnya begitu jelas dan terang, sehingga aku mengingat jelas tanggal hari ini. I know I should have known my place. But I got curious.


Rasanya, ingin chat seseorang dan tanpa babibu, bertanya hal yang aneh dan tanpa konteks.

"If I fill 2 of the 5 pages, and never finished it. Will it be recorded?"


Tapi sebagian diriku tahu, aku bisa saja mendapatkan jawabannya tanpa bertanya. Tapi entahlah, apakah kuriositas ini sekuat itu untuk membuatku mencari jawabannya. Atau sekedar cukup aku menuliskannya di sini.


Sebagian diriku ingin cuek dan mengikuti sisi ekstrovert diri. Just do it, and left the thinking aside. Tersimpan atau tidak, tidak mengubah fakta bahwa aku hanya mengisi sekedar menghilangkan kuriositas. Isn't it?


***


Abaikan 1 of 5, or 2 of 5. Aku memilih mencari jawaban dari pertanyaan yang berbeda.


What is human development?

In 1990 the first Human Development Report introduced a new approach for advancing human wellbeing. Human development – or the human development approach - is about expanding the richness of human life, rather than simply the richness of the economy in which human beings live. It is an approach that is focused on people and their opportunities and choices.

People: human development focuses on improving the lives people lead rather than assuming that economic growth will lead, automatically, to greater wellbeing for all. Income growth is seen as a means to development, rather than an end in itself.

Opportunities: human development is about giving people more freedom to live lives they value. In effect this means developing people’s abilities and giving them a chance to use them. For example, educating a girl would build her skills, but it is of little use if she is denied access to jobs, or does not have the right skills for the local labour market. Three foundations for human development are to live a long, healthy and creative life, to be knowledgeable, and to have access to resources needed for a decent standard of living. Many other things are important too, especially in helping to create the right conditions for human development, and some of these are in the table below. Once the basics of human development are achieved, they open up opportunities for progress in other aspects of life.

Choice: human development is, fundamentally, about more choice. It is about providing people with opportunities, not insisting that they make use of them. No one can guarantee human happiness, and the choices people make are their own concern. The process of development – human development - should at least create an environment for people, individually and collectively, to develop to their full potential and to have a reasonable chance of leading productive and creative lives that they value.

Sumber: situs teratas di google, saat aku mengetik keyword Human Development


***


Honestly... jika diizinkan, aku ingin belajar juga. Tentang muatan yang ditawarkan.

Me: I don't care the percentage, or the possibility. I want to ignore it.

Another me: I should have known my place. You read. And I know you undertsand it right away.


So here I am. Menulis hal abstrak ini di sini. Entah setelah posting ini aku akan melakukan apa. Mungkin menulis esai? Hehe. **nope


One thing that I know. I'm glad I have my blog, to write this compicated feeling. Anyway, it's 6 April 2021.


Allahua'lam.

SelfD #8: What is my favorite ayat nowadays?

April 06, 2021 0 Comments

Bismillah.


Ayat favorit itu... selalu berubah.


MFA2018 -- doa nabi Musa, Rabbishrahli sadri. MFA2019 -- Allah tidak ingin menghukummu, QS An Nisa, maa yaf'alullahu bi'adzabikum. MFA2020 -- doa nabi Ibrahim, rabbi habli hukman.


Selain tiga diatas, pernah juga aku nulis alhadid 16-17 sebagai ayat favorit. Hati yang keras, kemudian ayat tentang Allah yang mampu menghidupkan bumi yang mati. Ayat yang penjelasan tentangnya membuatku mencintai hujan. Yang setiap aku merasa hampir berputus asa, kemudian hujan, hujan itu menjadi pengingat agar aku berjuang lagi. Aku cuma perlu lebih banyak "hujan-hujanan", sering-sering mendengarkan ayatNya, membaca surat cintaNya, merenungi dan memikirkan makna dan pesan-pesan di dalamnya.


