Follow Me

Thursday, October 6, 2016

I am not Everyone Cup of Tea

#blogwalking

Bismillah.

which one is your favorite?
You Are Not Everyone’s Cup of Tea:
The world is filled with people who, no matter what you do, no matter what you try, will simply not like you. But the world is also filled with those who will love you fiercely. The ones who love you, they are “your people”.
Don’t waste your finite time and heart trying to convince the people who aren’t your people that you have value. They will miss it completely. They won’t buy what you are selling. Don’t try to convince them to walk your path with you because you will only waste your time and your emotional good health. You are not for them, and they are not for you. You are not their cup of tea and they are not yours.
Politely wave them along and you move away as well. Seek to share your path with those who recognize and appreciate your gifts, who you are.
Be who you are. You are not everyone’s cup of tea and that is OK.
                                                                                                                                                      (fb/the idealist)
Kutipan di atas aku baca dari sebagian kecil tulisan panjang seorang istri pada suaminya, judulnya "Menghebat untuk Bermanfaat". Aku mungkin tidak membaca seluruh kata di tulisan itu, terlalu panjang, hehe, another excuse. Mungkin aku sudah merasa cukup membaca sekilas, tahu tujuan penulis mempublish itu, dan merasa cukup memetik satu buah hikmah dari tulisan itu. Merasa cukup, menyalin beberapa paragraf untuk kukutip, dan kutulis ulang beserta tambahan remah-remah dariku di sini.

***

Senada dengan tulisan lamaku, tentang marathon. Kita tahu, betapa harapan orang lain pada diri maksudnya untuk kebaikan diri. Mungkin juga sebuah doa untuk kita, agar di saat ini, pencapaian-pencapain tertentu kita gapai. Namun kita harus ingat, bahwa kita tidak bisa jadi cangkir teh yang pas untuk semua orang. Kita tidak bisa, bagaimana pun kerasnya kita mencoba. Karena pandangan mereka, prasangka mereka, harapan mereka, komentar mereka, begitu berwarna.

Ada yang ingin cangkir tehnya pendek, tipis, dengan lukisan bunga mawar di salah satu sisinya. Sedangkan yang lain, ingin cangkir tehnya tinggi, tebal, dengan tulisan "happy morning" di salah satu sisinya. Tidak ada yang salah dengan selera cangkir teh mereka, semuanya cantik, dan baik. Semuanya bertujuan agar bisa menjadi wadah teh manis yang mereka teguk di pagi, malam, atau di kala hujan deras. Begitu pun harapan mereka padamu, tentang apapun itu, mungkin tentang akademikmu, mungkin tentang pekerjaanmu, mungkin tentang romansa cintamu.

Terlalu banyak memikirkan bagaimana menjadi cangkir teh universal, yang bisa pas untuk semua orang, tidak akan membuatmu tumbuh dan berkembang. Kau hanya akan menjadi kerdil, mengkerut karena tahu kemampuan dirimu dan tingginya harapan atau prasangka mereka. Kau di buat lupa, bahwa kehidupanmu bukan untuk mereka. Apakah kau lupa, mengapa Tuhan Semesta Alam meniupkan ruh ke janin yang dulu dikandung Ibumu?

Fokuslah untuk menjadi cangkir teh yang diridoi Allah, tentang siapa yang kelak akan menggunakannya, biarlah Allah yang menuliskan skenarionya. Kau tahu? Bukankah kau pernah dengar di salah satu ceramah ustadz NAK, bahwa Allah hanya memintamu berada di jalan yang lurus? Kau ingat? Setiap orang berbeda, ada yang memiliki kecepatan sonic, namun ada yang selambat kura-kura. Jangan biarkan kura-kura menyerah karena sebuah jet baru melintas di sampingmu. Selama engkau berprogres menuju kepada Allah, dan fokus untuk menjadi cangkir teh yang diridhoi Allah, sesungguhnya tiap inchi kau mendekat pada-Nya, Allah tidak akan menjadikannya sia-sia.

Lucu memang, istilah cangkir teh yang diridoi Allah. Aku juga masih punya banyak pertanyaan dariku sendiri, memang ada ya cangkir teh yang diridoi Allah? Kkk.. Aku juga tidak tahu persis. Tapi aku yakin, setiap makhluknya baik itu batu, pepohonan, awan, kucing maupun manusia, semua memiliki caranya sendiri bertasbih pada-Nya. Salah satu bentuk tasbihnya adalah bersyukur akan takdir yang Allah tuliskan untuknya, dalam bentuk apa, dalam bentuk mematuhi perintah-Nya.

Terakhir. Semoga Allah jadikan hamba, salah satu makhlukmu yang dimatikan dalam keadaan taat kepada-Mu, jika pun tidak, matikan hamba dalam keadaan berhijrah menuju pada-Mu. Ya Allah, jangan biarkan hamba terus berada di jurang nan gelap dan sunyi ini. Aamiin.

Allahua'lam bishowab.

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya