Hidup, Tapi Berasa Mati
-
Hidup, tapi kayak nggak benar-benar hidup.Pernah kamu ngerasain begitu?
Badan kita bergerak, semua berjalan sebagaimana seharusnya; kita makan,
tidur, ke...
3 days ago
Tak ada yang pernah menerka, apalagi tahu..
bahwa Ramadhan ini, adalah Ramadhan terakhirnya.
Setiap melihat tulisan, quote, status, posting, gambar, atau apapun. Rasanya ingin memindahkannya ke sini.. kemudian menuliskan satu dua baris kata tentangnya.-ucap Isabella Kirei dalam benaknya
Mungkin rasa itu, yang berhasil membuat blog ini tetap rame (di isi dan dikunjungi diri).
Bagiku, di sini seperti sebuah buku catatan. Dimana setiap hal menarik yang kulihat, kubaca, kudengar dan kutonton, ingin kucatat. Kuabadikan dalam rekam memori berupa gambar dan tulisan.
Merenungi hadis Nabi shallaLlahu 'alaihi wa sallam:
إِنَّكُمْ أَصْبَحْتُمْ فِي زَمَانٍ كَثِيْرٍ فُقَهَاؤُهُ، قَلِيْلٍ خُطَبَاؤُهُ، قَلِيْلٍ سُؤَّالُهُ، كَثِيْرٍ مُعْطُوهُ، الْعَمَلُ فِيْهِ خَيْرٌ مِنَ الْعِلْمِ. وَسَيَأْتِي زَمَانٌ قَلِيْلٌ فُقَهَاؤُهُ، كَثِيْرٌ خُطَبَاؤُهُ، كَثِيْرٌ سُؤَّالُهُ، قَلِيْلٌ مُعْطُوهُ،الْعِلْمُ فِيْهِ خَيْرٌمِنَ الْعَمَلِ
“Sesungguhnya kalian hidup di zaman yang fuqahanya (ulama) banyak dan penceramahnya sedikit, sedikit yang minta-minta dan banyak yang memberi, beramal pada waktu itu lebih baik dari berilmu. Dan akan datang suatu zaman yang ulamanya sedikit dan penceramahnya banyak, peminta-minta banyak dan yang memberi sedikit, berilmu pada waktu itu lebih baik dari beramal.” (HR. Ath-Thabrani).
__________________________________________________________
buat para aktivis dakwah yang sibuk beramal sehingga tidak sempat mencari ilmu, baca ini dulu deh...
Baca haditsnya aja udah sakit banget...
[copasan status Kang XXX]
A : kontennya bagus, penyampaiannya kurang hihi
Jika ada sekarang adalah waktu luangmu apa yang akan kalian pilih terlebih dahulu:diambil dari sini.
> pegang Al-Qur'an lalu tilawah
> murojaah
> membaca buku
> ambil gadget lalu fesbukan
> ambil remot TV nonton acara kesukaan
Hayoo jawab jujur kacang hijau...
---
Waktu ini terus bergerak meninggalkan kita,jangan sampai ada penyesalah disaat Ramadhan ini berlalu yah...
---NasehatUntukDirikuSendiri---
Pertanyaan untuk mengoreksi diri: “Berapa sering anda membuka Kitabullah ‘Azza wa Jalla jika dibandingkan dengan seringnya anda membuka Facebook dan Twitter? @almonajjid -Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: Barangsiapa menyembah Allah dengan cinta saja maka sungguh ia Zindiq. Barangsiapa menyembah Allah dengan harap saja maka ia adalah Murji'. Barangsiapa menyembah Allah dengan takut saja maka ia haruri. Mukmin bertauhid menyembah Allah dengan ketiganya: takut, harap, dan cinta. (Bukunya Salim A. Fillah, judul: saksikan bahwa aku seorang muslim, halaman 165)
Apakah ini 'keluarga' yang coba ditumbuhkan dalam osjur?Saya tidak melihat ada keluarga, karena pada dasarnya himpunan itu bukan tempat berkeluarga, tetapi mencari kesempatan. Kita bisa lihat sendiri, divisi proyek itu lahan uang dan lahan koneksi. Pasti banyak orang yang tertarik masuk himpunan karena hal itu, bukan? Oh, mungkin juga ada yang ingin merasakan jadi ketua himpunan. Itu posisi yang cukup prestisius tentunya, bahkan bisa dibilang strategis dan penting. Itukah tujuannya? Ke mana keluarga?Jadi, apakah sebenarnya osjur itu menawarkan keluarga atau sebagai kesempatan untuk menjaring orang-orang?ini dari note ke-2
apakah Anda yakin bahwa 'keluarga' yang dibangun itu akan seperti yang diperkirakan atau hanya akan sekedar teman untuk relasi?diambil dari sini, dan dari sini.
Jadi, apa itu keluarga?
Dari Abu Hurairah r.a. menuturkan,
“Ada dua orang laki-laki dari negeri Qudha’ah yang masuk Islam di hadapan Nabi saw. Laki-laki yang pertama gugur sebagai syahid dalam peperangan bersama Rosululloh, sedang yang kedua wafat setahun sesudahnya. Tholhah bin ‘Ubaidillah (salah seorang sahabat yang utama) berkata, ‘Aku bermimpi melihat surga, lalu aku melihat orang yang mati syahid itu didahului oleh temannya ketika masuk surga, aku heran karenanya. Keesokan harinya aku sampaikan hal itu kepada Rosululloh.