Ada juga, ayat yang bikin aku semangat baca al kahfi tiap jumat. Ayat yang sekilas cuma pengingat agar tidak lupa membaca lafal in syaa Allah setiap membangun rencana atau berucap janji. Tapi ternyata di dalamnya Allah ajarkan doa, doa untuk siapapun yang kehilangan diri, kehilangan arah, dan sangat-sangat membutuhkan bimbingan dan petunjuk dariNya. Ya Allah bimbing aku, "antarkan aku sampai ke tujuan". Ayat ini juga, yang menyadarkan kita agar tidak membuta karena diliputi perasaan insecure karena terlalu sering membandingkan diri kita dengan orang lain. Ya Rabbana.. 'Asaa ayyahdiyani rabbii li aqraba min hadza rasyada.


***


Dan sekian paragraf di atas, bukan jawaban dari judul postingan ini. Jika aku bertanya pada diri, "what is your favorite ayat nowadays"


Jawabanku, QS Al Baqarah 44-45. Aku pernah menuliskannya, sejak Februari lalu, rasanya aku masih harus terus menerus mengulang ayat tersebut.


Baca juga: Stumble Upon Ayat

**banyak curcol tapi hehe


Aku... semoga aku bukan termasuk yang menyuruh orang lain pada kebajikan, kemudian lupa akan diri sendiri TT


Aku... harus sering-sering tadabbur tentang ayat-ayat terkait topik tersebut. *pengen banget nulis ulang isi video ini, untuk diri sendiri. Ayo... bentar lagi Ramadhan!!



Trus ayat 45-nya.. Aku suka banget, bagaimana Allah "bertanya" tentang kondisi hati yang sakit, kemudian Allah memberitahu kita obatnya. (':


Wasta'inu bishobri washolah. Sabar dan shalat. Sabar di sini.. maksudnya sabar dalam ketaatan dan sabar dalam menghindari maksiat. **pernah baca/denger bahwa sabar itu ada tiga. Sabar dalam ketaatan, sabar dalam meninggalkan/menghindari maksiat, dan sabar dalam menghadapi ujian/musibah. Trus selain sabar, sholat juga akan membantu kita. Banyakin shalat, agar Allah sembuhkan hati yang sakit. Dan shalatnya, bukan shalat yang "sekedar" gerakan fisik. Karena di bagian akhir ayat, diberitahu, bahwa shalat itu berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu'. 


Sebenernya kalau mau dilanjut lagi boleh, cek ayat berikutnya. Tentang ciri orang yang khusyu' dan itu juga obat berikutnya, petunjuk berikutnya dari Allah. Gimana supaya kita bisa belajar dan berusaha agar termasuk orang-orang yang khusyu'. Caranya harus sering-sering mengingat hari akhir, mengingat kematian, mengingat bahwa kita kelak akan menghadap Allah dan kembali kepada-Nya.


Tentang ayat 45, aku jadi keinget penjelasan pilihan kata ista'inu, yang mirip sama kata nasta'iin yang ada di alfatihah. Permintaan tolong ini... artinya, kita udah usaha dulu. Ga bisa kita minta otomatis hati kita jadi bersih lagi, cling, dari kondisi awalnya yang penuh noda hitam, berkarat, mengeras dan hampir mati TT. Kita harus ikhtiar dulu, melangkah dulu sambil berdoa. Ikhtiarnya bisa dengan shalat, dengan banyakin istighfar, dengan begitu banyak hal lain. Termasuk mencari support system dan teman-teman yang berada di sekelilingnya saja, mampu mengingatkan kita pada Allah. Karena kalau sendiri, kita mungkin mudah masuk ke perangkap setan.


***


Terakhir, untukku...



۞ أَتَأْمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ ٱلْكِتَـٰبَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir? [Surat Al-Baqarah (2) ayat 44]


وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَـٰشِعِينَ

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', [Surat Al-Baqarah (2) ayat 45]


Allahua'lam.


***

PS: Punya ayat favorit yang ingin dibagikan cerita dan maknanya? Boleh banget ikutan program My Favorite Ayat 2021-nya NAK Indonesia. Cek infonya di bawah ini..




Keterangan :

Tulisan ini termasuk rangkaian 30 tulisan mengenal diri.






Thursday, April 1, 2021

31 Hari Membaca Bersama @menjadi.arketipe

April 01, 2021 1 Comments
Bismillah.

#tantanganarketipe #menjadiarketipe #buku #membaca


Alhamdulillah, dengan izin Allah aku bisa ngikutin program SERI (SEpuluh halaman satu haRI) dari Komunitas Menjadi Arketipe (@menjadi.arketipe). Daftar komunitas ini karena di-mention kak El (mentor halaqah maryam). Komunitas ini base-nya di telegram *horeee **udah agak jengah di wa soalnya wkwkwk.

Pas pertemuan awal, ada materi "Mulai Baca dari Mana" yang dibawakan oleh Kak Imam Syahid. Sebelum materi ada games juga, tebak judul buku dari cover tapi kaya puzzle gitu, jadi satu cover itu tertutup 6 kotak kecil, dibuka satu persatu. Ada yang baru satu, udah banyak yang nebak, ada juga yang baru bisa ketebak ketika dibuka dua sampai tiga kotak. Seru deh. Tim arketipe kayanya sih orang bandung, *nebak-nebak dari gaya bahasa host dan co host zoom waktu itu hehe. #cmiiw



Trus pas diberitahu teknisnya, sebenarnya agak gak sreg gitu. Rasanya kurang greget gitu kalau cuma laporan via polling. Mungkin karena aku udah punya ekspektasi di awal ya, dari pengalaman gabung GMIB dan Gen Al Fihri. Tapi... akhirnya lama-lama aku terima dan jalanin aja.

Aku pribadi sebenernya punya tambahan sistem buat diri. Semacam catetan buat sendiri aja, biar ke-track hari ini baca buku apa, dari halaman berapa sampai berapa. Kalau aku milih nyatet di telegram sih, buat channel isinya aku sendiri. Tadinya aku sempat saran ke panitia gitu, biar ada grup khusus tim seri, yang isinya laporan judul+nomer halaman. Tapi dirasa belum diperlukan sama panitia, dan ketika 31 hari berjalan, mungkin memang lebih baik seperti sekarang. Satu grup besar aja, gabungan tim SERI dan tim SABUK. Oh ya, menjadi arketipe juga punya program baca 1buku1bulan.

***

Jadi, selama 31 hari membaca bareng komunitas @menjadi.arketipe buku apa saja yang selesai kubaca? Atau masih progres kubaca?

[Selesai] Science and Me


Ini aku baca di SERI Day 2, dan tahu gak? Selesai dong wkwkwk. Dalam sehari. Ternyata, buku ini cuma tinggal 12 halaman doang untuk aku beresin. Huaaa, malu sendiri.

Sebelum gabung arketipe, aku sebenarnya punya grup baca tiap hari, grup kecil, baca tiap hari. Tapi gatau kenapa seringnya cuma baca 1-2 halaman aja, paling banyak kayanya 4-6 halaman. Dan ganti-ganti judul. Jadi kebayang kan, kalau bukunya 100 halaman, itu baru beres dua bulan wkwkwk. Parah ><

Setelah beres baca science and me, aku langsung dm Ida, kasih feedback dan apresiasi. Keren bukunya. Barangkali ada anak SMA yang mau pinjem buku ini, untuk lebih kenal kehidupan kuliah di fakultas MIPA, boleh dm//pm saya ya. Via ig @berrerword_kirei atau telegram t.me/isabellakirei

[Selesai] Teman Imaji

Menemukan Makna (#daribuku Teman Imaji)

Buku fiksi 431 halaman ini akhirnya selesai juga kubaca. Pertama kali aku nulis tentang buku ini Oktober 2020, sampai Maret 2021, berarti setengah tahun baru diberesin. Parah, jangan ditiru.

Padahal buku fiksi, dan satu halamannya pun kadang cuma terisi beberapa kata aja, kadang cuma satu puisi, atau beberapa balon percakapan di SMS. Ceritanya pun bagus dan menarik. Cuma aku saja, yang minat bacanya lagi stuck jadi deh hehe.

Alhamdulillah banyak banget sebenarnya quotes sederhana tapi berkesan dari buku ini. Aku bahkan jadi belajar ulang arti pepatah bahasa indonesia karena buku ini. Buat yang mau pinjem buku ini, boleh juga kontak saya. *aku masih teringat rasa manisnya dipinjemin buku shattered heart, dikirim dari jakarta ke purwokerto **jazakillahu khairan Mba Miranti ^^

***

Sekian 2 buku yang selesai, sisanya ada beberapa yang masih on going.