Beliau bersabda, ‘Apakah yang kalian herankan dari mimpi tersebut? Bukankah ia sempat berpuasa Romadhon setelah kematian temannya, ia pun telah sholat enam ribu rokaat atau sekian-sekian rokaat sholat sunnah?’
Para Sahabat menjawab, ‘Ya, benar!’
Maka Rosululloh bersabda, ‘Sesungguhnya perbedaan tingkatan antara keduanya lebih jauh dari jarak antara langit dan bumi’.”
[HR. Ahmad, dishohihkan al-Albani]
Tak ada yang pernah menerka, apalagi tahu..
bahwa Ramadhan ini, adalah Ramadhan terakhirnya.
eh, udah aktif lagi fbnya?
dapet dari sini.:: SHALAT TARAWIH UNTUK WANITA LEBIH BAIK DI RUMAH DARIPADA DI MASJIDShalat tarawih untuk wanita adalah lebih baik di rumahnya, sebagaimana sabda rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam:"Aku telah mengetahui bahwa engkau senang sekali jika dapat shalat bersamaku. ... Shalatmu di rumahmu lebih baik dari shalatmu di masjid kaummu. Dan shalatmu di masjid kaummu lebih baik daripada shalatmu di masjidku."Namun, jika pergi ke masjid tidak menimbulkan fitnah (godaan) dan sudah berhijab dengan sempurna, juga di masjid bisa dapat faedah lain selain shalat seperti dapat mendengar nasehat-nasehat dari orang yang berilmu, maka shalat tarawih di masjid diperbolehkan dengan memperhatikan syarat-syarat keluar rumah, di antaranya1. Menggunakan hijab yang sempurna2. Minta izin kepada suami atau mahrom terlebih dahulu dan hendaklah suami atau mahrom tidak melarangnya3. Tidak menggunakan harum-haruman dan perhiasan yang menimbulkan godaan4. Jangan sampai terjadi ikhtilath ketika masuk dan keluar masjid(diringkas dari artikel muslim.or.id "Shalat Tarawih Bagi Wanita")
“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1082 mengatakan bahwa hadits ini shohih)
diambil dari sini.Dewasa dan Kematangan Emosi
Saya pernah baca artikel psikologi. Salah satu tanda dewasanya seseorang adalah pandai mengungkapkan isi hati, dan ada keinginan untuk memperbaiki hubungannya dengan sesamanya. Formatnya: isi perasaan, sebab, keinginannya, alasan. Saya lagi sedih karena kamu begitu, saya ingin kamu begini karena ini dan ini, misalnya. Bukan yang tiba-tiba marah-marah, menangis terus-menerus, diam seribu bahasa, apalagi sampai menghajr saudaranya lebih dari 3 hari. Yuk dicoba yuk :))
Ada yang mampu bernarasi besar, tapi tidak bisa men-deliver pesan nya dengan baik.(diambil dari sini)
Ada yang mampu men-deliver dengan baik, tapi tidak mempunyai narasi besar.
Idealnya adalah bernarasi besar dan mampu men-deliver nya dengan baik
Hari ini, sejarah sekali lagi mengingatkan kita : Jika mengais kekuasaan dari rakyat, ikutilah kehendak mayoritas rakyat, benar atau salah.
Namun, jika ingin tegakkan peraturan Allah, maka mintalah kekuasaan itu kepada Allah.
Demokrasi memang indah. Sayangnya itu bukan untuk kita. Aljazair 1992 sebenarnya telah mengajari kita...
-status Bang Aad (salah satu senior di Masjid Salman ITB).***
“Ummat Islam dahulu bergembira dengan kemenangan Romawi atas Persia padahal keduanya adalah sama-sama kaum kafir, akan tetapi bangsa Romawi lebih dekat (secara akidah) kepada kaum muslimin karena mereka adalah Ahlul Kitab. Karena itu, Allah sSubhanahu wa Ta’ala mengabadikan kegembiraan kaum Muslimin tersebut dalam firman-Nya: “Dan pada hari itu orang-orang beriman bergembira dengan pertolongan Allah” maksudnya adalah kemenangan Romawi atas Persia sebagaimana ditafsirkan para ahli tafsir.”
Dear Allah dan editor
Noteku di FB sudah ada 206 buah
Saya kira sudah banyak,
Saya berharap, bukuku bisa terbit
Dan segera mandiri secara financial, aamiin
*Ramadan in wish,
Semoga doa2 kita terijabahi,
mari saling support & mendoakan
Ini harapanku, apa harapanmu?
- status seorang teman di jejaring sosial.***
mereka adalah orang-orang yang berbuat dalam diam. amalan baik yang disembunyikannya dilakukan untuk menjaga hatinya agar tidak terkotori oleh noda-noda penyakit hati. karena mereka sangat menyadari hakikat kelemahan manusia yang senang dipuji dan ingin banyak dikenal. menjadi muslim yang senantiasa melakukan ‘silent action’ adalah tantangan yang berat, namun itulah sunnatullahnya. semakin berat ujian yang dihadapi, semakin berat pula pahala yang dinanti.
“Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.” (Al-Baqarah: 271)
-Sumber dari sini.