[On Going] Menentukan Arah

Sedikit, oot, gatau kenapa aku sering mengingat buku ini dengan judul Melangkah Searah wkwkwk. Padahal beda bangetkan menentukan arah sama melangkah searah haha. #hidethisplease #gakpenting
Cuma 5 hari, 50 halaman aku baca bareng arketipe. Habis itu, gatau kenapa hatiku ingin baca dengan ritme pelan-pelan aja. Jadi, masih kubaca, tapi gak akan aku ikutin hitungan program SERI.

Ada gak pembaca yang kaya aku? Ada buku yang kita ingin berlama-lama dengannya. Seperti buku Shattered Heart. Apalagi karena pinjem, buku supertipis itu, pengennya sih aku salin ulang biar saat butuh, bisa baca ulang. Tapi gakboleh kan ya? hehe. Jadi aku cuma ambil foto beberapa kutipan dari sana. Beberapa aku read aloud juga, aku rekam dalam voice note simpan di telegram. Buku menentukan arah juga begitu, bacanya pelan-pelan aja, ga harus cepat selesai.

[On Going] Etika Seorang Muslim

Ini sebenarnya pocket book, bukunya super kecil, seukuran genggaman tangan, 10cm mungkin tingginya. Isinya tentang adab-adab dalam islam. Terbitan Darul Haq, penulisnya Lajnah Ilmiah Darul Wathan. Buku ini punya Mba Ita, halaman pertamanya ada nama Citra Puspita Kawaii dan tanda tangan.

Salah satu yang aku inget dari buku ini, bab Etika Memberi Salam. Aku baru tahu, atau sudah tahu tapi lupa... kalau kita disunnahkan memberi salam pada anak-anak kecil.

Disunnahkan memberi salam kepada anak-anak, berdasarkan hadits yang bersumber dari Anas radhiyallahuanhu menyebutkan, "Bahwasanya ketika Anas lewat di sekitar anak-anak, ia memberi salam, dan ia mengatakan 'Demikianlah yang dilakukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam'." (Muttafaq 'alaih)

Sama satu lagi, sunnah sebelum tidur yang sering aku lupa. Ini ada di nomer 1 dan halaman pertama buku ini. Bab Etika Tidur dan Bangun.

Introspeksi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur. Sangat dianjurkan sekali bagi setiap Muslim untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri) sesaat sebelum tidur, mengevaluasi segala perbuatan yang telah ia lakukan di siang hari. Lalu jika ia dapatkan perbuatan baik maka hendaknya memuji kepada Allah subhanahu wata'ala, dan jika sebaliknya, maka hendaknya segera memohon ampunanNya, kembali dan bertaubat kepadaNya.

Ini in syaa Allah masih akan lanjut kubaca bareng timSERI, tapi sementara aku jeda dulu. Butuh waktu sejenak, untuk ngecek kondisi diri.


[On Going] Reem


Ini salah satu trik-ku biar bisa konsisten baca 10 halaman tiap hari. Pilih buku yang ringan. Jadi setelah menyelasaikan Teman Imaji, ini buku fiksi lain yang kubaca. Novel yang ditulis oleh Sinta Yudisia --akhirnya baca bukunya juga, setelah selama ini cuma baca blognya hehe. Sebelum baca novel Reem, terakhir baca buku beliau itu pas SMA, novel Sebuah Janji/The Lost Prince *salah satu dari itu, lupaa hehe.


Novel Reem ini aku baca via aplikasi iPusnas. Baca novel ini jadi ngingatin banyak hal tentang Palestina. In syaa Allah nanti aku buatin postingan nukil buku-nya.


[On Going] #❤️



Ini baru banget baca di SERI Day 31. Bukunya Mba Esty Dyah Imaniar. Dulu satu komunitas di Kompilasi. Salah satu muridnya Pak Nass. Judul dan covernya menarik. Tagar trus emoticon heart merah. Judul lainnya Rules of Love atau Panduan Cinta (No Baper-baper Club).

Udah pengen baca sejak terbit, cuma ga menyempatkan beli. Qadarullah, pas lagi scrolling list buku nonfiksi di iPusnas nemu buku ini. Jadi deh segera pinjem. Buat yang ga tertarik topik ini, boleh juga kepo-in buku lain dari Esty Dyah Imaniar, gaya bahasa dan tulisannya baguus. Dulu aku biasa baca tulisannya di Facebook. 

***

Semoga bulan depan, empat buku on going diatas udah beres semua ya. Aamiin hehe.

Oh ya, di akhir bulan, ada sesi sharing bacaan juga bareng arketipe. Ada games-nya juga *gaktahu games apa tapi. Qadarullah ahad kemarin saya gak ikutan.

Terakhir, jazakumullah khairan katsiran untuk Komunitas @menjadi.arketipe dan semua anggota di dalamnya. Jujur kerasa banget bedanya bulan ini sama bulan sebelumnya. Sebelum baca bareng arketipe, baca buku itu hambar gitu. Setelah ditingkatin dosisnya jadi 10 halaman perhari, rasa manisnya mulai bisa dinikmati. Bahkan ada hari-hari tertentu, aku baca lebih dari kewajiban. Semoga rasa cinta baca bukunya tumbuh dan berbunga lagi, sehingga waktu-waktu yang biasanya dihabiskan untuk hal kurangberguna bisa ditransformasi jadi waktu untuk membaca lebih banyak buku. Aamiin. Alhamdulillah~

Semangat semuanya^^

***

Keterangan: Tulisan ini juga diikutkan dalam komunitas #1m1c (Satu Minggu Satu Cerita). Berbagi satu cerita, satu minggu.



Ingin Sembunyi (2)

April 01, 2021 0 Comments
Qadarullah.. Qadarullah
Membaca sesuatu
Lalu yang tadinya aku hanya diam tanpa merespon
Akhirnya aku mengeja kata, menjadi kalimat.

Let me just hide behind curtains
Cause I can't stand being in the spotlight

Seperti tulisan-tulisan lamaku di blog ini
Aku merasa begitu nyaman berada dibalik hijab
Maka izinkan aku tetap di sini...
Maka biarkan aku tetap di sini...

Semoga mereka mengerti
Tanpa aku perlu menjelaskan lebih jauh
Tentang beberapa hal yang ingin kusimpan sendiri


Ingin Sembunyi

April 01, 2021 0 Comments
Ingin masuk cangkang
Ibarat kura-kura, atau siput

Kekhawatiran itu pelan pelan menampakkan diri
Hampir menjadi nyata
Dalam kalimat tanya

Ingin rasanya mundur
Atau tegas mengatakan "tidak boleh"
Karena aku begitu nyaman di tempat persembunyian

Tapi aku..
Sampai detik ini cuma bisa terdiam
Tak merespon
Sembari berusaha menjaga prasangka


Wednesday, March 31, 2021

Doa-doa yang Terjawab

March 31, 2021 0 Comments

Bismillah.


Pernahkah hatimu dibuat berbunga-bunga, akan doa-doa yang terjawab? Sebentar, kita cuma perlu waktu sebentar saja untuk menilik ulang bagaimana Allah menjawab doa-doa kita.


***


Tidak ada kata yang bisa mendeskripsikan perasaan membuncah saat mengingat betapa Ar-Rahman menjawab doa-doaku. Aku, yang belum menjadi hamba yang baik. Tapi meski dengan kekuranganku, meski aku berkali jatuh dalam dosa, lagi dan lagi. Allah terus memberikanku apa yang kubutuhkan.

Aku membutuhkan bantuanNya, dan Allah memberikannya...

Aku membutuhkan petunjukNya, hidayah dariNya, dan Allah menghamparkannya di hadapanku.


Teringat saat aku menangis, karena merasa tidak mengerti. Saat aku merasa diberi 'nilai merah' tanpa diberitahu letak kesalahanku. Aku tidak mau remuk, aku ingin memperbaiki diri. Kemudian Allah menjawabnya, aku dipertemukan orang-orang yang berbaik hati meluangkan waktunya untuk mengajarkanku satu-satu, dengan sabar mengoreksiku, bahwa salahku ini dan itu, bagian ini, dan sisi itu. Meski (mungkin) nilaiku masih belum beranjak dari merah, tapi setidaknya kini aku tidak hanya meratapinya dan merasa sia-sia. Kini aku tahu, bagian mana yang perlu aku perbaiki, sisi mana yang perlu kulatih.


***


Tidak ada kata yang bisa mendeskripsikan perasaan meleleh saat mengingat betapa Al-Lathif menjawab doa-doaku. Aku, yang masih berjuang untuk menjadi hamba yang baik. Aku yang masih sering salah memilih, Allah terus memberikanku kesempatan untuk kembali.

Aku membutuhkan tempat mengadu, dan Allah Maha Mendengarkan keluh kesahku...

Aku membutuhkan tempat untuk bertumbuh, dan Allah membukakan pintu-pintunya...


Teringat saat pertama kali aku ragu untuk masuk, saat itu, berjalan saja masih limbung. Sekarang juga sih. Bedanya, saat ini Allah kuatkan hatiku untuk melangkah. Pintunya sudah terbuka, sayang jika aku lewatkan. Toh dalam hati, saat pertama kali aku memilih untuk mundur sebenarnya aku sangat berharap bisa memasuki pintu itu, dan belajar banyak di ruangan tersebut, tumbuh lagi satu dua centimeter, seperti di waktu yang lain dengan medium yang berbeda. Maka saat pintunya terbuka lagi, dan hatiku dikuatkan untuk memilih melangkah... aku ingin mencatatnya di sini, meski mengabstrak, bahwa ada begitu banyak doa-doa yang terjawab. Yang jika kita ingat satu persatu, kita akan kehilangan kata untuk menunjukkan rasa syukur. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah bini'matihi tatimusholihat.


Kekhawatirannya masih ada, ketakutannya masih meliputi. Tapi semoga perasaan manusiawi itu tidak menyesakkan dada. Aku hanya perlu terus menerus mengingatkan diri akan doa-doa yang terjawab. Sehingga saat kabutnya menyamarkan pandangan. aku tahu kemana dan dengan cara apa aku bisa meminta cahaya. Dengan berdoa, berdoa kepadaNya.


***


Terakhir, mau share video dari youtube. Doa yang akhir-akhir ini sering kudengarkan:



Semoga Allah menyampaikan kita ke bulan Ramadhan. Semoga bulan Sya'ban ini kita isi dengan 'pemanasan' menyibukkan diri dengan hal-hal baik, dan meninggalkan hal-hal buruk. Aamiin.

***

PS: Ada yang tahu cari teks doa dari video tsb dimana? Atau ada yang mau berbaik hati nulisin teks arabnya? hehe.


Saturday, March 27, 2021

Getting Through An Emotion

March 27, 2021 0 Comments

Bismillah

#buku #nukilbuku

Nukil buku "Shattered Glass ; Healing A Broken Heart" | Yasmin Mogahed



***


The quickest way to get through an emotion is to feel it. Then it passes. But we do not do that. Which is interesting because it is self-sabotage. We are actually keeping it longer and making it worse. So you have an emotion; instead of feeling it, you have judgments about it, you beat yourself up about it, you surpress it. What you have done now is just paused. Not just that, you have also enlarged it. It could have past if you just feel it and get over it.


So when a person is dealing with grief, or loss for example, and they are not allowed to really address it, or resolved it, what ends up happening is now that sadness turn into anger. You have not allowed it to resolve itself and you have not given any release to it. So it is like food that you leave outside on the kitchen counter for weeks, months; what happens to it? It used to be a delicious cheese cake, now it is covered in mold. This is what actually happens internally with people. Their feeling turned toxic. The grief was not toxic; the sadness was not toxic; it needed to be resolved, you needed to feel it, you needed to get through it. Maybe you needed therapy, help to get through it, you need to return to Allah with it. But it can be resolved and cleaned up, and then you get through it.


But when you are not doing that, it turns toxic. And now it can turn into anger and resentment. Internally you are becoming hardened. This anger is not just at the world, but it is at God. "I am angry at Allah because how could He do this to me." You can see now why this happens and this is dangerous and most toxic thing ever. It is the gunshot wound that never addressed and you covered it up and it got infected.


--Yasmin Mogahed


***


Pesanku, untuk siapapun yang masih berjuang untuk berhenti "self-sabotage" and belajar "merasakan emosi". Semoga Allah memudahkan.


Pelan-pelan, bukalah luka tembakan yang kau tutupi, pergi ke dokter, obati infeksinya, minta kesembuhan pada Allah. Sesungguh, Allah, yang menyembuhkan kita saat kita sakit.


Jika ada, emosi yang berubah menjadi racun karena kita terus menerus menekannya, semoga Allah berikan penawarnya. Kita cuma perlu meminta padaNya, dengan suara lirih, dengan hati yang tunduk dan pasrah kepadaNya. Karena kita mengakui bahwa diri ini lemah, dan Allah Maha Kuat. Karena kita mengakui bahwa diri ini membutuhkan pertolongan, dan pertolonganNya... dekat. 


Allahua'lam.


***


Keterangan: Tulisan ini juga diikutkan dalam komunitas #1m1c (Satu Minggu Satu Cerita). Berbagi satu cerita, satu minggu.

Friday, March 26, 2021

Hidden Reminder Behind Tree

March 26, 2021 0 Comments

Bismillah.



وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ ۖ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ

Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?

قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

Katakanlah (Muhammad), “Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,

الَّذِي جَعَلَ لَكُمْ مِنَ الشَّجَرِ الْأَخْضَرِ نَارًا فَإِذَا أَنْتُمْ مِنْهُ تُوقِدُونَ

yaitu (Allah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau, maka seketika itu kamu nyalakan (api) dari kayu itu.”

[QS Yasin ayat 78-80]

***

Penutup seri sharing session pelajaran dari surat yasin, belajar dan menghafal surat yasin bersama @guidelight.id project batch 3

Saat itu, monev pekan 7, masing-masing ditanya, ayat mana yang paling berkesan. Jawabanku saat itu, ayat 80.

Alasannya.. Karena aku membaca dan mendengarkan di bawah ini:

***

[Diambil dari transkrip video The Conclusion (Surah Yasin) di nakindonesia.com]

Dua kali Dia menyebutkan pohon, pertama membuat kita berpikir tentang surga, kedua tentang neraka. Tapi yang dikatakannya tentang neraka itu luar biasa. Dia berkata, Dia memberi kemampuan bagi pohon hijau.. pohon hijau sempurna untuk berubah menjadi api, tapi tidak bisa berubah menjadi api dengan sendirinya. Buah muncul dengan sendirinya, keindahannya muncul dengan sendirinya, tapi api tidak.

“Fa idzaa antum min-hu tuuqiduun(a).” (QS Yaa Siin ayat 80)

Kamu harus menyulutnya sendiri, kamu harus mengambil pohon hijau sempurna ini lalu mengubahnya menjadi api.

Apa yang dikatakan Allah? Dia berkata jalan menuju surga itu alami, tapi kamu berbuat diluar batas menghancurkan alam yang diciptakan Allah bagimu, lalu menyulutkan api itu sendiri. Allah tidak menempatkanmu di api neraka, kamu menyulutnya sendiri.

“Fa idzaa antum min-hu tuuqiduun(a).” (QS Yaa Siin ayat 80)

Betapa hebatnya ayat ini. Betapa sempurna gambaran ini, kita takkan melihat pohon dengan cara yang sama lagi.

***

Semoga setiap kali kita melihat pepohonan, kita tidak berhenti di ayat-ayat saintifiknya. Tapi juga bagaimana pepohonan mengingatkan akan surga dan neraka.

Allahumma inna nas-aluka ridhakawal jannah wa na'udzubika min sakhatika wannar. Aamiin.

#GuidelightID #MyFirstGuidance #ShareTheLight #LightSeekers3.0 #SharingSession #Maryam #QuranSuratYasin





SelfD #7 : What is my favorite color?

March 26, 2021 0 Comments

Bismillah.

#SelfDiscovery

Pertanyaan ketujuh ini, jawabannya pendek. Semua warna. Favorit, bisa dibilang gak ada.


***

Tapi membahas tentang warna, ada beberapa warna yang pertama kali terlintas di kepala.


Ungu. Sebenarnya bukan ungu sih, nila, gak tahu kenapa suka dengan warna yang merupakan campuran. Jingga, hijau, nila. Lalu domain pertama blog ini sebelum berubah nama jadi betterword. Sweet Violetta, dari kata violet. Aku sebenarnya gak terlalu paham warna sih, tapi kayanya ungu, violet dan nila itu tiga warna berbeda ya? hehe.

Nila itu sesuatu, karena teringat pepatah, setitik nila, rusak susu sebelangga. Tapi nila itu warnanya bagus, antara biru dan ungu, aku ngebayanginnya kaya warna langit malam.


**sekilas info

Btw, malam ini purwokerto lagi hujan. Drizzle.

Allahumma shayyiban nafi'an

'asaa ayyahdiyani rabbi li aqraba min hadza rasyada.

Ya Allah sampaikan kami ke Bulan Ramadhan.

Malam jumat, hujan, banyakin doa.

Semoga Allah memberkahi hidupmu (read: you in english, plural)

sekian info gakpentingnya wkwkwk**


Ungu itu istimewa karena foto PP Facebook pertamaku. Waktu itu, sebenarnya banyak yang udah punya akun fb, tapi aku menahan diri untuk ga buat sampai tahun 2009, pp pertamaku kartun cewek pakai kerudung ungu, ada kucingnya, di bawah pohon. ambil asal gitu di internet kayanya. *barusan cek fb, kok gak nemu ya >< termasuk pp yang ada pin imss-nya. iih, kangen IMSS padahal -.- perasaan gak pernah dihapus.


Hijau. Profil picture terbaru fb-ku. Putih dan hijau. Karena surga warnanya hijau.


Merah. Dulu waktu kecil pernah jadi jawaban saat beberapa kali ditanya warna favorit. Jaman tukeran binder, nulis biodata.


Putih. Suka ajaa. Meski ada temen yang pernah cerita dia pribadi menghindari warna putih, pakai kerudung putih, karena katanya bikin keliatan item. Tapi.. entahlah, gak terlalu peduli pendapatnya. Mungkin karena aku dari kecil tumbuh dan besar dikelilingi orang-orang yang mengajarkanku frase hitam manis. Kecap? Hehe. Alhamdulillah, ini bener-bener penting sih. Di zaman sekarang, terutama.Allah menciptakan keindahan di setiap warna kulit manusia. And we need to internalize it. Wa shawwarakum fa ahsana suwarakum.

Tentang kerudung putih. Aku teringat sebuah foto di tangga bareng temen-temen muslimah stei, aku pakai kerudung putih. Juga teringat waktu presentasi KP, pakai kerudung putih, blazer putih dan gamis hitam. Dibilang kayak dokter. sukaa hehe. Keinget dulu daftar snmptn kedokteran ui, cuma karena keren aja.


Hitam. Warna hitam itu sesuatu, ada keanggunan di dalamnya. Trus simple gitu. Kerudung hitam, bisa dipasangin sama gamis warna apapun, begitu pula sebaliknya gamis, rok hitam, bisa dipasangin sama kerudung warna apapun. Dan kalaupun dua-duanya dipasangin bareng, all black gitu, itu juga sesuatuu.


***


Bicara tentang warna ga bisa ga bicara tentang pakaian. Kalau liat baju yang dipunya, aku bisa melihat aku gak punya warna favorit. Mayoritas yang pilihin baju itu ibuku, dan ibuku suka warna-warna. Kalau dulu pas kuliah, aku sering milih pakai kerudung warna gelap, karena pernah kesindir frase "cerah banget" seseorang. wkwkwk. just kidding. Itu cuma pemicu, alasan aslinya karena aku lebih merasa nyaman aja sama warna tersebut. Hitam, merah marun, coklat tua, biru dongker, hijau lumut. Aku bersyukur pernah duduk di sebuah halaqah, yang menjelaskan tentang warna dan urf (budaya). Penjelasannya menenangkan gitu, we can still use colorful clothes, that's okay (: asalkan auratnya terjaga, izzah dan iffahnya juga. 


**tiba-tiba keinget salah satu karakter fiksi yang kubuat, yang suka warna sakura, dan ia hampir selalu pakai kerudung/pakaian dengan warna itu. pink,peach, dan warna-warna soft sakura.


Sekian. Semoga ga ada yang baca sampai akhir ya. Tapi kalau ada, aku mau tanya, apa kamu punya warna favorit? Apa warna favoritmu?


***


Keterangan :

Tulisan ini termasuk rangkaian 30 tulisan mengenal diri.